7 Cara Menjaga Toilet Tetap Segar saat Ventilasi Kamar Mandi Sangat Terbatas

Simak cara menjaga toilet tetap segar saat ventilasi kamar mandi sangat terbatas agar bau pengap berkurang.

Liputan6.com, Jakarta - Toilet dengan ventilasi kamar mandi yang sangat terbatas lebih mudah terasa pengap karena udara sulit berganti. Kelembapan dari aktivitas mandi, permukaan yang terus basah, serta bau dari saluran pembuangan dapat membuat ruangan terasa kurang nyaman jika tidak ditangani dengan tepat.

Meski begitu, menjaga toilet tetap segar tidak harus selalu mengandalkan pewangi ruangan. Kebiasaan membersihkan toilet secara rutin, mengendalikan kelembapan, dan memastikan saluran pembuangan tetap terawat dapat membantu mengurangi bau tidak sedap.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan di rumah, bahkan jika toilet tidak memiliki jendela atau hanya mempunyai sedikit akses udara. Berikut tujuh cara menjaga toilet tetap segar saat ventilasi kamar mandi sangat terbatas, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (19/10).

1. Bersihkan Toilet Secara Rutin

Membersihkan toilet secara rutin merupakan langkah utama untuk mencegah bau tidak sedap. Sisa kotoran, cipratan urine, dan noda yang menempel pada dudukan toilet maupun lantai dapat menjadi sumber aroma kurang menyenangkan jika dibiarkan menumpuk.

Gunakan pembersih yang sesuai untuk membersihkan mangkuk toilet, dudukan, bagian luar kloset, lantai, serta area di sekitar pangkal kloset. Jangan lupa membersihkan sudut ruangan yang sering terlewat karena kotoran dan kelembapan bisa terkumpul di sana.

Frekuensi pembersihan dapat disesuaikan dengan intensitas penggunaan toilet. Untuk toilet yang digunakan banyak orang, membersihkan bagian yang sering disentuh setiap hari dan melakukan pembersihan menyeluruh secara berkala dapat membantu menjaga kebersihannya.

2. Kurangi Kelembapan setelah Mandi

Kelembapan yang tinggi membuat toilet lebih mudah terasa pengap, terutama ketika udara sulit bersirkulasi. Kondisi tersebut juga dapat mendukung pertumbuhan jamur pada permukaan yang sering basah, seperti nat keramik, sudut dinding, dan area sekitar pancuran.

Setelah mandi, gunakan alat pembersih kaca atau squeegee untuk menghilangkan air yang menempel pada dinding dan pintu kamar mandi. Kamu juga bisa mengeringkan genangan di lantai menggunakan alat pel atau kain penyerap air.

Jika memungkinkan, pisahkan area basah dan area toilet menggunakan tirai atau sekat pancuran agar air tidak menyebar ke seluruh ruangan. Langkah ini membantu mengurangi permukaan yang terus-menerus basah dan membuat kamar mandi lebih mudah dirawat.

3. Gunakan Kipas Exhaust jika Memungkinkan

Jika kamar mandi tidak memiliki jendela, memasang kipas exhaust bisa menjadi solusi untuk membantu mengeluarkan udara lembap dan bau dari dalam ruangan. Berbeda dari kipas biasa yang hanya menggerakkan udara di dalam kamar mandi, kipas exhaust dirancang untuk membuang udara ke luar melalui jalur ventilasi.

Pemasangannya perlu memperhatikan jalur pembuangan agar udara benar-benar dialirkan ke luar, bukan sekadar dipindahkan ke ruang tertutup lain. Pilih perangkat yang sesuai dengan ukuran kamar mandi dan kondisi pemasangan.

Jika kipas sudah terpasang, bersihkan bagian penutup dan kisi-kisinya secara berkala sesuai petunjuk produsen. Pastikan juga jalur pembuangan tidak terhalang debu atau kotoran agar kinerjanya tetap optimal.

4. Periksa Saluran Pembuangan dan Perangkap Air

Bau pengap tidak selalu berasal dari udara lembap. Aroma tidak sedap yang terus muncul meskipun toilet sudah dibersihkan bisa berasal dari saluran pembuangan, terutama jika terdapat penumpukan kotoran atau masalah pada perangkap air.

Perangkap air atau P-trap dan S-trap berfungsi menahan sejumlah air untuk membantu menghalangi gas dari saluran pembuangan masuk ke ruangan. Pada saluran lantai, fungsi serupa umumnya terdapat pada perangkap yang dirancang khusus untuk mencegah bau saluran.

Bersihkan penutup dan bagian saluran yang mudah dijangkau secara berkala untuk menghilangkan rambut serta kotoran yang menumpuk. Jika saluran jarang digunakan, periksa apakah perangkap airnya mengering. Apabila bau menyerupai gas selokan terus muncul, pertimbangkan pemeriksaan oleh teknisi karena penyebabnya mungkin berkaitan dengan instalasi pipa atau ventilasi saluran pembuangan.

5. Keringkan Handuk dan Keset secara Teratur

Handuk dan keset yang lembap dalam waktu lama dapat menimbulkan aroma apek. Masalah ini lebih mudah terjadi pada kamar mandi yang minim ventilasi karena kain membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering setelah terkena air.

Gantung handuk di tempat yang memungkinkan udara mengalir di sekitarnya dan jangan menumpuknya ketika masih basah. Keset juga sebaiknya dijemur secara berkala hingga benar-benar kering sebelum digunakan kembali.

Jika kamar mandi tidak memiliki akses udara yang memadai, pindahkan handuk dan keset ke area lain yang lebih kering setelah digunakan. Cuci keduanya secara rutin sesuai petunjuk perawatan kain, terutama jika mulai tercium bau meskipun terlihat bersih.

6. Gunakan Dehumidifier untuk Membantu Mengendalikan Kelembapan

Untuk kamar mandi yang sering lembap, dehumidifier dapat membantu mengurangi kandungan uap air di udara. Perangkat ini bekerja dengan menarik kelembapan dari udara sehingga ruangan berpotensi lebih cepat kering.

Pilih perangkat yang sesuai dengan luas ruangan dan kondisi kelembapan. Tempatkan di area yang aman, jauh dari cipratan air, serta ikuti petunjuk produsen terkait penggunaan di lingkungan kamar mandi. Jangan menggunakan perangkat listrik yang tidak dirancang untuk kondisi tersebut.

Perlu diingat, dehumidifier tidak menggantikan kebutuhan ventilasi. Alat ini juga tidak mengatasi sumber bau dari kloset, saluran pembuangan, atau permukaan yang kotor. Karena itu, penggunaannya sebaiknya disertai pembersihan rutin dan upaya memperbaiki sirkulasi udara jika memungkinkan.

7. Hindari Menutupi Bau dengan Pewangi Berlebihan

Pewangi ruangan dapat membantu memberikan aroma yang lebih menyenangkan, tetapi penggunaannya tidak menghilangkan sumber bau maupun mengurangi kelembapan. Jika toilet masih berbau karena saluran pembuangan bermasalah atau permukaan yang kotor, aroma pewangi justru bisa bercampur dengan bau tersebut.

Lebih baik utamakan kebersihan dan pengendalian kelembapan sebelum menggunakan pewangi. Jika ingin menambahkan aroma, pilih produk dengan intensitas yang tidak terlalu kuat dan gunakan sesuai petunjuk pemakaian.

Hindari pula mencampurkan berbagai produk pembersih demi mendapatkan aroma tertentu. Jangan pernah mencampur pemutih berbahan klorin dengan pembersih asam, termasuk cuka, atau produk yang mengandung amonia karena dapat menghasilkan gas berbahaya.

Selain itu, simpan produk pewangi dan pembersih di tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak. Dengan begitu, toilet bisa terasa lebih nyaman tanpa harus bergantung pada aroma buatan untuk menutupi masalah yang mendasarinya.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menjaga Toilet Tetap Segar

Mengapa toilet tanpa ventilasi mudah berbau pengap?

Toilet tanpa ventilasi memadai cenderung mengalami pertukaran udara yang lebih lambat. Akibatnya, kelembapan, bau dari aktivitas sehari-hari, dan aroma dari saluran pembuangan dapat bertahan lebih lama di dalam ruangan.

Apakah pewangi ruangan cukup untuk mengatasi bau toilet?

Tidak. Pewangi hanya membantu memberikan aroma dan tidak menghilangkan sumber bau. Membersihkan toilet, mengurangi kelembapan, serta memeriksa saluran pembuangan tetap diperlukan agar ruangan lebih segar.

Apa yang harus dilakukan jika toilet tetap berbau setelah dibersihkan?

Periksa saluran pembuangan, perangkap air, area di sekitar pangkal kloset, serta permukaan yang mungkin masih lembap. Jika bau menyerupai gas selokan terus muncul, mintalah teknisi memeriksa instalasi pipa dan sistem pembuangan.

Seberapa sering toilet perlu dibersihkan agar tidak berbau?

Bagian yang sering disentuh atau terkena cipratan sebaiknya dibersihkan secara rutin, sedangkan pembersihan menyeluruh dilakukan secara berkala sesuai intensitas penggunaan. Toilet yang digunakan bersama banyak orang biasanya membutuhkan perhatian lebih sering.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6