Demo Biaya Hidup di Italia Berujung Ricuh, 28 Orang Ditangkap

Polisi Italia menangkap 28 orang, termasuk 12 anak di bawah umur, setelah demo biaya hidup di sejumlah kota berujung ricuh.

Diterbitkan 19 Oktober 2026, 09:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Roma - Polisi Italia menangkap 28 orang, termasuk 12 anak di bawah umur, menyusul bentrokan dalam demonstrasi menentang tingginya biaya hidup di sejumlah kota pada Sabtu. Ketegangan masih berlanjut di pusat Kota Milan pada Minggu, menurut laporan Sky TG24.

Polisi menyebutkan, sebanyak 197 orang telah diidentifikasi dan dibawa ke kantor polisi, sementara 43 orang dilaporkan kepada otoritas peradilan. Secara keseluruhan, 141 anggota aparat penegak hukum dilaporkan terluka dalam rangkaian kerusuhan tersebut.

Demonstrasi yang diorganisasi oleh gerakan Italia in Piazza itu menyoroti kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, dan beban pajak.

Dikutip dari Anadolu, Senin (19/10/2026), Berdasarkan data kepolisian, sekitar 5.000 orang mengikuti demonstrasi di Milan, 3.000 orang di Turin, 2.000 orang di Bologna, 600 orang di Brescia, dan 800 orang di Bergamo.

Kerusuhan di Milan, Toko DijarahDi Milan, sejumlah kelompok melemparkan batu, botol, petasan, dan barikade ke arah petugas. Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan massa.

Sejumlah toko di pusat kota mengalami kerusakan dan penjarahan. Sebuah kendaraan milik Carabinieri, kepolisian nasional Italia, juga dihancurkan.

Polisi menangkap 17 orang di Milan. Sementara itu, asosiasi perdagangan Confcommercio memperkirakan kerugian yang dialami toko dan pelaku usaha akibat kerusuhan tersebut mencapai lebih dari 500.000 euro atau sekitar USD 561.860, menurut laporan Sky TG24.

Bentrokan Melanda di Turin dan Bologna

Di Turin, polisi menangkap seorang pria dewasa karena melawan petugas serta tiga anak di bawah umur yang diduga membawa bom molotov.

Sebuah kelompok juga memasuki toko buku Feltrinelli di stasiun Porta Nuova dan melemparkan buku-buku ke lantai.

Sementara itu, di Bologna, polisi menangkap lima anak di bawah umur setelah bentrokan terjadi di dekat stasiun kereta api. Para demonstran melemparkan botol, batu, dan barikade ke arah petugas, yang kemudian menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan mereka.

 

Meloni Kecam Kekerasan

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan solidaritas kepada aparat penegak hukum. Ia juga mendesak partai-partai oposisi untuk secara tegas mengecam kekerasan, sembari mengakui bahwa ribuan orang telah mengikuti demonstrasi secara damai.

Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini mengatakan, partainya, Liga, akan kembali mengajukan usulan di parlemen yang mewajibkan penyelenggara demonstrasi yang dinilai berisiko memberikan jaminan keuangan untuk menanggung potensi kerusakan.

Wali Kota Milan Giuseppe Sala mengatakan, keluhan para demonstran dapat dipahami. Namun, ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap petugas dan kerusakan besar yang ditimbulkan di kota tersebut tidak dapat dibenarkan.

Wali Kota Bologna Matteo Lepore juga mengecam kerusuhan itu. Ia mendesak kaum muda untuk menjauh dari pihak-pihak yang menjadikan demonstrasi sebagai dalih untuk melakukan kekerasan.