Presentasi Pemerintah AS Viral Usai Salah Total Tampilkan Peta Afrika

Pesentasi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memicu perhatian setelah menampilkan peta Afrika yang salah memberi label pada seluruh negara.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 15:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Brasilia - Sebuah presentasi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di konferensi global AIDS 2026 di Rio de Janeiro, Brasil, memicu perhatian setelah menampilkan peta Afrika yang salah memberi label pada seluruh negara di benua tersebut.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (31/7/2026), kesalahan itu terjadi dalam presentasi mengenai perjanjian kesehatan terbaru Departemen Luar Negeri AS. Sejumlah peserta konferensi mengabadikan tampilan peta tersebut melalui tangkapan layar dan membagikannya di media sosial.

Reuters, yang meninjau rekaman presentasi, menyebut peta bermasalah itu muncul di tengah pemaparan materi.

Hasil analisis Reuters menemukan bahwa gambar peta tersebut memiliki tanda air kecerdasan buatan (AI) yang menunjukkan peta itu dibuat menggunakan perangkat OpenAI. Perusahaan tersebut menyatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS mengakui kesalahan tersebut dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebingungan yang ditimbulkan.

Menurut pihak kementerian, peta itu dibuat oleh salah satu anggota tim yang terburu-buru mengubah materi presentasi sesaat sebelum acara dimulai.

Kesalahan pada peta tersebut cukup mencolok. Nigeria, yang saat ini menjadi lokasi penempatan ratusan personel militer AS, digambarkan sebagai negara yang terletak di tengah Gurun Sahara dan tidak memiliki garis pantai.

Mozambik, yang sebenarnya berada di Afrika bagian tenggara, dipindahkan ke kawasan Tanduk Afrika. Sementara Pantai Gading di Afrika Barat justru ditempatkan di sisi lain benua.

Tangkapan layar peta tersebut pertama kali muncul dalam unggahan di platform Substack milik pakar AIDS Emily Bass. Gambar itu kemudian menyebar luas di LinkedIn, dengan salah satu unggahan mencatat sekitar 40.000 kali tayang.

"Siapa pun yang membuat dan menyetujui slide ini tidak mengetahui letak negara-negara di Afrika dan tidak peduli untuk memeriksa kembali hasil pekerjaannya," tulis Matt Petit, peneliti bidang kecerdasan buatan dan geopolitik di Atlantic Council.

 

AS Minta Maaf

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya bertanggung jawab penuh atas kesalahan tersebut.

"Kami bertanggung jawab penuh atas kebingungan dan kesalahan representasi yang ditimbulkan kepada para peserta, termasuk mitra kami di Afrika," demikian pernyataan kementerian tersebut.

Presentasi di konferensi itu disampaikan oleh Jeff Graham, pejabat kesehatan tertinggi Amerika Serikat yang mengawasi program President's Emergency Plan for AIDS Relief (PEPFAR). Graham tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa pembahasan dalam konferensi tetap berlangsung secara substantif dan konstruktif meskipun terjadi insiden tersebut. Pemerintah AS juga menegaskan komitmennya untuk terus memerangi AIDS melalui hasil yang nyata.

Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya sempat menghentikan pendanaan program bantuan luar negeri sambil melakukan peninjauan, sehingga mengganggu berbagai program bantuan di sejumlah negara.

Namun, kegiatan inti PEPFAR, termasuk penyediaan obat-obatan penyelamat jiwa, sebagian besar telah kembali berjalan.

Di sisi lain, Amerika Serikat mulai mengurangi pengeluaran pada sejumlah bidang lain, termasuk program pencegahan dan pengawasan penyakit, serta berencana menghentikan sepenuhnya program PEPFAR di Afrika Selatan.