Liputan6.com, Jakarta - Kesalahan menata rumah kecil sering terjadi ketika pemilik berusaha memasukkan banyak perabotan ke dalam ruangan dengan ukuran sempit. Akibatnya, furnitur memenuhi tempat tinggal, barang-barang menumpuk, dan anggota keluarga akhirnya merasa tak nyaman.
Penataan rumah perlu memperhatikan kondisi penghuni, ukuran perabot, serta tempat menyimpan barang yang digunakan setiap hari. Penataan tersebut akan membantu barang-barang berada di posisi yang pas.
Ketika rumah tertata dengan rapi, vibes positif di keluarga akan terbangun, dan rasa hangat bisa terbangun meski hunian tidak besar. Bagi yang saat ini ingin melakukan penataan untuk kenyamanan hunian, berikut Liputan6 berikan 7 kesalahan yang harus dihindari, Sabtu (19/9).
Advertisement
1. Memilih Furnitur yang Tidak Sesuai Ukuran Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350590/original/046906700_1789623334-Kesalahan_menata_rumah_kecil_yang_membuat_ruangan_terlihat_semakin_sempit_model_memasukkan_furnitur_tidak_sesuai_ukuran.jpg)
Furnitur yang terlalu besar bisa mengurangi tempat untuk berjalan dan menggunakan ruangan. Sofa dengan panjang melebihi kebutuhan keluarga, meja yang memakan banyak tempat, atau lemari dengan pintu yang sulit dibuka akan membuat ruang gerak berkurang. Kesalahan ini sering terjadi ketika pemilik rumah memilih perabot berdasarkan bentuk atau harga tanpa mengukur tempat yang tersedia.
Sebelum membeli furnitur, ukur panjang dan lebar ruangan serta tempat yang akan digunakan untuk meletakkan perabot. Perhatikan juga jalur menuju pintu, jendela, dan ruangan lain. Ukuran tersebut membantu menentukan apakah sofa dua dudukan, meja makan empat kursi, atau lemari dengan ukuran tertentu sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Jika perabot yang ada sudah memenuhi ruangan, pertimbangkan untuk memindahkan atau mengganti satu benda yang paling mengganggu. Meja yang jarang digunakan bisa dipindahkan ke ruangan lain. Cara ini membantu mengurangi barang yang tidak diperlukan tanpa harus mengubah seluruh penataan rumah.
Advertisement
2. Menempatkan Terlalu Banyak Barang di Lantai
Lantai yang dipenuhi keranjang, kardus, mainan, dan perabot tambahan bisa mengurangi tempat untuk berjalan. Barang yang diletakkan di lantai juga membuat kegiatan membersihkan rumah menjadi lebih sulit. Pada rumah kecil, setiap benda yang mengambil tempat di bawah akan mengurangi ruang yang bisa digunakan untuk duduk, bermain, atau bekerja.
Kelompokkan barang berdasarkan fungsi dan seberapa sering digunakan. Mainan anak bisa disimpan dalam satu wadah, sedangkan barang yang jarang dipakai dapat ditempatkan di lemari. Barang yang tidak lagi digunakan sebaiknya dipisahkan untuk disumbangkan, dijual, atau dibuang sesuai kondisinya.
Gunakan tempat penyimpanan yang sesuai dengan jumlah barang, bukan menambah wadah setiap kali ruangan terasa penuh. Keranjang di bawah meja, rak yang menempel pada dinding, atau laci tempat tidur bisa membantu memindahkan sebagian barang dari lantai. Pilih tempat yang mudah dijangkau agar penghuni tetap bisa mengambil dan mengembalikan barang.
3. Menggunakan Warna yang Terlalu Banyak dalam Satu Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350591/original/054285000_1789623334-Kesalahan_menata_rumah_kecil_yang_membuat_ruangan_terlihat_semakin_sempit_model_menggunakan_warna_terlalu_banyak.jpg)
Perpaduan banyak warna pada dinding, furnitur, dan hiasan bisa membuat ruangan terasa ramai. Masalah ini muncul ketika setiap benda dipilih tanpa memperhatikan hubungan dengan benda lain. Pada rumah kecil, penataan yang ramai dapat membuat perhatian berpindah dari satu benda ke benda lain sehingga ruangan terasa lebih penuh.
Pilih satu warna utama untuk dinding dan beberapa warna pelengkap dari perabot yang sudah dimiliki. Jika ingin menambah warna, gunakan pada sarung bantal, tirai, atau hiasan yang jumlahnya terbatas. Cara ini membantu menyatukan tampilan ruangan tanpa perlu membeli semua perabot baru.
Warna yang sudah ada di rumah tetap bisa digunakan selama tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. Perubahan tidak harus dilakukan sekaligus. Mulailah dengan mengurangi hiasan yang tidak diperlukan atau mengganti satu benda yang terlalu mencolok. Dengan begitu, pemilik rumah bisa melihat perubahan tanpa mengeluarkan biaya besar.
Advertisement
4. Membiarkan Barang Menumpuk di Atas Meja
Meja makan, meja ruang keluarga, dan meja kerja sering menjadi tempat menyimpan barang yang belum memiliki tempat. Buku, dokumen, alat tulis, dan kemasan belanja bisa menumpuk sepanjang hari. Kebiasaan ini membuat meja sulit digunakan untuk kegiatan utama, seperti makan bersama atau mengerjakan pekerjaan rumah.
Tentukan fungsi setiap meja dan batasi barang yang boleh berada di atasnya. Meja makan sebaiknya digunakan untuk makan, sedangkan meja kerja bisa menyimpan perlengkapan yang sedang digunakan. Barang yang tidak berhubungan dengan kegiatan tersebut perlu dikembalikan ke tempat penyimpanan.
Sediakan satu wadah untuk barang yang belum sempat dikembalikan. Wadah ini membantu mengumpulkan benda yang berserakan tanpa memindahkan masalah ke tempat lain. Luangkan waktu setelah makan atau sebelum tidur untuk mengembalikan barang ke tempatnya. Kebiasaan tersebut menjaga meja tetap bisa digunakan.
5. Menutup Jalur Jalan dengan Perabot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350592/original/062060700_1789623334-Kesalahan_menata_rumah_kecil_yang_membuat_ruangan_terlihat_semakin_sempit_model_menutup_jalur_dengan_perabotan.jpg)
Jalur menuju pintu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi perlu tetap bisa digunakan oleh seluruh penghuni. Kursi yang diletakkan di depan pintu, rak di tengah ruangan, atau meja yang menghalangi jalan bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Pada rumah kecil, penempatan satu perabot yang keliru bisa memengaruhi penggunaan beberapa ruangan.
Periksa jalur yang paling sering dilewati keluarga sebelum menentukan posisi furnitur. Pastikan pintu bisa dibuka dan ditutup, serta penghuni tidak perlu memutar melalui ruangan lain untuk mencapai tempat yang dituju. Jika ada meja atau kursi yang menghalangi, pindahkan ke sisi ruangan yang jarang digunakan.
Atur posisi furnitur berdasarkan kegiatan yang berlangsung di dalam ruangan. Sofa bisa diletakkan menghadap televisi, sedangkan meja kerja ditempatkan dekat sumber cahaya yang tersedia. Penataan ini membantu setiap perabot menjalankan fungsinya tanpa mengambil tempat yang diperlukan untuk berjalan.
Advertisement
6. Memasang Hiasan Dinding Secara Berlebihan
Hiasan dinding bisa membantu mengisi ruang yang kosong, tetapi terlalu banyak benda pada satu dinding dapat membuat ruangan terasa penuh. Foto keluarga, jam, kalender, lukisan, dan rak pajangan yang dipasang berdekatan sering membuat dinding kehilangan ruang kosong. Kondisi ini bisa muncul ketika pemilik rumah ingin menampilkan semua barang yang dimiliki.
Pilih hiasan yang memiliki fungsi atau nilai bagi keluarga. Foto keluarga dapat diletakkan dalam satu kelompok, sedangkan jam dan kalender cukup ditempatkan di area yang mudah dilihat. Barang yang tidak memiliki fungsi perlu dipertimbangkan kembali sebelum dipasang pada dinding.
Jika ingin menambah hiasan, tentukan satu bagian dinding yang akan digunakan. Jangan menutup seluruh permukaan dinding dengan benda. Biarkan sebagian dinding tetap kosong agar perhatian tidak tertuju pada terlalu banyak hiasan. Penataan ini bisa dilakukan tanpa membeli perabot baru.
7. Menata Semua Ruangan dengan Fungsi yang Sama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350593/original/069843200_1789623334-Kesalahan_menata_rumah_kecil_yang_membuat_ruangan_terlihat_semakin_sempit_model_semua_dijadikan_fungsi_yang_sama.jpg)
Rumah kecil membutuhkan pembagian fungsi yang sesuai dengan kegiatan keluarga. Ruang tamu yang juga menjadi tempat menyimpan barang, ruang keluarga yang digunakan untuk bekerja, dan kamar tidur yang dipenuhi perabot bisa membuat penghuni kesulitan menjalankan aktivitas. Masalah ini terjadi ketika satu ruangan digunakan untuk terlalu banyak keperluan tanpa pembagian tempat.
Catat kegiatan yang paling sering dilakukan di setiap ruangan. Jika ruang keluarga juga digunakan untuk bekerja, sediakan satu sudut untuk meja kerja dan tempat menyimpan perlengkapannya. Barang yang digunakan untuk kegiatan lain sebaiknya dikembalikan ke ruangan yang sesuai.
Pembagian fungsi tidak harus menggunakan dinding atau perabot besar. Karpet, meja kecil, atau susunan furnitur bisa membantu membedakan tempat duduk dan tempat bekerja. Atur ulang posisi barang jika kegiatan keluarga berubah. Dengan cara ini, rumah kecil bisa tetap digunakan untuk berbagai kebutuhan tanpa mengurangi tempat bergerak.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Kesalahan Menata Rumah Kecil
1. Apa yang membuat rumah kecil terlihat semakin sempit?
Barang yang menumpuk, furnitur yang terlalu besar, dan jalur jalan yang terhalang bisa membuat ruangan terasa penuh.
2. Bagaimana cara menata rumah kecil agar tidak terlihat sempit?
Kurangi barang yang tidak diperlukan, gunakan furnitur sesuai ukuran ruangan, dan sisakan tempat untuk berjalan.
3. Apakah warna dinding bisa membuat rumah kecil terasa lebih luas?
Warna dinding memengaruhi kesan ruangan, tetapi penataan furnitur dan jumlah barang juga menentukan ruang yang bisa digunakan.
4. Bagaimana cara menyimpan barang di rumah kecil?
Gunakan tempat penyimpanan sesuai kebutuhan, manfaatkan ruang di bawah meja atau tempat tidur, dan kembalikan barang setelah digunakan.
5. Apakah rumah kecil perlu banyak hiasan?
Tidak. Pilih hiasan yang memiliki fungsi atau nilai bagi keluarga agar ruangan tetap bisa digunakan dengan nyaman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350589/original/081308400_1789623158-Kesalahan_menata_rumah_kecil_yang_membuat_ruangan_terlihat_semakin_sempit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)