Potong Gaji, Kader PAN Kumpulkan Rp 8 M untuk Korban Bencana

Potongan gaji kader PAN disebut dialokasikan untuk membantu korban bencana di sejumlah daerah.

Diterbitkan 19 September 2026, 11:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PAN kumpulkan Rp 8 miliar dari gaji kader untuk korban bencana Gunung Merapi dan karhutla.
  • PAN tegaskan komitmen dukung visi Presiden, fokus Pasal 33-34 untuk kedaulatan bangsa.
  • Zulhas soroti kesejahteraan nelayan yang rendah, PAN dukung upaya pemerintah menyejahterakan mereka.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan rasa terima kasih kepada kader PAN yang bersedia dipotong gajinya untuk membantu korban bencana di sejumlah daerah.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 PAN di Gedung Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).

"Kader PAN! Saya mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR PAN, baik pusat, provinsi, kabupaten, kota. Alhamdulillah telah terkumpul dari gaji-gaji yang dipotong sebanyak Rp 8 miliar. Untuk diberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah Gunung Merapi maupun karhutla. Insyaallah bermanfaat," kata Zulhas dalam sambutannya, Jumat (18/9/2026).

Meski telah melewati beragam musim yang berliku, Zulhas mengatakan PAN tetap berpegang teguh pada kebersamaan, kesetiaan, loyalitas, dan komitmen perjuangan.

"Ini bukan hanya kalkulasi politik, bukan hanya ingin membentuk pemerintahan," kata Menko Pangan tersebut.

Zulhas mengatakan dirinya bersama kader PAN berkomitmen untuk selalu sejalan dan mendukung visi perjuangan yang saat ini digagas Presiden.

"Karena ada persamaan nilai perjuangan dan cita-cita dalam membangun negara untuk mewujudkan kedaulatan bangsa, khususnya Pasal 33-34, Pak. Seperti mengenai Pasal 33. Komitmen itu yang kita pegang," ucapnya.

 

Petani dan Nelayan Perlu Kesejahteraan

Zulhas menjelaskan terdapat berbagai perwakilan petani dan nelayan yang saat ini sedang diperjuangkan kesejahteraannya oleh pemerintah.

"Ini ada petani, nelayan yang sedang Presiden bela perjuangannya. Baik pupuknya, irigasi, dan lain-lain. Keberpihakan ini menjadi nilai yang dipegang PAN bersama Presiden," tambah Zulhas.

Menurut Zulhas, meskipun Indonesia merupakan negara kepulauan, kesejahteraan nelayan masih berada di desil yang belum layak.

"Nelayan kita berada di desil 1 sampai desil 4. Sedangkan nilai tukar petani padi ada di angka 129," kata Zulhas.

"Dari 100 bisa untung 29 persen petani padi. Tapi nelayan, itu 103. Artinya dari 100 pokok, dia hanya dapat 3, Pak, nelayan kita kalau enggak dibantu, tidak bisa makan, tidak bisa menyekolahkan anaknya karena nelayan masih lemah dan menderita," sambungnya.

Zulhas menjelaskan, akibat adanya penjajahan yang terjadi terhadap nelayan Indonesia selama bertahun-tahun, banyak nelayan yang masih belum hidup makmur meski kekayaan alam melimpah.

"Ikan kita dicuri oleh nelayan-nelayan kuat dari negara luar. Tiap tahun ikan kita dicuri, hampir 200 tahun lebih, kata Menteri Kelautan. Kenapa? Karena nelayan-nelayan kita lemah," ujarnya.

Zulhas menandaskan, dengan adanya keberpihakan pemerintah dalam menyejahterakan nelayan, dirinya bersama kader PAN akan terus menjunjung tinggi nilai keberpihakan dan perjuangan sesuai dengan visi pemerintahan.

"Alhamdulillah. Dengan keberpihakan Negara kepada nelayan-nelayan Indonesia melalui kampung nelayan, kami optimis untuk selalu berada di barisan Presiden," tutup Zulhas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6