Liputan6.com, Jakarta - Fenomena suka menata barang berdasarkan warna kini semakin populer di media sosial, menampilkan deretan buku, baju, atau bumbu dapur yang tersusun rapi layaknya pelangi. Tren yang sering disebut sebagai rainbow method ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mencerminkan kepribadian dan cara kerja otak seseorang dalam memproses informasi visual.
Banyak orang yang suka menata barang berdasarkan warna mengaku merasakan kepuasan batin dan ketenangan yang sulit dijelaskan saat melihat gradasi warna yang teratur. Melansir dari Psychology Today, keinginan untuk menciptakan keteraturan visual ini sering kali berkaitan erat dengan mekanisme psikologis manusia dalam meredakan kecemasan dan mendapatkan kembali rasa kontrol atas lingkungannya.
Namun, apakah kebiasaan ini murni soal estetika atau ada indikasi kondisi mental tertentu yang perlu diperhatikan lebih dalam? Berikut Liputan6.com merangkum Suka Menata Barang Berdasarkan Warna yang Berkaitan dengan Psikologi Kamis (27/8/2026).
Advertisement
Psikologi Warna dan Kebutuhan Akan Keteraturan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334169/original/042576300_1787822648-pexels-anandhu-arjunan-34162165-35632410.jpg)
Kecenderungan untuk mengelompokkan objek berdasarkan warna bukan hanya sekadar preferensi artistik. Dalam dunia psikologi, warna memiliki kekuatan untuk memengaruhi suasana hati (mood), tingkat stres, hingga produktivitas seseorang. Ketika seseorang menata barang-barangnya dengan urutan spektrum warna (seperti mejikuhibiniu), otak menerima sinyal visual yang terorganisir, yang secara instan dapat menurunkan beban kognitif.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Vision berjudul "Symmetry perception for patterns defined by color and luminance" (2018) oleh Gheorghiu et al., menjelaskan bahwa sistem visual manusia sangat sensitif terhadap simetri dan pola warna. Otak kita diprogram untuk mencari pola di tengah kekacauan. Dengan mengelompokkan barang berdasarkan warna, kita "membantu" otak memproses lingkungan dengan lebih efisien, yang pada akhirnya menciptakan sensasi pleasure atau kepuasan.
Bagi mereka yang bekerja di bidang kreatif atau memiliki tipe belajar visual (visual learner), sistem pengorganisasian ini adalah metode bertahan hidup yang efektif. Mereka mungkin kesulitan menemukan buku berdasarkan judul atau pengarang, tetapi dapat dengan cepat menemukannya hanya dengan mengingat bahwa punggung bukunya berwarna biru tua.
Advertisement
Kaitan dengan Perfeksionisme dan Kontrol Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334170/original/058654600_1787822648-pexels-kimberly-alves-2160417495-36738046.jpg)
Sering kali, perilaku ini dikaitkan dengan sifat perfeksionisme. Perfeksionis memiliki standar tinggi terhadap kerapian dan detail. Menata lemari pakaian dari warna terang ke gelap memberikan struktur yang jelas dan terukur. Dalam psikologi, perilaku ini bisa menjadi bentuk coping mechanism atau mekanisme pertahanan diri yang sehat untuk mengatasi stres.
Ketika dunia luar terasa kacau atau penuh ketidakpastian, entah karena tekanan pekerjaan atau masalah pribadi—menata barang menjadi satu-satunya hal yang bisa dikendalikan sepenuhnya. Melansir dari Verywell Mind, aktivitas mengorganisir barang dapat memberikan efek terapeutik yang mirip dengan meditasi. Fokus penuh pada menyusun gradasi warna mengalihkan pikiran dari kekhawatiran, memberikan jeda mental yang sangat dibutuhkan.
Namun, penting untuk membedakan antara kebutuhan akan kontrol yang sehat dengan keinginan yang kaku. Jika Anda merasa senang dan puas setelah menata barang, itu adalah tanda positif. Sebaliknya, jika Anda merasa cemas luar biasa hanya karena satu barang tidak berada pada urutan warna yang tepat, ini mungkin menandakan masalah yang lebih dalam.
Benarkah Tanda OCD? Membedakan Hobi dan Gangguan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334171/original/008025200_1787822649-pexels-mallonymedia-8015312.jpg)
Salah satu pertanyaan terbesar yang sering muncul adalah: apakah suka menata barang berdasarkan warna merupakan gejala Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)? Jawabannya tidak selalu. Melansir dari International OCD Foundation, terdapat perbedaan mendasar antara perfeksionisme atau "suka kerapian" dengan diagnosis klinis OCD.
Orang dengan kepribadian perfeksionis atau Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD)—yang berbeda dengan OCD—biasanya merasa perilaku menata barang ini "benar" dan sesuai dengan nilai-nilai mereka (egosyntonic). Mereka bangga dengan rak buku pelangi mereka dan merasa itu meningkatkan kualitas hidup.
Sebaliknya, penderita OCD melakukan penataan bukan untuk kepuasan estetika, melainkan karena dorongan kecemasan yang tidak rasional (egodystonic). Misalnya, ada pemikiran intrusif bahwa "jika saya tidak menata baju ini sesuai urutan warna yang benar, sesuatu yang buruk akan menimpa keluarga saya." Aktivitas menata barang bagi penderita OCD sering kali melelahkan, memakan waktu berjam-jam, dan tidak membawa rasa bahagia, melainkan hanya sekadar meredakan rasa takut sesaat.
Advertisement
Manfaat Kognitif Menata Barang dengan Kode Warna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334172/original/024780300_1787822649-pexels-andi-sabandi-2152085324-33738528.jpg)
Terlepas dari aspek klinisnya, menerapkan sistem kode warna atau color coding memiliki manfaat nyata bagi fungsi kognitif otak. Otak manusia memproses gambar dan warna 60.000 kali lebih cepat daripada teks. Inilah mengapa rambu lalu lintas menggunakan warna merah untuk berhenti, bukan sekadar tulisan "BERHENTI".
1. Meningkatkan Efisiensi Memori
Dalam buku The Organized Mind karya Daniel Levitin (2014), dijelaskan bahwa mengesternalisasi memori ke dalam lingkungan fisik dapat menghemat energi otak. Ketika Anda menetapkan warna kuning untuk dokumen tagihan dan warna hijau untuk dokumen kesehatan, Anda tidak perlu membaca setiap label satu per satu. Otak Anda secara otomatis akan memindai warna yang dicari, memangkas waktu pencarian secara signifikan.
2. Stimulasi Kreativitas
Lingkungan yang tertata dengan warna yang harmonis dapat menstimulasi kreativitas. Warna-warna tertentu memiliki dampak psikologis yang spesifik. Misalnya, warna biru sering dikaitkan dengan fokus dan ketenangan, sementara warna oranye dapat memicu energi dan antusiasme. Dengan menata ruang kerja berdasarkan warna yang Anda butuhkan, Anda secara tidak langsung "mengatur" mood kerja Anda.
3. Mengurangi Kelelahan Keputusan
Setiap hari kita dihadapkan pada ribuan keputusan kecil. Memilih baju di pagi hari bisa menjadi beban mental tersendiri. Dengan lemari yang tertata berdasarkan warna, opsi menjadi lebih terbatas dan terarah. Anda ingin tampil ceria? Langsung menuju ke bagian kuning. Ingin tampil formal? Langsung ke bagian hitam atau navy. Pengurangan hambatan kecil ini dapat menghemat energi mental untuk hal-hal yang lebih penting.
Perbedaan Menata Barang Normal vs Kompulsif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334173/original/016879800_1787822650-pexels-meruyert-gonullu-8289915.jpg)
Untuk memudahkan Anda memahami batasan antara hobi menata yang sehat dan potensi gangguan, berikut adalah perbandingannya:
| Aspek | Menata Barang Sehat (Perfeksionisme/Hobi) | Menata Barang Kompulsif (Gejala OCD) |
|---|---|---|
| Tujuan Utama | Estetika, efisiensi, kepuasan visual. | Mencegah hal buruk terjadi, meredakan ketakutan. |
| Perasaan Saat Melakukan | Menyenangkan, meditatif, bangga. | Cemas, tertekan, terpaksa. |
| Reaksi Jika Berantakan | Kesal sesaat, tapi bisa ditoleransi. | Panik luar biasa, merasa harus segera diperbaiki. |
| Dampak Waktu | Dilakukan di waktu luang, fleksibel. | Mengganggu aktivitas harian, bisa berjam-jam. |
| Fleksibilitas | Bisa berubah sesuai mood atau tren. | Kaku, harus mengikuti aturan/ritual tertentu yang ketat. |
Advertisement
Tips Menerapkan Penataan Warna Secara Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334174/original/030970600_1787822651-pexels-ivan-s-5428775.jpg)
Jika Anda tertarik untuk mulai merapikan rumah dengan metode ini, ada beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan tanpa harus menjadi obsesif. Kuncinya adalah keseimbangan antara fungsi dan estetika.
- Mulai dari Skala Kecil: Jangan langsung membongkar seluruh isi rumah. Mulailah dari satu rak buku atau satu laci pakaian. Rasakan apakah sistem ini memudahkan Anda atau justru menyulitkan.
- Gunakan Spektrum Alami: Urutan pelangi (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu) adalah yang paling alami bagi mata. Namun, Anda bisa memodifikasinya menjadi gradasi monokrom (Putih, Abu-abu, Hitam) jika menginginkan tampilan yang lebih minimalis.
- Prioritaskan Fungsi: Untuk barang-barang yang sangat sering dipakai, letakkan di tempat yang paling mudah dijangkau, meskipun warnanya mungkin sedikit "melenceng" dari urutan gradasi. Estetika tidak boleh mengorbankan fungsionalitas harian.
- Libatkan Anak-Anak: Bagi orang tua, metode ini sangat baik untuk mengajarkan anak tentang kategorisasi. Melansir artikel dari AARP berjudul "Simple Ways to Color-Code and Organize Your Life", anak-anak lebih mudah mengembalikan mainan ke wadah yang warnanya sesuai dengan mainannya daripada harus membaca label tulisan.
Kebiasaan suka menata barang berdasarkan warna adalah fenomena psikologis yang kompleks namun menarik. Ia berada di persimpangan antara seni, kebutuhan manusia akan struktur, dan cara otak memproses informasi visual. Bagi sebagian besar orang, ini adalah aktivitas positif yang meningkatkan mood dan produktivitas.
Selama kegiatan ini memberikan rasa bahagia, membuat hidup lebih teratur, dan tidak mengganggu fungsi sosial Anda, maka silakan lanjutkan hobi memuaskan ini. Rumah yang rapi dengan warna yang terorganisir bukan hanya indah dipandang, tetapi juga bisa menjadi cerminan pikiran yang lebih tenang dan tertata.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Suka Menata Barang Berdasarkan Warna
1. Apakah orang yang suka menata barang berdasarkan warna pasti jenius?
Tidak selalu, namun orang yang menyukai metode ini sering kali memiliki kecerdasan visual-spasial yang tinggi. Mereka mampu memproses informasi gambar dan pola lebih baik daripada orang rata-rata, yang membantu dalam bidang seni, desain, dan arsitektur.
2. Bagaimana cara memulai menata buku berdasarkan warna jika jumlah bukunya ribuan?
Mulailah dengan memisahkan buku ke dalam tumpukan warna utama di lantai. Setelah terkelompok, baru susun ke rak. Jangan terpaku pada ketepatan warna yang 100% sempurna; gradasi kasar sudah cukup untuk memberikan efek visual yang rapi dan memudahkan pencarian.
3. Bisakah kebiasaan ini hilang seiring waktu?
Bisa. Preferensi pengorganisasian bisa berubah seiring perubahan gaya hidup, tingkat stres, atau prioritas. Seseorang mungkin sangat rapi saat masih lajang, namun menjadi lebih fleksibel setelah memiliki anak karena prioritas waktu yang bergeser.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334197/original/046223400_1787824544-HOAX__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333889/original/091356200_1787811731-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-27T131833.691.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334046/original/006423000_1787818653-cek_fakta_demo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334168/original/024779000_1787822648-pexels-olly-3791159.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3154951/original/071013400_1592374158-young-couple-arguing-about-high-bills-with-laptop-documents_1163-4808.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334166/original/068008300_1787822578-f59ac0fa-a203-45fc-b86d-451d7b8bff70.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149444/original/010020200_1591813964-depression-woman-sit-chair-home_231208-630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128801/original/020846300_1739260802-pexels-adrienn-638530-1524105.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3508128/original/009551500_1626075077-thisisengineering-raeng-TXxiFuQLBKQ-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5372073/original/077001700_1759732760-kroshka__nastya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227969/original/038177800_1747832188-steptodown.com574028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2993677/original/055600900_1576077637-You_X_Ventures.jpg)