Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon jeruk di dalam pot bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin memanen buah sendiri meski memiliki lahan terbatas. Namun, agar tanaman tidak hanya tumbuh subur dengan banyak daun, perawatan perlu diarahkan untuk mendukung pembungaan, pembentukan buah, dan perkembangan buah.
Pohon jeruk dapat berbuah lebih cepat apabila sejak awal ditanam dari bibit yang tepat dan mendapatkan cahaya, air, nutrisi, serta ruang akar yang memadai. Meski begitu, tidak ada cara yang bisa menjamin tanaman langsung berbuah lebat karena hasil akhirnya juga dipengaruhi varietas, umur tanaman, kondisi lingkungan, dan kesehatan tanaman. Berikut cara membuat pohon jeruk dalam pot cepat berbuah dan buahnya lebih lebat, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Sabtu (19/9).
1. Pilih Bibit Jeruk Hasil Sambung atau Okulasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352368/original/085976900_1789791528-f1469867-a31f-4530-93d3-77e924079fda.jpeg)
Jika targetnya ingin mendapatkan buah lebih cepat, pilih bibit jeruk hasil sambung atau okulasi dari varietas yang memang dikenal produktif, bukan hanya menanam biji dari buah yang dikonsumsi. Tanaman jeruk yang berasal dari biji memiliki fase juvenil lebih panjang sehingga dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum mampu berbunga dan menghasilkan buah.
Secara ilmiah, teknik sambung atau okulasi mempertahankan bagian tanaman yang berasal dari induk dewasa sehingga fase menuju reproduksi dapat lebih singkat dibandingkan tanaman yang tumbuh dari biji. Penggunaan batang bawah yang bersifat kerdil juga dapat membantu membatasi ukuran tanaman dan pada beberapa tanaman buah mendorong pembungaan lebih awal.
Untuk tabulampot, pilih pula varietas yang ukurannya relatif kecil atau bibit yang menggunakan batang bawah pengerdil. Tanaman yang ukurannya sesuai dengan kapasitas pot akan lebih mudah dirawat, mendapatkan cahaya secara merata, dan tidak terlalu cepat memenuhi ruang tumbuh yang tersedia.
Advertisement
2. Gunakan Pot yang Cukup Besar dengan Drainase Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352369/original/091788400_1789791528-af0e961b-b2fa-4bb1-bf2e-e29e4130928d.jpeg)
Gunakan pot yang mampu menampung perkembangan akar tanpa membuat media terlalu basah setelah penyiraman. Wadah juga harus memiliki lubang drainase yang cukup sehingga kelebihan air dapat segera keluar dan akar memperoleh udara yang dibutuhkan.
Akar membutuhkan keseimbangan antara air dan oksigen untuk menjalankan fungsi fisiologisnya. Media yang terus-menerus jenuh air dapat mengurangi ruang udara di sekitar akar, sedangkan kondisi terlalu kering dapat menghambat penyerapan air dan mengganggu pertumbuhan serta pembentukan buah.
Namun, jangan langsung memindahkan bibit kecil ke pot yang ukurannya jauh lebih besar. Media dalam pot yang terlalu besar cenderung menyimpan air lebih lama setelah disiram sehingga risiko media terlalu basah meningkat; ukuran pot dapat dinaikkan secara bertahap mengikuti perkembangan tanaman.
3. Tempatkan Pohon Jeruk di Lokasi yang Mendapat Banyak Sinar Matahari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352370/original/096885000_1789791528-6eb515b9-ca69-46dc-88c9-0f695c21135c.jpeg)
Letakkan pot di tempat yang memperoleh setidaknya sekitar enam jam sinar matahari langsung setiap hari, dan semakin banyak cahaya yang sesuai umumnya semakin mendukung proses pertumbuhan serta pembungaan. Tanaman jeruk yang kekurangan cahaya dapat tetap terlihat hijau, tetapi kemampuan untuk berbunga dan berbuah dapat menurun.
Alasannya berkaitan dengan fotosintesis. Daun menggunakan energi cahaya untuk menghasilkan senyawa organik yang kemudian menjadi sumber energi dan bahan bagi berbagai proses pertumbuhan, termasuk pembentukan bunga serta pengisian buah.
Cahaya juga berpengaruh terhadap kemampuan kanopi dalam menghasilkan dan memanfaatkan hasil fotosintesis. Karena itu, hindari menempatkan pot di bawah naungan bangunan atau pohon lain yang membuat sebagian besar tajuk jeruk terus-menerus kekurangan cahaya.
Advertisement
4. Gunakan Media Tanam yang Gembur dan Tidak Mudah Tergenang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352371/original/001473300_1789791529-ad782d1c-e9e1-456f-8ec6-48a80ae1471d.jpeg)
Media tanam untuk jeruk dalam pot sebaiknya memiliki drainase dan aerasi yang baik. Media yang terlalu padat dapat menahan air berlebihan dan mengurangi ruang udara bagi akar, sementara media yang terlalu cepat kering dapat membuat tanaman mengalami kekurangan air.
Kondisi akar sangat berkaitan dengan kemampuan tanaman menyerap air dan unsur hara. Karena itu, media khusus tanaman dalam pot yang memiliki porositas baik lebih sesuai daripada tanah kebun yang mudah memadat di dalam wadah.
Saat menanam, jangan membenamkan pangkal batang terlalu dalam. Posisi tanaman sebaiknya kurang lebih sama dengan kedalaman saat berada di wadah sebelumnya, sehingga bagian pangkal batang dan perakaran tidak terus-menerus berada dalam kondisi terlalu lembap.
5. Atur Penyiraman agar Konsisten, tetapi Tidak Berlebihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352372/original/008496100_1789791529-ae2e7705-b0ee-4793-a780-68ab2ef818bf.jpeg)
Pohon jeruk dalam pot membutuhkan air secara teratur, terutama ketika cuaca panas dan media lebih cepat kehilangan kelembapan. Siram ketika media mulai mengering sesuai kondisi tanaman dan lingkungan, lalu pastikan kelebihan air dapat keluar melalui lubang drainase.
Air diperlukan untuk mempertahankan tekanan sel, mengangkut unsur hara, dan mendukung fotosintesis. Kekurangan air yang berat dapat mengganggu proses fisiologis tanaman, sedangkan kelebihan air juga tidak baik karena dapat menurunkan ketersediaan oksigen di zona akar.
Keseimbangan air menjadi semakin penting ketika tanaman sedang berbunga dan mempertahankan buah muda. Penelitian pada sistem produksi jeruk menunjukkan bahwa kekurangan maupun kelebihan air dapat menurunkan produktivitas, sehingga penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, bukan sekadar semakin banyak semakin baik.
Advertisement
6. Berikan Pupuk Secara Seimbang, Jangan Berlebihan Nitrogen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352373/original/016118200_1789791529-e200c820-a3dc-4d02-8c32-891b3f8c178c.jpeg)
Pohon jeruk membutuhkan unsur hara untuk membentuk daun, cabang, bunga, dan buah sehingga pemupukan perlu dilakukan secara teratur. Gunakan pupuk khusus jeruk atau pupuk yang menyediakan unsur hara makro dan mikro sesuai kebutuhan tanaman, serta ikuti dosis pada label produk.
Nitrogen memang penting untuk pertumbuhan vegetatif, pembentukan klorofil, dan berbagai proses metabolisme tanaman. Namun, pemberian nitrogen terlalu tinggi dapat mendorong pertumbuhan daun dan cabang secara berlebihan sehingga tanaman lebih banyak mengalokasikan sumber dayanya untuk pertumbuhan vegetatif daripada pembungaan dan produksi buah.
Karena itu, jangan menganggap semakin banyak pupuk akan membuat buah semakin lebat. Bukti pada produksi jeruk menunjukkan bahwa kekurangan maupun kelebihan nitrogen sama-sama dapat menurunkan produktivitas, sehingga yang dibutuhkan adalah tingkat nutrisi yang sesuai dengan kondisi tanaman.
7. Pangkas Tunas yang Tidak Diperlukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352374/original/025404900_1789791529-f48c62c2-94e0-45b4-9163-df434dd7147b.jpeg)
Pemangkasan dapat dilakukan untuk mempertahankan bentuk tanaman dan mengurangi bagian yang tumbuh tidak sesuai dengan struktur tajuk yang diinginkan. Pada bibit jeruk hasil sambung atau okulasi, tunas yang muncul dari batang bawah di bawah titik sambungan juga perlu diperhatikan karena pertumbuhannya dapat sangat kuat.
Tunas dari batang bawah bukanlah bagian dari varietas jeruk yang ingin dipanen. Jika dibiarkan, tunas tersebut dapat mengambil air dan unsur hara serta menggunakan ruang tumbuh yang seharusnya mendukung pertumbuhan bagian tanaman produktif.
Pemangkasan juga sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Tujuannya bukan memangkas sebanyak mungkin cabang, melainkan menjaga tajuk tetap seimbang dan memungkinkan cahaya masuk ke bagian tanaman yang membutuhkan, karena penetrasi cahaya berkaitan dengan pembungaan dan pembentukan buah pada jeruk.
Advertisement
8. Kelola Stres Air dengan Hati-Hati untuk Merangsang Pembungaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352375/original/030667700_1789791529-b2b9eefa-4c42-45cf-8592-eefba521137d.jpeg)
Pada kondisi tertentu, pengaturan stres air dapat digunakan untuk membantu merangsang pembungaan jeruk. Ketika tanaman jeruk mengalami periode kekurangan air yang terkontrol, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu sinyal fisiologis yang berkaitan dengan induksi bunga, terutama pada iklim tropis dan subtropis.
Namun, cara ini tidak sama dengan membiarkan pohon sampai layu berat atau kekeringan berkepanjangan. Tingkat dan durasi stres air yang dibutuhkan berbeda menurut varietas, umur tanaman, iklim, kondisi media, serta kesehatan pohon, sedangkan stres yang terlalu berat justru dapat menyebabkan kerontokan daun, bunga, atau buah.
Untuk jeruk dalam pot di rumah, pendekatan yang lebih aman adalah menjaga tanaman sehat terlebih dahulu dan tidak melakukan stres air secara sembarangan. Jika teknik tersebut ingin diterapkan, tanaman harus sudah cukup matang dan berada dalam kondisi pertumbuhan yang sesuai, karena tanaman yang masih aktif membentuk tunas muda tidak selalu merespons dengan pembungaan seperti yang diharapkan.
9. Bantu Tanaman Mempertahankan Buah Muda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352376/original/036501200_1789791529-9dd3c10a-72ad-49ea-b781-7e61695248bf.jpeg)
Setelah bunga muncul, perhatian tidak berhenti pada pembungaan karena sebagian bunga dapat gugur secara alami. Tanaman membutuhkan air, cahaya, dan nutrisi yang cukup untuk mempertahankan buah muda hingga berkembang lebih besar.
Ketersediaan air berperan dalam proses pembentukan dan pembesaran buah, sedangkan daun yang sehat menyediakan hasil fotosintesis yang dapat dialokasikan untuk pertumbuhan buah. Gangguan berat pada keseimbangan air atau nutrisi dapat mengurangi kemampuan tanaman mempertahankan hasil yang sudah terbentuk.
Jika pohon terlalu banyak menghasilkan buah dibandingkan kemampuan tajuk dan sistem akarnya, ukuran buah juga belum tentu menjadi besar. Karena itu, kondisi tanaman secara keseluruhan lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah bunga atau buah sebanyak mungkin.
Advertisement
10. Pantau Hama dan Penyakit Sejak Awal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352377/original/040992600_1789791529-c138affc-1a79-4a5e-bdff-b871eedb88e2.jpeg)
Pohon jeruk yang sehat tetap perlu diperiksa secara rutin, terutama bagian pucuk muda, bawah daun, bunga, dan buah. Hama seperti kutu daun, kutu sisik, tungau, serta beberapa organisme pengganggu lain dapat mengganggu pertumbuhan daun atau menyebabkan kerusakan pada buah.
Daun yang rusak atau pertumbuhan pucuk yang terganggu dapat mengurangi kemampuan tanaman melakukan fotosintesis. Sementara itu, kerusakan langsung pada bunga atau buah dapat meningkatkan risiko bunga dan buah muda gugur sehingga hasil panen akhirnya berkurang.
Karena itu, periksa tanaman secara berkala dan tangani masalah sedini mungkin sesuai jenis organisme pengganggunya. Perawatan yang konsisten akan membantu menjaga daun tetap aktif, tajuk tetap sehat, dan sumber daya tanaman lebih banyak tersedia untuk mendukung pembentukan serta perkembangan buah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Pohon Jeruk dalam Pot Cepat Berbuah dan Buahnya Lebih Lebat
Apakah pohon jeruk dalam pot bisa cepat berbuah?
Bisa, terutama jika menggunakan bibit hasil sambung atau okulasi, mendapat cukup sinar matahari, serta dirawat dengan air dan nutrisi yang sesuai.
Apa yang membuat buah jeruk dalam pot lebih lebat?
Cahaya yang cukup, pemupukan seimbang, penyiraman teratur, pemangkasan seperlunya, dan tanaman yang sehat dapat mendukung pembentukan serta perkembangan buah.
Apakah semakin banyak pupuk membuat jeruk semakin lebat?
Tidak. Pupuk berlebihan, terutama nitrogen, justru dapat mendorong pertumbuhan daun dan cabang sehingga pembungaan dan produksi buah dapat terganggu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561645/original/062284300_1776755556-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350589/original/081308400_1789623158-Kesalahan_menata_rumah_kecil_yang_membuat_ruangan_terlihat_semakin_sempit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348379/original/047584300_1789439970-ayam_besler_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337194/original/027407200_1788236442-01M13K7X829QDH1VMYFGXEK735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352361/original/065834700_1789791182-Gemini_Generated_Image_39x5gr39x5gr39x5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352305/original/032414100_1789785749-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352273/original/009497600_1789779993-Gemini_Generated_Image_jrm1a1jrm1a1jrm1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352302/original/016378500_1789785619-e5d2e25a-6f8a-4d2a-83a9-53b50d304ca4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350344/original/080631900_1789612199-9b40d687-bccc-45cb-8ea6-fc118cb751f1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)