9 Cara Menanam Sawi Hijau dalam Wadah Dangkal di Teras, Tak Perlu Lahan Luas

Cara menanam sawi hijau dalam wadah dangkal di teras untuk menghasilkan sayuran segar di rumah meski memiliki lahan terbatas.

Diterbitkan 19 September 2026, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki kebun sayur di rumah tetap bisa dilakukan meski lahan terbatas. Cara menanam sawi hijau dalam wadah dangkal di teras menjadi pilihan praktis untuk menghasilkan sayuran segar tanpa membutuhkan area yang luas.

Menanam sawi hijau di teras membutuhkan beberapa tahapan agar tanaman tumbuh subur. Mulai dari memilih wadah, menyiapkan media tanam, menyemai benih, hingga memberikan penyiraman dan pupuk secara rutin.

Artikel Liputan6.com ini akan membahas tentang cara menanam sawi hijau dalam wadah dangkal di teras. Dengan perawatan yang tepat, sawi hijau dapat tumbuh sehat dan siap dipanen dalam waktu relatif singkat. Wadah dangkal pun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membuat kebun mini yang produktif di rumah, Sabtu (19/9/2026).

1. Siapkan Wadah dan Media Tanam

Langkah pertama adalah menyiapkan wadah yang sesuai untuk menanam sawi hijau. Gunakan baki, nampan plastik, polybag, pot, atau wadah bekas dengan kedalaman minimal 10–15 cm. Pastikan bagian bawah wadah memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar membusuk.

Setelah itu, siapkan media tanam berupa campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, serta sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Media sebaiknya dalam kondisi gembur, subur, memiliki drainase baik, dan mampu mempertahankan kelembapan yang dibutuhkan tanaman.

2. Pilih Benih Sawi Hijau Berkualitas

Pemilihan benih menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya sawi hijau. Gunakan benih yang berkualitas baik, memiliki daya kecambah tinggi, serta berada dalam kondisi bersih dan bebas dari tanda-tanda serangan hama maupun penyakit.

Benih sawi hijau umumnya mudah ditemukan di toko pertanian maupun melalui toko daring. Sebaiknya pilih benih dari sumber terpercaya dan perhatikan informasi varietas serta masa kedaluwarsa pada kemasan. Benih yang sehat akan membantu menghasilkan tanaman yang tumbuh lebih seragam sehingga perawatannya menjadi lebih mudah hingga memasuki masa panen.

3. Semai Benih Sawi

Benih sawi hijau dapat disemai langsung pada wadah dangkal sehingga proses penanaman lebih praktis. Taburkan benih secara merata di atas permukaan media tanam, kemudian tutupi dengan lapisan tipis tanah atau kompos. Setelah itu, siram menggunakan air secukupnya dengan hati-hati agar benih tidak hanyut atau berpindah tempat.

Jaga kelembapan media selama masa perkecambahan, tetapi hindari penyiraman berlebihan. Dalam kondisi yang sesuai, benih sawi biasanya mulai berkecambah sekitar 2–4 hari setelah disemai. Jika menggunakan wadah semai terpisah, bibit dapat dipindahkan setelah memiliki 2–4 daun sejati.

4. Lakukan Penjarangan atau Pindah Tanam

Penjarangan diperlukan agar tanaman sawi tidak tumbuh terlalu rapat dan saling berebut ruang, air, serta nutrisi. Jika benih disemai langsung dalam wadah dangkal, lakukan penjarangan setelah bibit memiliki beberapa daun. Pilih tanaman yang terlihat paling sehat dan kokoh, kemudian sisakan dengan jarak sekitar 10–15 cm antartanaman.

Sementara itu, bibit yang disemai dalam wadah terpisah dapat dipindahkan ketika telah memiliki 2–4 daun sejati atau sekitar 7–10 hari setelah penyemaian. Jarak tanam yang cukup membantu setiap tanaman memperoleh ruang untuk berkembang secara optimal.

5. Tempatkan di Area yang Mendapat Cukup Sinar Matahari

Setelah bibit ditanam, letakkan wadah pada bagian teras yang mendapatkan paparan sinar matahari langsung. Sawi hijau membutuhkan sekitar 4–6 jam sinar matahari setiap hari untuk mendukung pertumbuhan daun dan perkembangan tanaman.

Area yang memperoleh cahaya matahari pada pagi hari dapat menjadi pilihan yang baik, terutama jika teras memiliki ruang terbatas. Hindari menempatkan wadah di lokasi yang terlalu teduh karena kurangnya cahaya dapat membuat pertumbuhan tanaman kurang optimal. Pastikan pula posisi wadah tidak mudah terkena genangan air saat hujan.

6. Lakukan Penyiraman Secara Rutin

Penyiraman perlu dilakukan secara teratur karena sawi hijau membutuhkan media tanam yang cukup lembap selama masa pertumbuhan. Pada kondisi cuaca panas, penyiraman dapat dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Namun, jumlah air sebaiknya disesuaikan dengan kondisi media dan cuaca agar tanaman tidak mengalami kelebihan air.

Periksa kelembapan media sebelum menyiram dan pastikan air dapat mengalir keluar melalui lubang drainase. Media yang terlalu kering dapat menghambat pertumbuhan, sedangkan kondisi yang terus-menerus tergenang dapat meningkatkan risiko akar membusuk.

7. Berikan Pupuk untuk Mendukung Pertumbuhan

Pemberian pupuk dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sawi selama masa pertumbuhan. Setelah tanaman berumur sekitar dua minggu, berikan pupuk organik cair atau pupuk NPK dengan dosis sesuai petunjuk pada kemasan setiap 7–10 hari. Kompos atau pupuk kandang juga dapat digunakan sebagai pupuk dasar ketika menyiapkan media tanam.

Jika diperlukan, pupuk organik dapat diberikan kembali sebagai pupuk susulan. Pemberian pupuk sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Dengan pemupukan yang sesuai, sawi dapat tumbuh dengan daun yang lebih sehat dan berkembang dengan baik.

8. Kendalikan Hama dan Penyakit

Pemeriksaan tanaman secara rutin penting dilakukan untuk mencegah hama dan penyakit mengganggu pertumbuhan sawi hijau. Beberapa hama yang umum menyerang antara lain ulat daun, kutu daun, dan belalang. Periksa bagian atas maupun bawah daun untuk menemukan tanda serangan sejak dini.

Hama yang terlihat dapat disingkirkan secara manual, sedangkan serangan yang membutuhkan penanganan tambahan dapat dikendalikan menggunakan pestisida nabati, seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih. Selain itu, bersihkan gulma, daun yang rusak, dan area sekitar wadah agar lingkungan tanam tetap bersih.

9. Panen Sawi Hijau

Sawi hijau umumnya sudah dapat dipanen sekitar 25–40 hari setelah tanam, meskipun waktu panen dapat berbeda tergantung varietas dan kondisi pertumbuhannya. Sebelum memanen, pastikan tanaman telah memiliki ukuran dan jumlah daun yang sesuai dengan kebutuhan.

Ada dua cara panen yang dapat dilakukan, yaitu memotong seluruh tanaman pada bagian pangkal atau memetik daun terluar secara bertahap. Cara kedua memungkinkan tanaman tetap tumbuh dan menghasilkan daun baru sehingga panen dapat dilakukan beberapa kali. Gunakan alat yang bersih saat memotong agar tanaman tidak mudah mengalami kerusakan.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Sawi Hijau dalam Wadah Dangkal di Teras

Berapa kedalaman wadah minimal untuk menanam sawi hijau?

Wadah dangkal untuk menanam sawi hijau sebaiknya memiliki kedalaman minimal 10-15 cm.

Bagaimana komposisi media tanam yang baik untuk sawi hijau?

Media tanam yang ideal untuk sawi hijau adalah campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Media ini harus gembur, subur, serta memiliki drainase yang baik namun tetap mampu menahan kelembaban.

Berapa lama sawi hijau bisa dipanen setelah tanam?

Sawi hijau umumnya dapat dipanen sekitar 25-40 hari setelah tanam, tergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhannya.

Apakah sawi hijau membutuhkan banyak sinar matahari?

Ya, sawi hijau membutuhkan paparan sinar matahari penuh setidaknya 4-6 jam setiap hari untuk pertumbuhan yang optimal. Wadah sebaiknya ditempatkan di teras yang mendapatkan sinar matahari langsung, terutama pada pagi hari.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6