24 April 1980: Operasi Penyelamatan Sandera di Iran Gagal, 8 Prajurit AS Tewas

Operasi penyelamatan pada 24 April 1980 ini gagal total. Kenapa misi ini berubah jadi tragedi?

Diterbitkan 24 April 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Upaya militer Amerika Serikat untuk membebaskan sandera di Iran berakhir tragis pada 24 April 1980. Operasi yang dilancarkan di Teheran itu gagal total setelah insiden kecelakaan menewaskan delapan personel militer tanpa satu pun sandera berhasil diselamatkan.

Misi yang kemudian dikenal sebagai Operation Eagle Claw diluncurkan oleh pemerintahan Presiden Jimmy Carter sebagai langkah terakhir setelah jalur diplomatik mengalami kebuntuan.

Krisis bermula pada 4 November 1979, ketika mahasiswa militan Iran menyerbu Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran. Aksi tersebut dipicu oleh kemarahan atas keputusan AS memberikan perawatan medis kepada mantan pemimpin Iran, Mohammad Reza Shah Pahlavi.

Dalam perkembangan awal, pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ruhollah Khomeini, membebaskan sejumlah sandera non-AS dan dari kelompok minoritas. Namun, sebanyak 52 warga Amerika tetap ditahan selama lebih dari satu tahun, dikutip dari laman History, Jumat (24/4/2026).

Operasi penyelamatan dilakukan pada April 1980, tetapi menghadapi berbagai kendala teknis sejak tahap awal. Sejumlah helikopter mengalami kerusakan, dan situasi memburuk ketika sebuah helikopter bertabrakan dengan pesawat angkut C-130 di area persiapan di gurun Iran. Insiden tersebut menyebabkan ledakan besar yang menewaskan delapan tentara AS.

Presiden Carter kemudian menyatakan bertanggung jawab penuh atas kegagalan operasi tersebut. Sementara itu, para sandera tetap berada dalam penahanan selama berbulan-bulan setelah insiden tersebut.

Krisis baru berakhir pada 20 Januari 1981, bertepatan dengan pelantikan Presiden Ronald Reagan. Kesepakatan yang dimediasi oleh Aljazair menghasilkan pembebasan 52 sandera setelah 444 hari ditahan, dengan imbalan pencairan aset Iran oleh Amerika Serikat senilai hampir 8 miliar dolar AS.

Sehari setelah pembebasan, Carter terbang ke Jerman Barat untuk menyambut langsung kepulangan para sandera, menandai berakhirnya salah satu krisis diplomatik paling menegangkan dalam hubungan AS-Iran. Â