Menantu Trump Paparkan Master Plan Rekonstruksi Gaza Pasca Perang

Rencana tersebut mencakup pengembangan kawasan pesisir, gedung-gedung mewah, serta proyek properti berskala besar lainnya.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 16:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Davos - Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sekaligus pengembang properti, pada Kamis (23/1/2026) memaparkan sebagian dari apa yang ia sebut sebagai "master plan" pemerintahan Trump untuk membangun kembali Jalur Gaza yang hancur akibat perang. 

Kushner menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri acara penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian Gaza di Davos, Swiss, yang diluncurkan Presiden Trump. Ia mengatakan bahwa desain pembangunan Gaza akan meniru tampilan kota-kota Timur Tengah lain yang baru direvitalisasi.

Menurut Kushner, proses pembangunan kembali Gaza dapat diselesaikan hanya dalam waktu dua hingga tiga tahun. Dewan Perdamaian memperkirakan bahwa proyek ambisius ini akan membutuhkan dana lebih dari USD 25 miliar untuk membangun kembali utilitas modern dan layanan publik.

"Kami telah mengembangkan cara untuk membangun kembali Gaza. Gaza, seperti yang sering dikatakan Presiden Trump, memiliki potensi yang luar biasa dan ini adalah untuk rakyat Gaza," ujar Kushner seperti dikutip dari laporan ABC News.

Dalam presentasinya, Kushner menampilkan tayangan slide berisi gambar konsep dari "master plan" tersebut dan menjelaskan bahwa pembangunan akan dilakukan berdasarkan pembagian zona.

"Pada awalnya, kami sempat mempertimbangkan pembangunan dengan pembagian wilayah, yaitu zona bebas dan zona yang berada di bawah Hamas. Namun kemudian kami memutuskan untuk merancang pembangunan dengan asumsi keberhasilan penuh. Kami berpegang pada kesepakatan yang telah ditandatangani, yang menetapkan wilayah ini sebagai kawasan yang didemiliterisasi, dan itulah yang akan kami tegakkan," kata Kushner.

Kushner juga menampilkan peta "Master Plan" yang menggambarkan empat tahap pembangunan Gaza, yaitu Rafah atau "kota 1", Khan Younis atau "kota 2", wilayah Kamp Tengah atau "kota 3", serta Kota Gaza atau "kota 4".

Untuk kawasan "Rafah Baru", Kushner menunjukkan slide yang mengklaim akan dibangun lebih dari 100.000 unit hunian permanen, 200 pusat pendidikan, 180 pusat budaya, keagamaan, dan pelatihan vokasional, serta 75 fasilitas medis.

 

Fokus 100 Hari ke Depan

Bagian lain dari rencana tersebut menampilkan konsep "pariwisata pesisir" yang mencakup 170 menara tinggi yang akan digunakan untuk kawasan hunian, kompleks industri, pusat data, dan manufaktur canggih. Area itu akan dipisahkan oleh taman, lahan pertanian, serta fasilitas olahraga.

Gambar-gambar konsep pariwisata pesisir tersebut memperlihatkan gedung-gedung pencakar langit yang mencolok, hotel, serta vila-vila mewah yang berdiri di tepi perairan yang berkilauan.

Kushner menjelaskan bahwa 100 hari ke depan akan difokuskan pada penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza. Bantuan tersebut akan disesuaikan dengan ketentuan dalam perjanjian tanggal 19 Januari 2025 terkait bantuan kemanusiaan, termasuk rehabilitasi infrastruktur seperti air, listrik, dan sistem pembuangan limbah, pemulihan rumah sakit dan toko roti, serta masuknya peralatan yang diperlukan untuk membersihkan sekitar 68 juta ton puing dan membuka kembali jalan-jalan.

"Kami tetap fokus pada bantuan kemanusiaan dan tempat penampungan darurat, sambil menciptakan kondisi untuk melangkah ke tahap berikutnya," tutur Kushner.

Peningkatan jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza merupakan elemen kunci dari keseluruhan kesepakatan gencatan senjata. Meskipun organisasi bantuan internasional melaporkan bahwa mereka kini dapat beroperasi lebih leluasa di beberapa wilayah Gaza yang telah ditinggalkan pasukan Israel, jumlah pasti bantuan yang masuk sejak 10 Oktober, ketika fase pertama gencatan senjata mulai berlaku, masih sulit untuk dipastikan.

Organisasi-organisasi bantuan internasional menyatakan bahwa kebutuhan bantuan di seluruh Gaza masih sangat besar, mulai dari makanan, pasokan medis, hingga tempat tinggal.

Badai musim dingin memperburuk kondisi di lapangan, di mana hujan lebat menyebabkan banjir di kamp-kamp pengungsian dan suhu yang lebih rendah membuat kondisi hidup semakin sulit. Menurut PBB, sekitar satu juta warga Palestina di Gaza saat ini membutuhkan bantuan tempat tinggal dan solusi hunian jangka panjang. Otoritas kesehatan Gaza menyatakan 10 anak meninggal dunia akibat kedinginan.

Rencana 100 hari tersebut mencakup pula tahap rekonstruksi, termasuk penyediaan hunian sementara yang lebih baik sebagai masa transisi hingga perumahan permanen siap ditempati. Selain itu, ungkap Kushner, akan disusun rencana pembangunan ekonomi ala Trump untuk membangun kembali dan menggerakkan Gaza, serta menyatukan kerangka keamanan dan tata kelola guna menarik dan memfasilitasi investasi yang akan menciptakan lapangan kerja, peluang, dan harapan bagi masa depan Gaza.

Kushner menyebutkan bahwa sebuah zona ekonomi khusus akan dibentuk, dengan tarif preferensial dan akses perdagangan yang akan dinegosiasikan dengan negara-negara peserta.

Ambisi Lama Trump

Kushner menambahkan bahwa sebagian besar dana proyek ini akan berasal dari sektor swasta, sambil mempromosikan apa yang ia sebut sebagai peluang investasi yang luar biasa.

Presiden Trump, yang berbicara dalam konferensi tersebut, menyatakan bahwa perang di Gaza benar-benar akan segera berakhir. Dia memuji rencana pembangunan kembali yang dibeberkan menantunya.

"Saya ini orang properti sejati dan semuanya soal lokasi. Saya melihat lokasi ini di tepi laut, sebidang tanah yang indah, dan membayangkan apa yang bisa dihasilkan untuk begitu banyak orang," sebut Trump.

"Orang-orang yang hidup dalam kondisi sangat buruk akan hidup dengan sangat baik."

Menurut PBB, lebih dari 90 persen bangunan tempat tinggal di Gaza telah hancur atau rusak sejak serangan 7 Oktober 2023 dan perang yang terjadi setelahnya.

Meskipun gencatan senjata sebagian besar masih bertahan, insiden pelanggaran tetap terjadi secara sporadis dari kedua belah pihak. Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza yang dikelola Hamas, setidaknya 483 orang telah tewas sejak fase pertama gencatan senjata diberlakukan.

Tahun lalu, Trump sempat menyatakan bahwa AS akan mengambil alih Gaza, meratakannya, dan membangunnya kembali.

Ketika ditanya oleh seorang wartawan dalam konferensi pers di Gedung Putih pada 4 Februari 2025 bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai apakah warga Palestina yang direlokasi akan memiliki hak untuk kembali, Trump menjawab, "Mengapa mereka ingin kembali?"

Saat wartawan lain menanyakan siapa yang akan tinggal di Gaza, Trump menjawab, "orang-orang dari seluruh dunia", seraya mengatakan bahwa potensi Gaza itu luar biasa.

"Sejarah, seperti yang Anda tahu, tidak bisa terus dibiarkan berulang. Kita punya kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bisa menjadi fenomenal. Dan saya tidak ingin bercanda atau bersikap sok pintar. Tapi Riviera Timur Tengah ini bisa menjadi sesuatu yang begitu… megah," kata Trump dalam konferensi pers tersebut.

Trump kemudian menuai kritik pada bulan berikutnya setelah membagikan sebuah video hasil kecerdasan buatan di media sosial yang menggambarkan dirinya dan Netanyahu sedang berjemur di sebuah lokasi yang disebut "Trump Gaza", yang menampilkan sebuah resor mewah.