26 Mei 2000: Hizbullah Rayakan Kemenangan Usai Israel Mundur dari Lebanon Selatan

Usai rayakan kemenangan, Hizbullah meminta kembali wilayah yang disengketakan dengan Israel.

Diterbitkan 26 Mei 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beirut - Pemimpin Hizbullah Sheikh Hassan Nasrallah, disambut puluhan ribu pendukungnya dalam sebuah aksi kemenangan untuk merayakan penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan.

Dalam pidatonya, Nasrallah menegaskan bahwa wilayah yang masih disengketakan serta para tahanan yang masih ditahan Israel harus dikembalikan ke Lebanon. Namun, ia tidak menyinggung kemungkinan merebutnya kembali melalui pertempuran.

Pidato tersebut disampaikan tak lama setelah pernyataan resmi dari Hezbollah bahwa kelompok mereka, yang selama ini memimpin perlawanan terhadap pendudukan Israel, akan segera menarik para pejuangnya dari wilayah selatan Lebanon, menyusul mundurnya pasukan Israel.

Sementara itu, pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mulai berpatroli dengan kendaraan lapis baja di zona yang sebelumnya dikuasai Israel di Lebanon, dikutip dari laman BBC, Senin (26/5/2025).

Utusan khusus PBB Terje Roed-Larsen, menyatakan bahwa pasukan tersebut akan ditempatkan secara permanen hingga mencapai perbatasan Israel, setelah PBB memastikan bahwa penarikan pasukan Israel benar-benar tuntas.

Pemerintah Lebanon sendiri telah mengerahkan sekitar 600 personel polisi bersenjata ke wilayah yang baru saja ditinggalkan Israel. Namun, pihak Beirut menolak mengirim pasukan militer sebelum ada konfirmasi resmi mengenai penarikan penuh pasukan Israel.

Dalam aksi unjuk rasa di kota Bint Jbeil, yang dekat dengan perbatasan Israel, Sheikh Nasrallah memanjatkan doa agar kemenangan ini menjadi awal dari pembebasan seluruh wilayah Lebanon dan pembebasan semua tahanan.

Yang dimaksud Nasrallah adalah kawasan pertanian Shebaa, sebuah wilayah yang terletak di perbatasan Lebanon dan Suriah, namun telah diduduki Israel sejak tahun 1967.

“Aku berjanji kepada kalian bahwa semua tahanan akan segera kembali, dan ladang Shebaa akan kembali menjadi milik Lebanon,” ucapnya di hadapan massa.

Nasrallah menegaskan bahwa Israel tidak memiliki pilihan lain, karena menurut Hizbullah, seluruh wilayah Lebanon yang masih diduduki harus dikembalikan.

Meski begitu, pemimpin Syiah tersebut tidak menyebutkan secara jelas apa yang akan terjadi jika Israel menolak mengembalikan wilayah tersebut.

Selain itu, Nasrallah juga menyerukan hukuman berat bagi warga Lebanon yang dianggap telah “berkolaborasi” dengan Israel selama masa pendudukan.

Sekitar 1.500 anggota milisi telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang atau kepada Hizbullah. Di Lebanon, tindakan kolaborasi dengan musuh bisa dikenakan hukuman mati.