Tak Perlu Pindah Aplikasi, TikTok Integrasikan Game dan Mini Series di Platform

Keunggulan utama TikTok for Business dibandingkan kompetitornya terletak pada ekosistem closed loop atau full funnel yang ditawarkan.

Diterbitkan 03 Juli 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - TikTok mengubah lanskap ekonomi aplikasi global dengan memperkenalkan integrasi native untuk mini series dan mini gaming dalam platform-nya.

Langkah strategis ini diambil guna mengatasi tantangan terbesar para pelaku industri digital, yakni terputusnya rekam jejak konsumen di tengah jalan akibat proses pengunduhan yang rumit.

Head of APAC Business Marketing Strategy TikTok, Christopher Junaidi, mengungkapkan bahwa selama ini promosi aplikasi di platform digital cenderung hanya berhenti pada tahap membangun kesadaran merek (brand awareness) atau sekadar mendorong klik dan unduh.

Pengguna biasanya harus berpindah hingga ke tiga aplikasi berbeda sebelum akhirnya bisa menikmati konten atau bertransaksi.

"Friksi terbesar itu ada di antara orang melihat konten, mengunduh, bermain, sampai akhirnya bertransaksi. Sekarang, dengan adanya mini series dan mini gaming yang terintegrasi secara native di TikTok, friksi itu berkurang drastis karena semua aktivitas berada di dalam satu platform," ujar Chris di sela-sela gelaran TikTok Apps Summit 2026 di Singapura, belum lama ini.

Ia menegaskan keunggulan utama TikTok for Business dibandingkan para kompetitornya terletak pada ekosistem closed loop atau full funnel yang ditawarkan.

Melalui sistem ini, seluruh tahapan konsumen mulai dari membangun awareness, mencoba (trial), menonton atau bermain, hingga transaksi monetisasi, dapat diselesaikan tanpa harus keluar dari aplikasi TikTok.

 

Potensi Pasar Gaming Kian Besar

Fitur baru yang tengah diluncurkan secara bertahap ini dinilai membuka peluang komersial yang masif, tidak hanya bagi korporasi besar tetapi juga untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Berdasarkan data Boston Consulting Group (BCG), potensi industri gaming diproyeksikan bisa menyentuh angka USD 350 miliar pada 2030.

Menariknya, TikTok mendorong para publisher dan developer lokal di Indonesia untuk tidak lagi membatasi diri pada pasar domestik. Platform ini memungkinkan kreator mengekspor produk digital mereka ke ceruk pasar internasional.

"Pasar Indonesia memang besar, tetapi dengan fitur ini kita bisa menarik audiens dari pasar luar negeri bahkan secara global. Jadi kalau kita bicara soal ekspor, ke depan tidak harus selalu ekspor baju, kita bisa mengekspor aplikasi, mini series, dan mini gaming," Chris memungkaskan.