Cegah Pengguna Kabur ke TikTok, Facebook Bakal Ubah Tampilan

Facebook berencana mengubah antarmukanya secara mendasar dengan langsung menampilkan video full screen saat aplikasi dibuka demi membendung dominasi TikTok.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 10:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Facebook sedang merencanakan perubahan besar demi mencegah penggunanya berpaling ke platform pesaing, TikTok. Langkah ini membuat platform besutan Meta tersebut makin terlihat seperti "tiruan" TikTok.

Pimpinan Facebook, Tom Alison, mengumumkan bahwa platformnya akan mulai menguji coba pengalaman yang dirancang ulang pada akhir tahun ini. Pembaruan tersebut akan langsung menampilkan tayangan video layar penuh (full screen) begitu pengguna membuka aplikasi.

Pihak Meta belum membagikan detail tampilan antarmuka terbarunya. Namun, mereka menyebutkan bahwa uji coba akan dimulai di negara-negara dengan tingkat konsumsi video tinggi, sebelum diperluas ke Amerika Serikat pada tahun depan.

Uji coba ini didorong oleh pengamatan Facebook bahwa "video kini menjadi tempat perbincangan terjadi, komunitas terbentuk, dan bahkan aktivitas perdagangan berlangsung." Fenomena inilah yang membuat platform media sosial orisinal milik Meta tersebut mulai tertinggal dari para kompetitornya.

Meski Meta tidak membeberkan rincian angka pengguna di setiap platformnya, data internal perusahaan menunjukkan bahwa Meta kehilangan sekitar 20 juta pengguna secara keseluruhan pada kuartal pertama 2026. Demikian sebagaimana dikutip dari The Verge, Senin (27/7/2026).

Facebook dilaporkan masih menjadi platform media sosial terpopuler secara global. Namun, YouTube terus membayangi di posisi kedua, sementara TikTok bertumbuh sangat pesat hingga melampaui 1 miliar pengguna bulanan hanya dalam kurun waktu 3 tahun setelah diluncurkan—jauh lebih cepat dibandingkan pencapaian Facebook.

Meta sebelumnya meluncurkan fitur Reels di Instagram pada 2020 untuk menandingi TikTok, dan kini mencoba menerapkan strategi serupa di Facebook. Langkah ini diambil setelah Alison menilai bahwa TikTok justru tampak seperti "mengejar" Facebook, bukan sebaliknya, sebagaimana pernah ia sampaikan kepada The Verge pada 2022 lalu.

 

Ambisi Facebook

Selama bertahun-tahun, Facebook telah berkembang menjadi platform dengan beragam layanan sosial dan perdagangan. Kini, demi meningkatkan pengalaman pengguna, platform ini tak segan meniru langkah para pesaingnya.

Facebook baru saja meluncurkan aplikasi Seller—mirip Craigslist—khusus bagi para penjual di Marketplace untuk memantau kinerja, mengelola daftar produk, dan bertukar pesan dengan pembeli.

Selain itu, Facebook juga merilis aplikasi Forum pada awal tahun ini untuk menyediakan ruang interaksi khusus bagi pengguna Facebook Groups, dengan konsep menyerupai subreddit di Reddit.

Perubahan juga menyasar sistem verifikasi centang biru di Facebook. Jika sebelumnya pengguna harus berlangganan Meta Verified seharga US$ 11,99 atau sekitar Rp 214.884 per bulan, kini Facebook menawarkan lencana verifikasi gratis. Centang biru gratis ini bisa didapatkan hanya dengan menyelesaikan proses verifikasi swafoto (selfie verification) untuk membuktikan bahwa akun tersebut dikelola oleh manusia sungguhan.