Meta Suntik Rp 14 Triliun ke Startup Cred, Pendirinya Ditarik ke WhatsApp

Startup fintech India Cred meraih pendanaan Rp 14 triliun dari Meta pada Juni 2026, dan pendirinya hengkang dari jabatan CEO untuk memimpin WhatsApp.

Diterbitkan 23 Juni 2026, 13:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Meta baru saja mengumumkan investasi besar-besaran di sektor teknologi keuangan, khususnya di India. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu menyuntikkan dana senilai USD 900 juta atau sekitar Rp 14,7 triliun untuk startup fintech Cred.

Berkat dana segar dari Meta itu, valuasi Cred pun tembus hingga 4 miliar dolar AS. Dana segar tersebut akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan, membangun kapabilitas institusional, dan memperluas kemimpinan di berbagai kategori, sebagaimana dikutip dari CNBC, Selasa (23/6/2026).

Disaat bersamaan, kabar pengumuman investasi ini dibayangi kabar mengejutkan terkait dengan pendiri sekaligus CEO Cred yakni Kunal Shah 

Lewat unggahannya di X (dulunya Twitter), Kunal Shah mengisyaratkan alasan dirinya meninggalkan perusahaan yang ia dirikan kurang dari satu dekade lalu dan akhirnya gabung dengan WhatsApp.

“Meskipun sudah sangat jauh, delta antara WhatsApp hari ini dan potensi penuhnya sangat besar,” kata Kunal. Disebutkan, dirinya akan berperan sebagai pengganti Will Cathcart sebagai pimpinan di aplikasi pesan milik Meta itu. 

Diyakini, langkah Meta merekrut Kunal dinilai masuk akal, dikarenakan WhatsApp memiliki lebih dari 500 juta pengguna di India.

Akan tetapi, aplikasi pesan tersebut masih menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan layanan pembayaran digital WhatsApp Pay di tengah persaingan ketat pasar fintech lokal. 

Sementara itu, Cred berkembang menjadi salah satu startup fintech paling berpengaruh di India. Platform ini membantu pengguna mengelola dan membayar tagihan kartu kredit, serta menawarkan berbagai layanan keuangan tambahan. 

Menurut perusahaan, Cred kini memproses lebih dari 40 persen pembayaran tagihan kartu kredit di India dan terus mengembangkan bisnis pinjamannya.

Investor Cred juga mengakui peran besar Shah dalam membangun perusahaan.

Managing Director PeakXV Partners, Shailendra Singh, mengatakan Cred berhasil menciptakan kategori baru dan membangun basis pengguna yang sangat aktif.

“Perusahaan ini telah menciptakan sebuah kategori, mengumpulkan jutaan pengguna yang sangat aktif, dan membangun mesin ekonomi yang kuat.”

Ia menambahkan bahwa sebagian besar kesuksesan Cred tidak lepas dari kontribusi Kunal Shah. 

Seiring kepindahan Shah ke Meta, posisi CEO sementara akan diisi oleh Miten Sampat yang sebelumnya memimpin strategi dan keuangan perusahaan.

Di saat sama, dewan direksi mulai menyiapkan struktur kepemimpinan baru sebagai bagian dari rencana menuju penawaran saham perdana atau IPO.

Meta Pindahkan 7.000 Karyawan ke 4 Divisi Baru

Logo Meta di kantor Meta Indonesia di Capital Place. Liputan6.com/Matahari Kartika Purusakara.

Di sisi lain, Meta kembali melakukan perombakan massal pada struktur organisasinya. Langkah agresif ini memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan staf, sekaligus memindahkan ribuan pekerja lainnya ke divisi baru yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Berdasarkan memo internal perusahaan yang dilaporkan oleh Reuters dan The New York Times, HR Head Meta, Janelle Gale, mengumumkan bahwa sebanyak 7.000 karyawan akan dialihkan ke empat organisasi baru.

Divisi-divisi anyar ini dirancang khusus untuk membangun perangkat dan aplikasi berbasis AI natif. Gale menyebut restrukturisasi ini bertujuan untuk mendongkrak produktivitas serta memberikan lingkungan kerja yang lebih bernilai bagi karyawan.

Struktur baru ini mengadopsi sistem "desain natif AI" yang memangkas birokrasi, sehingga jumlah lapisan manajemen per karyawan menjadi lebih ramping.

Guna memperlancar proses transisi, manajemen Meta menginstruksikan para karyawan untuk bekerja dari rumah (WFH), sembari menunggu surel resmi mengenai kejelasan posisi baru mereka. Di hari yang sama, surat pemberitahuan PHK juga mulai dikirimkan kepada staf yang terdampak pengurangan.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan efisiensi Meta yang diumumkan akhir April lalu, di mana perusahaan memangkas 8.000 posisi kerja dan menutup 6.000 lowongan aktif.

Gale menegaskan bahwa keputusan pahit ini terpaksa diambil demi menekan pengeluaran operasional dan mengimbangi investasi besar-besaran perusahaan di sektor AI.

Pergeseran Fokus Meta

Fenomena ini sekaligus mempertegas tren industri teknologi global, di mana para pemain utama rela mereduksi jumlah tenaga kerja demi mengalokasikan modal ke kompetisi teknologi masa depan.

Pergeseran fokus Meta terjadi setelah proyek ambisius mereka terdahulu, Metaverse, gagal mendominasi pasar global sesuai ekspektasi. Kini, di bawah komando Mark Zuckerberg, Meta beralih total ke ekosistem AI.

Perusahaan berencana membangun pusat data berkapasitas raksasa hingga "puluhan gigawatt" dalam dekade ini. Zuckerberg bahkan turun tangan langsung merekrut pakar-pakar top untuk tim "superintelligence" miliknya. Menurut laporan, Meta memproyeksikan belanja modal hingga US$ 115 miliar sampai US$ 135 miliar tahun ini demi ambisi tersebut.