Harga Pangan 8 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp 59.650 per Kg

Berikut daftar lengkap harga pangan seperti cabai dan bawang pada Sabtu, (8/8/2026).

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 14:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan seperti komoditas cabai rawit merah tembus Rp 59.650 per kilogram (Kg) pada Sabtu, (8/8/2026) pukul 10.40 WIB. Sementara itu, harga telur ayam mencapai Rp 29.450 per kg.

Hal itu ditunjukkan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, dikutip dari Antara, Sabtu pekan ini.

Selain itu, harga cabai merah besar tembus Rp 49.900 per kg, cabai merah keriting Rp 50.400 per kg dan cabai rawit hijau tembus Rp 50.600 per kg. Sementara itu, harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya yaitu bawang merah tembus Rp 39.550 per kg da bawang putih Rp 41.050 per kg.

Di sisi lain, beras kualitas bawah I di harga Rp14.800 per kg, beras kualitas bawah II Rp 14.600 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp 16.450 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp 16.250 per kg.

Selanjutnya, beras kualitas super I di harga Rp 17.750 per kg, dan beras kualitas super II Rp 17.200 per kg.

Lalu, daging ayam ras segar Rp 40.050 per kg, daging sapi kualitas I Rp 151.750 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp 143.050 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp 20.300 per kg, gula pasir lokal Rp 19.150 per kg.

Selain itu, minyak goreng curah di harga Rp 20.450 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp 24.450 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp 23.500 per liter.

 

Prabowo Wanti-wanti Pengusaha: Perang Geopolitik Ancam Harga Pangan dan BBM

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mewanti-wanti para pengusaha mengenai dampak dari konflik bersenjata yang berlangsung di Eropa hingga Timur Tengah. Menurutnya, memanasnya kondisi geopolitik global turut berpengaruh langsung terhadap lonjakan harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM).

Prabowo mengaku telah sejak awal memperingatkan dunia usaha mengenai ancaman dampak perang tersebut, bahkan sejak ia baru menjabat sebagai Kepala Negara.

"Kita masih menghadapi... yang waktu pertemuan-pertemuan pertama kita di awal pemerintahan saya, saudara datang ke saya pun, di mana-mana saya sudah warning, bahkan sebelumnya pun saya sudah warning. Hati-hati, situasi dunia dan situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan, sangat-sangat rawan," ungkap Prabowo dalam Pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ia mengulas sejumlah perang besar yang pecah di berbagai belahan dunia, seperti konflik Rusia dan Ukraina yang sudah berlangsung sejak 2022 lalu, hingga ketegangan di Timur Tengah yang turut melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kondisi geopolitik tersebut terbukti berdampak signifikan pada kenaikan harga berbagai komoditas vital yang dibutuhkan banyak negara, terutama di sektor energi dan pangan.

"Jutaan orang sudah menjadi korban. Kita baru menyadari bahwa perang di satu bagian bumi memiliki pengaruh ke mana-mana, terutama kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya," tutur Presiden Prabowo.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6