Kemnaker Beberkan Syarat Aman Kerja di Luar Negeri

Wamenaker Afriansyah Noor imbau calon pekerja migran gunakan jalur resmi dan siap kompetensi sebelum berangkat ke luar negeri.

Diterbitkan 23 September 2026, 12:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor mengingatkan masyarakat agar ekstra waspada saat memilih jalur kerja ke luar negeri. Warga diimbau tak gampang tergiur iming-iming gaji tinggi dan wajib memastikan seluruh proses keberangkatan melewati jalur resmi pemerintah.

"Jangan sekali-kali bekerja ke luar negeri yang tidak ada kerja sama dengan Pemerintah Indonesia,” tegas Afriansyah dikutip dari Antara, Rabu (23/9/2026).

Bagi warga yang berminat mengadu nasib atau mengikuti program pemagangan di mancanegara, Afriansyah menekankan krusialnya penguasaan kompetensi teknis dan bahasa asing. Apalagi, Jepang menjadi salah satu destinasi favorit yang banyak dilirik calon pekerja migran asal Indonesia.

Besarnya peluang kerja dan magang di Negeri Sakura tersebut harus dibarengi dengan kesiapan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja setempat.

"Skill bahasa asing itu penting, khususnya bagi anak-anak yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk Jepang," ujarnya.

Persiapan matang, mulai dari pengetahuan teknis, keterampilan, hingga kelancaran berbahasa—menjadi modal utama agar para peserta magang dapat beradaptasi dengan cepat, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari di Jepang.

Kebutuhan Calon Pekerja Migran

Kebutuhan akan calon pekerja migran andal juga menyasar daerah-daerah kantong penempatan tinggi, salah satunya Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur. Penguatan pusat pelatihan di daerah dinilai sangat vital untuk mencetak tenaga kerja siap pakai.

Sebagai langkah nyata, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 dan Non-Batch September 2026 di Banyuwangi. Program ini diikuti oleh 238 peserta yang terbagi ke dalam 13 bidang keahlian.

Secara rinci, sebanyak 48 peserta mengikuti tiga keahlian pada Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4, yaitu Peracikan Minuman Kopi, Pengolahan Ikan, dan Pengoperasian Mesin CNC Bubut. Sementara itu, 190 peserta lainnya tersebar di 10 keahlian program Non-Batch yang mencakup sektor pertanian, perhotelan, tata busana, administrasi perkantoran, pembuatan konten digital, pengolahan makanan, otomotif, hingga teknik pengelasan.

Mendukung ekosistem tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi turut menjalin kerja sama strategis lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pelatihan Vokasi Tematik Terintegrasi bersama sejumlah mitra industri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6