15 Cara agar Tidak Jajan Terus, biar Dompet Aman dan Tubuh Tetap Sehat

Cara agar tidak jajan terus bisa dimulai dari mengatur anggaran, memperbaiki pola makan, dan mengelola emosi. Simak 15 langkah lengkapnya di sini.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Keinginan jajan yang muncul terus-menerus bisa menguras dompet sekaligus mengganggu kesehatan. Cara agar tidak jajan terus sebenarnya bertumpu pada tiga hal, yaitu mengatur uang, memperbaiki pola makan, dan mengendalikan emosi.

Kuncinya bukan melarang diri secara total, melainkan membangun kebiasaan baru secara bertahap. Dengan langkah yang tepat, cara agar tidak jajan terus bisa dijalankan tanpa terasa menyiksa.

Dorongan untuk terus jajan dan berbelanja impulsif sebenarnya dialami hampir semua orang. Berdasarkan studi Ramsey Solutions The State of Personal Finance, sekitar 48% warga Amerika mengaku kesulitan menghindari pembelian impulsif. Pembelian semacam ini dapat berupa barang kecil yang dibeli spontan maupun pengeluaran yang lebih besar yang tidak direncanakan sebelumnya.

Cara agar Tidak Jajan Terus dengan Mengatur Keuangan

Langkah paling mendasar adalah membenahi cara kita memperlakukan uang. Dengan menerapkan cara agar tidak jajan terus dari sisi finansial, setiap rupiah jadi punya tujuan yang jelas dan tidak habis untuk hal receh. Prinsip ini sejalan dengan berbagai tips agar tidak boros untuk mengatur keuangan.

  1. Susun anggaran dan batas jajan: Tentukan pos khusus jajan, misalnya Rp50 ribu per minggu, lalu turunkan secara bertahap. Kebiasaan ini bisa dibangun bersama rutinitas menabung sejak awal bulan. Sebagaimana dijelaskan Global Credit Union, menyediakan pos anggaran untuk pengeluaran hiburan atau "uang senang-senang" bukanlah masalah, selama jumlahnya tetap dibatasi dan tidak mengganggu prioritas keuangan lainnya.

  2. Bawa uang tunai secukupnya: Tinggalkan kartu debit atau kredit di rumah dan bawa uang pas saat keluar. Trik sederhana ini mirip dengan cara berhemat saat belanja di supermarket agar tidak kalap.

  3. Tetapkan tujuan yang lebih besar: Bayangkan barang atau rencana yang lebih berharga, lalu beri nama tabunganmu sesuai tujuan itu. Motivasi semacam ini memudahkanmu untuk konsisten menabung setiap hari.

  4. Terapkan aturan tunda 24 jam: Saat ingin jajan di luar rencana, tunggu sehari sebelum memutuskan. Cara ini ampuh meredam kebiasaan lapar mata saat belanja yang sering berujung penyesalan.

  5. Kurangi paparan promo dan media sosial: Berhenti mengikuti akun makanan atau toko yang memicu keinginan belanja. Membatasi waktu menatap layar juga membantu mengatasi kecanduan belanja online.

Dilansir dari Truist, peritel menggunakan berbagai strategi pemasaran untuk mendorong belanja impulsif, seperti menempatkan produk menarik di dekat kasir dan menciptakan rasa urgensi melalui promo berbatas waktu.

Cara Menahan Keinginan Jajan lewat Pola Makan yang Benar

Sering kali kita jajan bukan karena benar-benar lapar, tetapi karena tubuh kekurangan asupan yang cukup. Medical News Today membahas bahwa perencanaan makan (meal planning) dapat membantu seseorang lebih sadar terhadap pola makannya dan mengurangi kecenderungan makan secara impulsif, termasuk makan karena bosan. Maka, cara agar tidak jajan terus juga perlu ditopang pola makan yang teratur dan bergizi.

  1. Makan teratur, jangan lewatkan sarapan: Usahakan makan tiga kali sehari di jam yang sama. Pola ini membuatmu kenyang lebih lama dan mengurangi serangan lapar mendadak.

  2. Perbanyak protein dan serat: Kedua nutrisi ini memperlambat pencernaan dan menahan rasa kenyang. Keduanya termasuk kunci dalam mengontrol nafsu makan berlebih.

  3. Minum air sebelum makan: Dua gelas air sekitar 30 menit sebelum makan membantu perut terasa penuh. Terkadang rasa haus memang keliru dibaca sebagai lapar, seperti diulas dalam trik menurunkan nafsu makan.

  4. Sedia camilan sehat di rumah: Ganti keripik dan gorengan dengan buah, kacang, atau yogurt. Ada banyak pilihan camilan sehat rendah kalori yang tetap enak.

  5. Makan dengan sadar tanpa layar: Hindari makan sambil menonton atau bermain ponsel agar otak sempat mengenali sinyal kenyang. Kebiasaan ini efektif untuk mengurangi makan berlebihan.

Menariknya, dorongan ngemil kerap disalahartikan sebagai lapar sejati. Ahli diet terdaftar Yaffi Lvova dari Banner Health menjelaskan bahwa keinginan makan pada malam hari tidak selalu berarti emotional eating; penyebabnya bisa beragam, termasuk pola makan sepanjang hari, kebiasaan, dan kebutuhan energi tubuh.

Cara agar Tidak Jajan Terus dengan Mengelola Emosi dan Kebiasaan

Banyak orang jajan sebagai pelarian ketika bosan, lelah, atau stres. Di sinilah cara agar tidak jajan terus harus menyasar akar masalahnya, yaitu emosi dan kebiasaan, bukan sekadar menahan lapar. Pendekatan ini menuntut kesadaran diri yang dibangun perlahan.

  1. Kenali pemicu emosional: Catat kapan dan mengapa kamu ingin jajan, apakah karena benar-benar lapar atau sekadar bosan. Jurnal kecil ini membantumu mengenali polanya.

  2. Kelola stres dengan sehat: Alihkan tekanan lewat olahraga, meditasi, atau bercerita ke teman. Tersedia banyak cara sederhana mengatasi stres yang bisa dicoba.

  3. Alihkan perhatian dengan aktivitas: Saat keinginan muncul, jalan kaki sebentar atau kerjakan hobi. Kesibukan menekan dorongan, termasuk saat berusaha berhenti makan junk food.

  4. Tata ulang lingkungan: Singkirkan camilan dari pandangan dan jauhkan dari jangkauan. Menjadikan pilihan sehat lebih mudah diakses adalah inti dari gaya hidup hemat atau frugal living.

  5. Minta dukungan orang terdekat: Ajak keluarga atau teman untuk mengingatkan saat kamu tergoda. Dukungan ini terbukti membantu mereka yang sulit menabung.

Perlu diingat, jajan bukan solusi untuk melampiaskan perasaan. Kasey Kilpatrick, ahli diet di Houston Methodist, mengatakan, "Untuk menyelesaikan emosi yang tidak nyaman, makan sebenarnya tidak berhasil."

Alasan Kita Sulit Berhenti Jajan

Sebelum menerapkan cara agar tidak jajan terus, penting memahami mengapa dorongan ini begitu sulit ditahan. Salah satu pemicu terkuatnya adalah emosi.

  • Otak memburu hadiah instan: Makanan tinggi gula, garam, dan lemak memicu pelepasan dopamin sehingga terasa memuaskan. Northwell Health menjelaskan bahwa desain kemasan, termasuk penggunaan warna-warna cerah, dapat menarik perhatian konsumen dan memengaruhi keinginan untuk membeli atau mengonsumsi camilan.

  • Jajan jadi pelarian emosi: Banyak orang berbelanja atau ngemil demi menghibur diri. Marsha Barnes, pekerja sosial keuangan bersertifikat dan pendiri The Finance Bar, dalam wawancaranya yang dikutip Credello, keputusan belanja sering dipengaruhi kondisi emosional, baik saat seseorang merasa senang maupun ketika sedang menghadapi emosi negatif.

  • Terpapar pemasaran dan promo: Iklan serta diskon berbatas waktu membuat kita gampang tergoda. Mengacu pada survei Bankrate, sekitar 47% pengguna media sosial mengaku pernah melakukan pembelian impulsif karena pengaruh media sosial, dan mayoritas dari mereka menyesali setidaknya satu pembelian tersebut.

  • Lapar mata dan lingkungan sekitar: Melihat makanan menggoda saat lewat gerai atau membuka gawai memancing keinginan jajan. Kebiasaan ini menjadi ciri khas perilaku konsumtif yang kerap tak disadari.

  • Melewatkan waktu makan: Menahan lapar terlalu lama justru membuat nafsu makan melonjak di sore atau malam hari. Akibatnya, kita lebih mudah kalap membeli camilan.

  • Kebiasaan otomatis: Ngemil sambil menonton atau bekerja sering berlangsung tanpa sadar. Tubuh belajar mengaitkan aktivitas tertentu dengan jajan, sehingga pola ini terus berulang.

  • Dorongan kompulsif pada sebagian orang: Pada kasus tertentu, keinginan belanja atau jajan memang dapat menjadi sulit dikendalikan. Psychology Today, yang merangkum sejumlah penelitian tentang compulsive buying atau kecanduan belanja, menyebut prevalensinya diperkirakan berada di kisaran 5–6% populasi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Jajan

Kenapa kita selalu ingin jajan terus?

Keinginan jajan yang terus muncul biasanya dipicu kombinasi rasa lapar, emosi seperti bosan atau stres, kebiasaan, serta godaan iklan dan promo. Sering kali dorongan ini bukan tanda tubuh benar-benar butuh makanan, melainkan cara otak mencari kesenangan sesaat.

Bagaimana cara berhenti jajan tanpa merasa tersiksa?

Kuncinya adalah mengurangi secara bertahap, bukan melarang total. Tetapkan batas jajan, sediakan camilan sehat sebagai pengganti, kenali pemicu emosimu, dan alihkan keinginan dengan aktivitas lain agar prosesnya terasa lebih ringan dan berkelanjutan.

Apakah kebiasaan jajan berlebihan berbahaya?

Ya, jika dibiarkan. Dari sisi keuangan, jajan berlebihan membuat boros dan sulit menabung, bahkan berisiko menumpuk utang. Dari sisi kesehatan, konsumsi camilan tinggi gula, garam, dan lemak secara berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan hingga berbagai penyakit.

Pada akhirnya, cara agar tidak jajan terus bukan soal menyiksa diri, melainkan membangun kesadaran dan kebiasaan baru sedikit demi sedikit. Mulailah dari langkah kecil, misalnya menyisihkan uang jajan setiap hari, lalu tingkatkan perlahan. Uang yang berhasil dihemat bisa kamu alihkan untuk hal yang lebih berarti, entah dengan menabung di rumah maupun menyimpannya di bank.