Harga Perak Antam Hari Ini 8 Agustus 2026 Melambung Rp 1.300

Begini harga perak Antam hari ini, Sabtu (8/8/2026) saat harga perak dunia melambung.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 14:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Sabtu, (8/8/2026). Harga perak Antam hari ini mendaki mengikuti harga perak dunia dan harga emas Antam.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini naik Rp 1.300 menjadi Rp 42.550. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam Rp 41.250.

Lalu bagaimana harga perak dunia?

Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 3,32% menjadi US$ 63,54. Harga perak naik melampaui US$ 63,5 per ons pada Jumat waktu setempat, level tertinggi dalam tujuh minggu, di tengah penilaian ulang pasar terhadap kemungkinan the Federal Reserve menaikkan suku bunga tahun ini.

Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan penurunan jumlah pekerja (payroll) yang tak terduga, sehingga membatasi ruang gerak untuk menaikkan suku bunga guna meredam tekanan inflasi.

Meski demikian, harga bahan bakar dan gas alam sebagian besar tetap berada di level rendah pasca-penurunan Agustus, seiring upaya pemerintah AS mencapai kesepakatan dengan Iran untuk memulihkan ekspor energi melalui Teluk Persia. Berkurangnya risiko kenaikan suku bunga menurunkan imbal hasil (yield) dan memberikan keuntungan bagi logam mulia.

Di sisi lain, permintaan industri terhadap perak turut menopang harga, dengan impor bijih yang mengandung perak oleh Tiongkok melonjak 62,5% secara tahunan pada bulan Juni menjadi 219.000 ton. Data tersebut sejalan dengan peningkatan produksi panel surya dan jaringan listrik. Namun, risiko lonjakan kembali harga energi yang masih membayangi membuat harga perak tetap berada relatif dekat dengan level terendah tujuh bulan di $55 per ons yang tercatat pada 16 Juli.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia melambung pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026 (Sabtu pagi Jakarta) hingga mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu. Lonjakan harga emas dunia ini terjadi setelah penurunan tak terduga dalam data non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) pada Juli memupus sentimen kenaikan suku bunga dan membawa emas menuju kinerja mingguan terbaik dalam tujuh bulan.

Mengutip CNBC, Sabtu (8/8/2026), harga emas spot melonjak 2,3% menjadi US$ 4.336,11 per ons setelah sempat naik lebih dari 3% ke level tertinggi sejak 17 Juni.

Emas diperkirakan mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak 19 Januari. Harga emas telah naik lebih dari 7% sepekan ini. Kontrak berjangka emas AS menguat 2,3% menjadi US$ 4.396,9.

Data non-farm payrolls menunjukkan penurunan sebanyak 23.000 pekerjaan bulan lalu menyusul revisi penurunan angka kenaikan Juni menjadi 20.000, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan lapangan kerja sebesar 80.000 bulan lalu.

"Data lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan menciptakan skenario di mana The Fed kemungkinan kecil akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya," ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Meger menuturkan, penurunan harga energi dan kemungkinan kecilnya kenaikan suku bunga The Federal Reserve (the Fed) sama-sama mengisyaratkan pelemahan dolar dan penguatan harga emas.

Pasar kontrak berjangka suku bunga kini memperhitungkan peluang sebesar 43,9% bagi pengetatan kebijakan The Fed pada September, dibandingkan dengan 57% sebelum laporan lapangan kerja dirilis, menurut data LSEG. Probabilitas The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan depan naik menjadi 60,4%, dibandingkan 43,2% tepat sebelum data tersebut dirilis.

Suku bunga yang lebih rendah membuat emas lebih menarik dibandingkan aset yang menghasilkan imbal hasil (yield), karena emas tidak memberikan bunga.

UBS memperkirakan harga emas akan naik hingga US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2027, menurut catatan yang dirilis pada Jumat.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa ia yakin perang dengan Iran akan segera berakhir. Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 3% menjadi US$ 63,31 per ons, platinum menguat 1,2% menjadi US$ 1.749,95, dan paladium naik 0,8% menjadi US$ 1.380,53. Ketiga logam tersebut mencatatkan kenaikan mingguan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6