Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada perdagangan Selasa, (22/9/2026). Tekanan rupiah terhadap dolar AS itu, menurut analis didorong antisipasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh the Federal Reserve (the Fed).
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 37 poin atau 0,21% menjadi 17.884 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.847 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada juga bergerak melemah ke level 17.883 per dolar AS dari sebelumnya 17.813 per dolar AS.
Advertisement
"Para pelaku pasar saat ini mengantisipasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh the Fed, dan telah memperhitungkan kemungkinan besar akan ada kenaikan lagi pada Oktober,” kata Analis Mata Uang Ibrahim Assuabi, dikutip dari Antara.
Ibrahim menuturkan, prediksi suku bunga terbaru juga mengindikasikan sekitar satu kali lagi kenaikan suku bunga pada 2026.
Prospek kebijakan yang lebih ketat memberikan dukungan bagi dolar Amerika Serikat (AS) dan menjaga imbal hasil obligasi pemerintahan AS tetap tinggi.
Di samping itu, investor juga menanti rilis data awal Purchasing Managers' Index (PMI) S&P Global serta survei Sentimen Konsumen University of Michigan (UoM) untuk bulan September.
“Pasar juga akan memantau serangkaian pernyataan dari para pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk terkini mengenai arah kebijakan di masa mendatang,” ujar dia.
Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan, Investor Tunggu Keputusan BI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
Sebelumnya, nilai tukar rupiah hari ini melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9/2026). Pergerakan rupiah dipengaruhi sikap wait and see investor menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), serta sentimen global dan harga minyak yang masih tinggi.
Rupiah dibuka di level 17.879 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sebesar 17.847 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelaku pasar masih mencermati keputusan BI terkait arah suku bunga acuan.
“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh domestik sikap wait and see pelaku pasar terkait keputusan RDG BI besok. Walaupun diperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan, namun beberapa negara cenderung sudah menaikkan suku bunga dan kekhawatiran melebarnya defisit neraca berjalan,” ucapnya dikutip dari Antara.
Menurut Rully, BI berpotensi mempertahankan suku bunga untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sejumlah bauran kebijakan BI seperti lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), swap point, hingga intervensi di pasar obligasi dinilai masih efektif menjaga stabilitas rupiah dalam jangka pendek.
Di sisi lain, Bank Sentral AS The Fed, Bank of Japan (BoJ), dan European Central Bank (ECB) telah menaikkan suku bunga acuannya masing-masing sebesar 25 basis poin pada September 2026.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354907/original/059583400_1790065976-cek_fakta_blt_kesra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355036/original/052934100_1790070144-FALSE__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352128/original/001744500_1789729837-IMG_20260918_180755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351710/original/071499200_1789711815-Kantor_Bank_of_Japan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310804/original/001692600_1785370401-AP26210732321904.jpg)