Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam satu tahun pada Jumat, 30 Oktober 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Sementara itu, harga perak merosot ke bawah US$ 50 per ons untuk pertama kali sejak November 2025. Kenaikan harga energi dan kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai inflasi telah memperkuat harapan kalau suku bunga Amerika Serikat (AS) akan tetap tinggi.
Mengutip CNBC, Sabtu (31/10/2026), harga emas di pasar spot turun 2,7% menjadi US$ 3.910,53 per ons, level terendah sejak Oktober 2025. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember turun 2,8% menjadi US$ 3.919,60 per ons.
Harga logam mulia ini tercatat mengalami penurunan bulanan selama dua bulan berturut-turut, dengan akumulasi penurunan 5,9% sepanjang Oktober.
Advertisement
Harga perak di pasar spot turun 5,8% menjadi US$ 49,34 per ons, level terendah sejak November 2025.
"Kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai inflasi membuat sejumlah bank sentral tetap mempertahankan sikap hawkish (cenderung menaikkan atau menahan suku bunga tinggi)," ujar wakil presiden sekaligus pakar strategi logam senior di Zaner Metals, Peter Grant.
Ia menuturkan, meskipun bank-bank sentral utama memutuskan untuk menahan suku bunga minggu ini, sinyal yang diberikan menunjukkan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama masih akan berlanjut. “Hal ini menekan harga logam mulia,” ujar dia.
Bank-bank sentral utama memang menghentikan kenaikan suku bunga minggu ini, tetapi menegaskan siklus pengetatan kebijakan moneter belum berakhir. Bank Sentral AS (Federal Reserve) dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank) sama-sama menyoroti risiko inflasi yang dipicu oleh lonjakan biaya energi.
Data yang dirilis pada Kamis menunjukkan inflasi AS meningkat pada September seiring dengan naiknya harga bensin dan barang-barang lainnya, yang memperkuat ekspektasi para ekonom akan adanya kenaikan suku bunga pada Desember.
Faktor Lain yang Menekan Harga Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
Analis di Commerzbank mencatat faktor lain di balik penurunan harga ini adalah anjloknya harga saham sektor teknologi, yang kemungkinan memicu aksi jual paksa (forced selling) dan margin call.
"Kami menilai penurunan harga logam mulia ini berlebihan dan tetap memperkirakan akan terjadi pemulihan," ujar analis Commerzbank.
Indeks Nasdaq yang didominasi oleh saham teknologi diperkirakan mengalami penurunan tajam pada pembukaan perdagangan Jumat, dipicu oleh kekhawatiran terkait pengeluaran di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sementara itu, harga minyak justru naik dan mencatatkan kenaikan bulanan untuk bulan keempat berturut-turut. Harga energi yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi akan periode suku bunga tinggi yang berkepanjangan, sehingga membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.
Di sisi lain, permintaan emas fisik di pasar-pasar utama Asia tetap lemah minggu ini; para pembeli di India menunda pembelian karena mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut, sementara permintaan di China konsumen emas terbesar juga tetap lesu.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2843652/original/051367500_1562145738-yayaya_oke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)