Aurra Kharishma Enjoy Belajar Ilmu Damkar untuk Film GJLS: Berapi-Api, Berguna di Kehidupan

Aurra Kharishma ungkap keseruan syuting GJLS: Berapi-Api dengan Algojo Api, belajar banyak tentang damkar juga.

Diterbitkan 31 Oktober 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Model Aurra Kharishma kembali bintangi film layar lebar dengan bergabung dalam proyek bertajuk GJLS: Berapi-Api. Karya garapan Monty Tiwa ini merupakan proyek film kedua dari tiga komedian Tanah Air, Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir.

Berperan sebagai salah satu dari lima petugas damkar yang dijuluki Algojo Api, Jayanti, aktris berusia 26 tahun tersebut menyebutkan bagaimana ia dengan keempat rekan lainnya membangun chemistry dengan mudah dalam proses syuting.

“Well, it was fun actually karena itu juga adalah sebuah bahan kita untuk bonding dan bangun chemistry yang turns out we are so happy together on set. It was really fun guys shooting-nya,” kata Aurra dalam konferensi pers yang dihelat di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Ia juga mengatakan perannya sebagai petugas damkar membuatnya lebih mengetahui tentang profesi tersebut, serta dapat menerapkannya di dunia nyata agar lebih bermanfaat.

“Also, jadi pengalaman yang berharga juga karena kita enggak cuma bisa tahu ilmu-ilmu tentang damkar, tapi juga bisa mengaplikasikannya ke dunia nyata. So, it's really useful,” tambahnya.

Pentingnya Chemistry Tim Algojo Api

Rekannya di tim Algojo Api, Sadha Triyudha yang berperan sebagai Sugeng juga mengatakan bahwa chemistry di antara mereka berlima harus kuat, melihat peran mereka yang bersinggungan dengan hal-hal yang cukup berbahaya seperti api dan ular.

“Workshop-nya itu cuma ada berapa hari gitu ya. Tapi dengan beberapa hari itu kita harus build chemistry antara kita berlima. Itu harus build chemistry yang sangat benar-benar intens banget dan dipadatin ke hanya beberapa hari workshop itu,” kata Sadha.

“Karena misalnya kita ada yang miss, ada yang enggak satu zona aja, ada yang enggak satu pemikiran aja, itu mungkin bisa lumayan fatal lah karena kita berhadapan dengan api beneran, dengan hewan beneran,” tambahnya.

Alasan Ciptakan Tim Algojo Api yang Berbeda dari GJLS

Sementara itu, Monty Tiwa selaku sutradara mengatakan bahwa kehadiran lima petugas di film tersebut menjadi sebuah kontras dengan GJLS, yang mana menjadi hal yang diperlukan dalam sebuah komedi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Jadi memang dari awal kita merancang desain tim Algojo Api ini memang sudah spesial. Kita dalam komedi itu kan mengenal adanya kelucuan karena kontras. Misalnya si pintar lalu si bodoh, si tinggi lalu si pendek, dan seterusnya,” kata Monty. "Jadi ketika kita merancang tim Algojo Api, ini kan harus berbalik antitesisnya dari GJLS. Kalau GJLS yang enggak jelas, Algojo Api berarti harus jelas,” tambahnya.

Halaman
Show All
Nola Vemiliana, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan