Liputan6.com, Jakarta - Jauh sebelum podcast dan media sosial hadir, radio menjadi teman masyarakat Indonesia untuk mendapatkan berita, mendengarkan musik, dan menikmati hiburan. Di balik mikrofon, ada penyiar yang menemani pendengar dalam perjalanan, saat bekerja, hingga menjelang tidur. Sebagian dari mereka bahkan meninggalkan jejak yang masih diingat sampai sekarang.
Suara penyiar bisa menjadi bagian dari ingatan seseorang. Ada yang dikenal karena membawakan pertandingan olahraga, ada pula yang membuat perjalanan menuju sekolah atau kantor terasa lebih singkat lewat obrolan dan humor. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, radio juga menjadi tempat lahirnya sejumlah nama yang kemudian dikenal melalui televisi dan film.
Kehadiran para penyiar radio legendaris menunjukkan bahwa karier di dunia siaran dapat berkembang ke berbagai bidang. Berikut ini adalah delapan tokoh dengan perjalanan karier dan kontribusi yang berbeda di dunia radio Indonesia yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (29/10/2026).
Advertisement
1. Maladi, Tokoh Radio yang Ikut Membangun Penyiaran Nasional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385403/original/085066000_1793257105-22_maladi.jpg)
Sebelum Radio Republik Indonesia berkembang sebagai lembaga penyiaran nasional, Maladi telah berkiprah sebagai penyiar olahraga di Solosche Radio Vereeniging (SRV), Solo. Pengalamannya di dunia radio kemudian membawanya terlibat dalam pertemuan para aktivis radio pada September 1945, yang menjadi bagian dari proses pendirian RRI.
Setelah itu, Maladi menjabat sebagai Kepala RRI Pusat, menggantikan Abdulrahman Saleh. Ia juga pernah memegang jabatan menteri dan terlibat dalam perkembangan olahraga nasional. Perjalanannya menunjukkan bahwa kontribusi terhadap radio Indonesia tidak hanya datang dari penyiar yang mengudara, tetapi juga dari tokoh yang membangun lembaga penyiaran.
Advertisement
2. Sambas Mangundikarta, Penyiar yang Membawa Pertandingan ke Telinga Pendengar
Sambas Mangundikarta dikenal melalui laporan dan komentarnya tentang pertandingan olahraga di Radio Republik Indonesia (RRI). Ia mengawali perjalanan di dunia penyiaran melalui Radio Perjuangan Jawa Barat pada 1946, sebelum bergabung dengan RRI Bandung pada 1952. Namanya kemudian dikenal oleh pendengar yang mengikuti siaran sepak bola dan bulu tangkis.
Karier Sambas berlanjut ke Televisi Republik Indonesia (TVRI), tempat ia bekerja sebagai reporter dan komentator olahraga. Selain penyiaran, ia menekuni musik Sunda dan menciptakan lagu seperti Manuk Dadali serta Peuyeum Bandung. Kiprahnya di dunia penyiaran mendapat pengakuan melalui penghargaan Lifetime Achievement pada Anugerah KPI 2022.
3. Dono, Kasino, dan Indro, Berawal dari Obrolan di Prambors
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1341738/original/022450100_1473412307-Warkop_DKI.jpg)
Sebelum dikenal melalui film-film komedi legendarisnya, Dono, Kasino, dan Indro lebih dulu menghibur pendengar lewat program Obrolan Santai di Warung Kopi di Radio Prambors pada 1970-an, bersama dengan dua penyiar lainnya: Rudy Badil dan Nanu. Mereka mengangkat persoalan sehari-hari, kebiasaan masyarakat, dan isu sosial melalui humor yang disampaikan dalam bentuk percakapan. Akan tetapi, Rudy Badil kemudian keluar dari grup ini karena demam panggung, sementara Nanu tutup usia pada tahun 1983.
Popularitas dari radio membawa mereka ke panggung pertunjukan dan layar lebar. Nama Warkop kemudian melekat pada perjalanan komedi Indonesia selama bertahun-tahun. Dono dan Kasino telah meninggal dunia, sedangkan Indro tetap aktif di dunia hiburan. Perjalanan mereka memperlihatkan bagaimana sebuah program radio dapat menjadi awal karier di media lain.
Advertisement
4. Indy Barends, dari Siaran Radio hingga Layar Televisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3012142/original/040706800_1578046205-75616146_197521861292539_906649515319485563_n.jpg)
Nama Indy Barends dikenal luas melalui program televisi Ceriwis bersama Indra Bekti. Namun, sebelum tampil di layar kaca, ia lebih dulu mengembangkan karier sebagai penyiar di Hard Rock FM Jakarta. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanannya dalam membangun kemampuan berbicara dan berinteraksi dengan audiens.
Bekerja di radio mengharuskan Indy menjaga alur percakapan, menyampaikan informasi, dan merespons lawan bicara secara langsung. Kemampuan itu juga berguna ketika ia membawakan acara televisi. Hingga kini, Indy dikenal sebagai presenter dan figur hiburan yang berkiprah di berbagai program, memperlihatkan bahwa pengalaman siaran dapat membuka peluang di lebih dari satu media.
5. Rudi Djamil, Penyiar yang Menghubungkan Radio dan Komedi Sunda
Di Bandung, radio pernah menjadi tempat bertemunya sejumlah pelaku humor yang kemudian dikenal masyarakat. Rudi Djamil termasuk salah satu nama yang berkiprah di lingkungan tersebut. Ia pernah bersiaran di Radio Mara, Prambors Jakarta, dan OZ Radio Bandung. Di Radio Mara, ia juga mengisi siaran bersama Kang Ibing dan Aom Kusman.
Selain menjadi penyiar, Rudi menekuni pekerjaan sebagai pelawak dan pembawa acara. Ia juga terlibat dalam kelompok lawak D'Bodors serta tampil dalam film dan sinetron. Rudi meninggal dunia pada 12 Mei 2019 di Bandung. Perjalanan kariernya menjadi bagian dari hubungan antara penyiaran radio, komedi, dan perkembangan hiburan daerah.
Advertisement
6. Desta, dari Anak Band Menjadi Penyiar Radio
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548017/original/046526700_1775483942-desta_2.jpeg)
Desta mengawali kiprahnya di dunia hiburan sebagai musisi dan dikenal sebagai drummer Clubeighties. Ia kemudian menekuni penyiaran radio pada awal 2000-an. Namanya dikenal melalui Prambors, antara lain lewat program bersama Arie Dagienkz, sebelum ia menjalani perjalanan karier yang melibatkan sejumlah stasiun radio.
Bersama Nycta Gina, Desta membawakan program Desta and Gina in The Morning di Prambors. Acara tersebut memadukan musik, humor, dan pembahasan keseharian untuk menemani pendengar pada pagi hari. Pada Februari 2022, Desta mengakhiri kiprahnya dalam program tersebut. Ia kemudian tetap berkegiatan sebagai presenter, musisi, dan kreator konten.
7. Nycta Gina, Menemukan Ruang Belajar lewat Siaran Radio
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5168308/original/094988000_1742438336-Nyctagina_2.jpg)
Sebelum dikenal sebagai penyiar, Nycta Gina lebih dahulu menarik perhatian pemirsa televisi melalui karakter Jeng Kelin. Ia kemudian bergabung dengan Prambors sekitar 2011 dan dikenal melalui program Desta and Gina in The Morning. Dalam siaran tersebut, ia membahas musik, kehidupan sehari-hari, dan berbagai persoalan yang dekat dengan pendengar muda.
Gina juga memiliki latar belakang pendidikan kedokteran dan berkiprah sebagai presenter serta pemeran. Pengalaman di radio menjadi salah satu ruang baginya untuk mengembangkan kemampuan komunikasi. Setelah program bersama Desta berakhir pada 2022, ia tetap menjalankan berbagai aktivitas di bidang kesehatan dan hiburan, termasuk melalui media digital.
Advertisement
8. Olan Sitompul, Suara Radio yang Berlanjut ke Televisi
Perjalanan Olan Sitompul memperlihatkan perpindahan karier penyiar dari radio ke televisi. Ia dikenal melalui kiprahnya di Radio Republik Indonesia sebelum tampil di TVRI. Pengalamannya dalam penyiaran membawanya terlibat dalam sejumlah program, termasuk kuis dan iklan yang menjadi bagian dari tayangan televisi pada masanya.
Olan pernah membawakan Silent Quiz di TVRI pada periode 1970–1981 dan tampil dalam program Serba Prima pada 1990-an. Pekerjaannya menuntut kemampuan menyampaikan informasi melalui suara dan menyesuaikan diri dengan format acara. Kiprahnya menjadi bagian dari sejarah penyiaran Indonesia ketika radio dan televisi berkembang sebagai media informasi serta hiburan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Penyiar Radio Legendaris
1. Siapa saja penyiar radio legendaris Indonesia?
Beberapa nama yang dikenal dalam sejarah radio Indonesia antara lain Sambas Mangundikarta, Maladi, Dono, Kasino, Indro, Rudi Djamil, dan Olan Sitompul. Dari generasi berikutnya, Indy Barends, Desta, serta Nycta Gina juga dikenal melalui program siaran yang mereka bawakan.
2. Siapa penyiar radio yang dikenal melalui siaran olahraga?
Sambas Mangundikarta dikenal melalui laporan pertandingan sepak bola dan bulu tangkis di RRI. Maladi juga pernah menjadi penyiar olahraga di SRV Solo sebelum terlibat dalam perkembangan organisasi penyiaran nasional.
3. Apakah Warkop DKI berawal dari radio?
Ya. Dono, Kasino, dan Indro dikenal melalui program Obrolan Santai di Warung Kopi di Prambors pada 1970-an. Dari radio, mereka melanjutkan perjalanan ke panggung pertunjukan dan film hingga dikenal sebagai kelompok komedi Warkop DKI.
4. Siapa penyiar radio yang juga dikenal sebagai presenter televisi?
Indy Barends, Desta, Nycta Gina, Sambas Mangundikarta, dan Olan Sitompul merupakan beberapa contohnya. Mereka memiliki pengalaman di radio sekaligus terlibat dalam program televisi sebagai presenter, pemeran, reporter, atau komentator.
5. Mengapa penyiar radio bisa tetap dikenang meski programnya sudah berakhir?
Penyiar dapat dikenang melalui suara, gaya berbicara, materi siaran, dan kebiasaan pendengar mengikuti program mereka. Percakapan yang menemani aktivitas sehari-hari dapat membentuk kedekatan dengan audiens. Ketika penyiar berpindah media, pengenalan terhadap nama dan gaya komunikasinya pun dapat bertahan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370073/original/043104200_1791549729-IMG-20261009-WA0111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548034/original/003571100_1775487457-WhatsApp_Image_2026-04-06_at_19.34.46__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385493/original/037839100_1793258635-IMG-20261028-WA0058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385487/original/042443100_1793258534-songweilongtianxiwei.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385220/original/094850500_1793246759-hunger-games1.jpg)