Monty Tiwa Sorot Peran Algojo Api, Antitesis Rigen dkk di Film GJLS: Berapi-Api

Carissa Perusset, Aurra Kharishma, Inayma, Sadha Triyudha, dan Nigel Siwabessy hidupkan komedi sebagai tim Algojo Api.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 15:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Trio GJLS, Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, kembali ke layar lebar dengan film keduanya yang bertajuk GJLS: Berapi-Api. Film garapan Monty Tiwa ini mengangkat kisah persahabatan yang haru namun tetap dibumbui komedi.

Dengan menghadirkan tim damkar dari Rawa Bocah yang dijuluki sebagai Algojo Api, Monty Tiwa selaku sutradara mengatakan bahwa kehadiran lima petugas di film tersebut menjadi sebuah kontras dengan GJLS, yang mana menjadi hal yang diperlukan dalam sebuah komedi.

"Jadi memang dari awal kita merancang desain tim Algojo Api ini memang sudah spesial. Kita dalam komedi itu kan mengenal adanya kelucuan karena kontras. Misalnya si pintar lalu si bodoh, si tinggi lalu si pendek, dan seterusnya,” kata Monty dalam konferensi pers yang dihelat di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

"Jadi ketika kita merancang tim Algojo Api, ini kan harus berbalik antitesisnya dari GJLS. Kalau GJLS yang enggak jelas, Algojo Api berarti harus jelas,” tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa mereka, Bondan (Carissa Perusset), Jayanti (Aurra Kharishma), Joana (Inaima), Sugeng (Sadha Triyudha), dan Sentot (Nigel Siwabessy), adalah karakter yang tepat untuk membawakan komedi yang kontras dengan GJLS.

"Kalau hanya sekadar milih yang good looking, ganteng, cantik, kita di Indonesia enggak kekurangan itu. Tapi yang bisa mengikuti ritme komedi GJLS itu sedikit, dan yang sudah kita dapatkan sekarang adalah yang the best. Jadi mereka selain ganteng, cantik, lucu,” ujarnya.

Proses Pemilihan Cameo dan Tim Algojo Api

Sementara itu, ia juga mengungkapkan bagaimana proses pemilihan cameo yang tepat dengan mendiskusikannya langsung dengan para pemain yang nantinya akan beradu akting dengan mereka.

“Ya, kalau untuk supporting-supporting-nya memang kita sudah bicarakan dari awal development. Dan selalu kita tanya ke tiga abang-abang ini. Kayak pertanyaan-pertanyaan pertama saya untuk scene pagar. Oke, siapa yang kalian lagi pengen banget siksa?” kata Monty.

“Makanya untuk bisa ketemu mereka semua dan pas ini buat saya sih sebuah prestasi dari tim casting juga,” tambahnya.

Bentuk Apresiasi bagi Petugas Pemadam Kebakaran

Di sisi lain, Indra Yudhistira selaku produser mengungkapkan alasan bawa profesi damkar karena merasa profesi tersebut selalu hadir di keadaan genting, namun jarang sekali disorot.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Kita tahu waktu kita pilih damkar, kita tuh merasa pemadam kebakaran adalah satu profesi yang jarang disorot. Tapi dia selalu hadir pada saat kita genting,” ungkap Indra. Ia juga mengatakan bahwa film ini menjadi apresiasi bagi para petugas damkar di luar sana. "Ini juga merupakan salah satu apresiasi kita buat para pemadam kebakaran. Semoga film ini juga bisa menghibur dan mudah-mudahan memberi apresiasi juga,” tambahnya.

Halaman
Show All
Nola Vemiliana, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan