Danantara Endus Rekayasa Keuangan Pos Indonesia

Danantara mengungkapkan, pihaknya sedang membenahi PT Pos Indonesia secara keseluruhan.

Diterbitkan 03 Juli 2026, 13:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menemukan dugaan rekayasa keuangan dalam PT Pos Indonesia yang sudah berjalan tahunan. Hal ini jadi salah satu alasan perlunya pembenahan dalam proses transformasi BUMN logistik tersebut.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas mengatakan, saat ini Danantara melakukan bersih-bersih BUMN. Termasuk melakukan audit terhadap kinerja operasional dan keuangan pada Pos Indonesia.

"Yang perlu dipahami, PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun -tahun," ujar Rohan dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Jumat (3/7/2026).

Ada beberapa temuan pada konteks keuangan perusahaan. Rohan mengamini ada dugaan penyimpangan atau fraud hingga rekayasa keuangan yang berjalan sejak lama di tubuh perusahaan.

"Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," ucapnya.

"Karena itu, satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum," Rohan menambahkan.

Dia menegaskan, perbaikan kinerja Pos Indonesia menjadi prioritas Danantara. Harapannya, pembenahan mampu membawa Pos Indonesia menjadi lebih sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat.

 

Dirut Pos Indonesia Mundur

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengonfirmasi telah mengantongi permohonan pengunduran diri Daud Joseph dari posisi Direktur Utama PT Pos Indonesia. Danantara juga menyiapkan pengganti Daud Joseph dalam jabatan tersebut.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas menyebut telah ada surat pengunduran diri tersebut. Surat itu sudah diterima Danantara pada awal pekan ini.

"Danantara Indonesia telah menerima surat pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia pada hari Senin (29/6/2026)," kata Rohan dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Jumat (3/7/2026).

 

Diminta Benahi Pos Indonesia

Dia menjelaskan, Daud Joseph yang menjabat selama tiga bulan itu telah berkontribusi pada proses tranformasi Pos Indonesia. "Selama kurang lebih tiga bulan terakhir, beliau kami tugaskan untuk memimpin proses pembenahan PT Pos Indonesia melalui due diligence menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi perusahaan," tutur dia.

Berdasarkan hasil asesmen tersebut, kata Rohan, yang Daud menyampaikan PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental. Rohan mengamini ada pandangan perlunya sosok baru dalam proses transformasi BUMN logistik itu kedepannya.

"Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya," ujar dia.

Danantara Siapkan Sosok Pengganti

Atas kosongnya pucuk kepemimpinan PT Pos Indonesia, Rohan mengatakan, Danantara akan menyiapkan sosok pengganti Daud Joseph di Direktur Utama Pos Indonesia.

Meski begitu, Rohan belum mengungkap siapa dan kriteria apa yang dibutuhkan untuk mengisi posisi tersebut. Dia menegaskan, Pos Indonesia tengah dalam proses transformasi usaha.

"Kami menghormati keputusan tersebut dan akan segera menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi tersebut," tegasnya.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6