Ngeri, Pickup Disopiri Bocah 11 Tahun Tewaskan 8 Biksu

Insiden ini benar-benar bikin ngeri. Pasalnya, kecelakaan ini juga menyebabkan sepuluh orang terluka.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 18:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bangkok - Seorang bocah berusia 11 tahun menabrakkan mobil pikap milik orang tuanya ke rombongan biksu yang sedang melakukan prosesi keagamaan di Provinsi Mukdahan, Thailand, Kamis (2/7/2026). Insiden itu menewaskan delapan biksu dan melukai sedikitnya 10 orang lainnya.

Menurut kepolisian, rombongan yang terdiri dari 35 biksu dan lima umat awam sedang berjalan di tepi jalan sebagai bagian dari ziarah ketika kendaraan tersebut menghantam mereka.

Salah seorang biksu yang selamat, Phra Sompong, mengatakan sempat melihat mobil pikap yang dikemudikan seorang anak mendekat sebelum akhirnya menabrak rombongan, dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (2/7).

"Saya melihat seorang anak mengemudikan mobil pikap mendekat. Tiba-tiba kendaraan itu melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak kami," katanya dalam video yang diunggah tim penyelamat setempat.

Ia mengatakan dirinya dan seorang biksu lain berhasil menghindar sesaat sebelum tabrakan terjadi. Menurutnya, biksu yang berada di barisan depan selamat, sementara para korban yang berada di belakang terpental akibat benturan.

Polisi menyatakan lima biksu meninggal di lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Otoritas kesehatan setempat menambahkan empat biksu masih menjalani perawatan dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Mukdahan. Selain itu, 10 korban mengalami luka serius dan sejumlah lainnya menderita luka ringan.

Kepala Kepolisian Provinsi Mukdahan, Mayor Jenderal Pairoj Thaiphutra, mengatakan bocah tersebut mengambil mobil pikap milik orang tuanya tanpa izin sebelum mengemudi sejauh sekitar 10 kilometer dan kehilangan kendali.

"Pengemudi adalah anak berusia 11 tahun berkebutuhan khusus. Ia mengambil kendaraan dari rumah keluarganya dan mengemudi sekitar 10 kilometer sebelum menabrak rombongan biksu," ujar Pairoj.

Polisi telah menyita kendaraan untuk menjalani pemeriksaan forensik guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Penyidik juga memanggil orang tua anak tersebut untuk dimintai keterangan dan menentukan pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan terhadap anak tersebut.

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka karena penyelidikan masih berlangsung. Aparat juga belum dapat memeriksa sang bocah lantaran masih mengalami syok akibat insiden tersebut.

Gubernur Provinsi Mukdahan, Worayan Bunnarat, mengatakan tragedi itu menjadi pengingat penting mengenai keselamatan berlalu lintas.

Thailand dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Faktor seperti kecepatan tinggi, mengemudi dalam pengaruh alkohol, dan lemahnya penegakan hukum disebut menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan di negara tersebut.