Kalahkan Indonesia, Thailand Jadi Destinasi Asia Favorit Turis Eropa

Thailand jadi destinasi Asia yang paling banyak dicari wisatawan Eropa untuk perjalanan musim panas 2026, sementara Indonesia berada di posisi ke-2.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Thailand jadi destinasi Asia yang paling banyak dicari wisatawan Eropa untuk perjalanan musim panas 2026. Data platform perjalanan Agoda menunjukkan tingginya minat terhadap negara tersebut di tengah melemahnya permintaan dari sejumlah pasar wisata jarak dekat tradisional.

Indonesia menempati posisi kedua dalam daftar tersebut, disusul Jepang, Vietnam, dan Malaysia. Data Agoda dihimpun dari pencarian akomodasi pada 1 April hingga 30 Juni 2026 untuk periode menginap 1 Juli hingga 31 Agustus 2026, melansir VnExpress, Senin, 10 Agustus 2026.

Temuan ini memperlihatkan bagaimana wisatawan Eropa memilih Asia sebagai salah satu tujuan liburan musim panas. Negara-negara Asia Tenggara juga terlihat masih memiliki daya tarik kuat bagi pasar internasional.

Thailand mempertahankan posisinya sebagai destinasi favorit meski situasi perjalanan global masih menghadapi ketidakpastian akibat krisis di Timur Tengah. Minat dari wisatawan Eropa turut mendapat dukungan dari peningkatan konektivitas penerbangan menuju negara tersebut.

Salah satu koneksi baru yang mendukung akses wisatawan Eropa adalah rute Amsterdam–Suvarnabhumi. Kehadiran penerbangan tersebut memberikan pilihan perjalanan yang lebih mudah bagi wisatawan dari Belanda dan kawasan Eropa lainnya.

Daya tarik Thailand juga tidak semata bertumpu pada pantai dan kekayaan budayanya. Strategi pariwisata yang terus menyesuaikan kebutuhan wisatawan membuat negara tersebut mampu mempertahankan popularitasnya di tengah perubahan tren perjalanan global.

Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Eropa turut memengaruhi cara wisatawan menentukan pilihan perjalanan. Thailand memanfaatkan kondisi tersebut dengan memperkenalkan musim hujan sebagai alternatif liburan yang dianggap lebih sejuk, sekaligus lebih terjangkau dibandingkan periode perjalanan lainnya.

Musim Hujan Jadi Alternatif

Musim hujan di Thailand tidak selalu menjadi penghalang bagi wisatawan. Kondisi tersebut justru membuat sejumlah destinasi tampak lebih hijau dan relatif lebih sepi, sehingga pelancong dapat menikmati suasana yang lebih tenang.

Beragam festival budaya dan aktivitas lokal juga tetap berlangsung selama periode ini, menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan Eropa. Thailand turut memperkuat daya tarik tersebut melalui berbagai strategi promosi pariwisata.

Penawaran mencakup potongan harga akomodasi, paket perjalanan, hingga program khusus yang digelar bersama maskapai penerbangan dan operator tur.

Berbagai promo tersebut diarahkan untuk membantu memulihkan sektor pariwisata sekaligus menarik lebih banyak wisatawan Eropa. Pemerintah dan pelaku industri juga berharap penawaran ini dapat mendorong wisatawan memilih perjalanan dengan durasi lebih panjang, sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi ekonomi pariwisata lokal.

Indonesia Tempati Posisi Kedua

Thailand mencatat 18,5 juta kunjungan wisatawan internasional sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Angka tersebut menunjukkan penurunan 3,19 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penurunan jumlah kunjungan terjadi di tengah sejumlah tantangan yang memengaruhi pergerakan wisatawan ke Negeri Gajah Putih. Kekhawatiran terkait keamanan menjadi salah satu faktor yang turut menekan minat berkunjung ke negara tersebut.

Berkurangnya kapasitas penerbangan dari India juga ikut berdampak terhadap jumlah wisatawan internasional yang datang. Kondisi ini menunjukkan bahwa konektivitas udara masih menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga arus kunjungan wisatawan ke Thailand.

Meski mengalami penurunan secara keseluruhan, minat wisatawan dari sejumlah pasar jarak jauh, termasuk Eropa, tetap menunjukkan potensi. Thailand pun terus mengandalkan promosi dan penguatan konektivitas penerbangan untuk mempertahankan daya tariknya sebagai destinasi wisata di Asia.

Strategi Menarik Wisatawan Eropa

Upaya Thailand menarik lebih banyak wisatawan Eropa dilakukan saat pasar pariwisatanya menghadapi tantangan dari sejumlah negara yang selama ini menjadi sumber kunjungan utama. Kondisi tersebut mendorong mereka memperkuat pasar jarak jauh sebagai alternatif guna menjaga arus wisatawan internasional.

Wisatawan Eropa menunjukkan potensi positif, terutama pada periode musim panas 2026. Thailand memanfaatkan momentum tersebut dengan menawarkan berbagai pilihan perjalanan selama musim hujan.

Harga akomodasi dan paket wisata yang lebih kompetitif menjadi salah satu daya tarik bagi pelancong yang ingin berlibur dengan anggaran lebih terjangkau. Strategi promosi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan.

Thailand juga berupaya mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal agar memiliki lebih banyak waktu untuk menjelajahi destinasi, menikmati budaya lokal, serta mencoba beragam aktivitas selama berada di negara tersebut.