Rano Karno Sampaikan Pesan Haru di Prosesi Pemakaman Guruh Soekarnoputra

Rano Karno menyampaikan pesan haru saat pemakaman Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak, mengenang sosok maestro budaya Indonesia.

Diterbitkan 27 September 2026, 00:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Guruh Soekarnoputra meninggal dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
  • Rano Karno menyebut kepergian Guruh sebagai kehilangan besar bagi seni dan budaya Indonesia.
  • Guruh memilih jalan kebudayaan, menciptakan karya nyata yang akan selalu dikenang.

Liputan6.com, Jakarta - Rano Karno tampil memberikan sambutan mewakili keluarga besar Bung Karno, sebelum jenazah Guruh Soekarnoputra dimasukkan ke liang lahat. Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengantar kepergian Guruh.

Prosesi pemakaman budayawan sekaligus musisi tersebut berlangsung khidmat di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026). Guruh meninggal dunia di RS Siloam Jakarta pada pagi harinya, sebelum jenazahnya dimakamkan tepat berdekatan dengan pusara sang ibunda, Fatmawati.

Jenazah Guruh tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 13.20 WIB. Kakak kandungnya, Megawati Soekarnoputri, turut hadir menyaksikan seluruh rangkaian prosesi pemakaman.

Mengantar Pulang Guruh Soekarnoputra

"Hari ini kita mengantar pulang Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra. Tetapi sesungguhnya, kita tidak sedang mengantar pulang seorang manusia biasa," kata Rano Karno saat memberikan sambutan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Kehilangan Besar bagi Dunia Seni dan Budaya Indonesia

Rano menyebut kepergian Guruh sebagai kehilangan besar bagi dunia seni dan budaya Indonesia. Menurutnya, sosok Guruh tidak bisa disamakan dengan orang kebanyakan.

"Hari ini Indonesia kehilangan seniman besar, maestro budaya," sambung Rano Karno.

Kenang Perjalanan Hidup Guruh

Ia turut mengenang perjalanan hidup Guruh yang memilih jalan berbeda dari bayang-bayang nama besar kedua orang tuanya, Bung Karno dan Fatmawati. Menurut Rano, Guruh justru memilih membangun jati dirinya sendiri lewat dunia kebudayaan.

"Mas Guruh adalah putra Bung Karno dan Ibu Fatmawati. Tetapi ia tidak memilih hanya hidup di bawah kebesaran nama orang tuanya. Dia memilih menciptakan jalannya sendiri, dan jalan itu bernama kebudayaan," ucap Rano Karno.

Soroti Kecintaan Guruh kepada Indonesia

Rano menambahkan, kecintaan Guruh terhadap Indonesia tidak hanya diucapkan lewat kata-kata, tetapi dibuktikan lewat karya nyata di panggung kesenian.

"Mas Guruh mencintai Indonesia dengan cara yang sangat indah. Dia tidak hanya berbicara tentang Indonesia; ia menyanyikannya, ia menciptakan panggung untuknya, ia menggali kekayaan tradisi, dan mempersembahkan hidupnya untuk kebudayaan," jelas Rano Karno.

Karya Guruh akan Selalu Dikenang

Di akhir sambutannya, Rano menegaskan bahwa karya-karya Guruh akan terus dikenang meski sang seniman telah tiada.

"Seorang seniman mungkin dapat meninggalkan panggung, tetapi karya tidak mengenal liang kubur. Nada akan terus dimainkan, lagu akan terus dinyanyikan, tarian akan terus digerakkan, dan gagasan akan terus menemukan generasinya," ujar Rano Karno sebelum membacakan Al-Fatihah menutup prosesi pemakaman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? Tembus 120 Ribu Penonton pada Hari Kedua Penayangan

Febi Anindya KiranaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan