Liputan6.com, Jakarta Resep temaki sushi cocok untuk kamu yang ingin menikmati sushi buatan sendiri tanpa repot menggulung dengan tikar bambu. Temaki alias sushi gulung tangan cukup dibentuk kerucut memakai telapak tangan, lalu diisi nasi sushi dan aneka bahan segar sesuai selera. Karena caranya santai dan interaktif, hidangan ini pas untuk makan malam keluarga maupun kumpul bareng teman.
Nama temaki berasal dari kata "te" yang berarti tangan dan "maki" yang berarti gulung, jadi secara harfiah artinya gulungan tangan. Sejumlah catatan kuliner Jepang menyebut bentuk kerucut temaki modern lahir pada 1971 di restoran Tsukiji Tamazushi cabang Ginza, terinspirasi bentuk cone es krim yang populer setelah Osaka Expo 1970.
Kunci kelezatan temaki ada pada nasi sushi yang pulen dan berbumbu pas, nori yang renyah, serta isian segar. Lewat panduan ini kamu akan mendapat takaran yang masuk akal, langkah menggulung yang jelas, plus tips dari chef berpengalaman supaya hasilnya maksimal.
Advertisement
Sekilas tentang Temaki Sushi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354632/original/018163800_1790057459-2.jpg)
Temaki sushi (temakizushi) adalah bagian dari keluarga makizushi yang dibentuk memakai tangan, bukan digulung dengan tikar bambu. Mengutip Hungry Huy, secara garis besar sushi terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu gulungan potong (maki) dan gulungan tangan (hand roll). Lembaran nori diberi nasi sushi dan isian, lalu digulung menjadi kerucut dan disantap utuh dalam beberapa gigitan. Buat gambaran, kamu bisa melihat sajian Salmon Avocado Hand Roll yang jadi salah satu menu hand roll favorit di restoran.
Beda temaki, maki, dan nigiri
Yang membedakan temaki dari sushi roll biasa adalah bentuk dan cara makannya. Maki umumnya dipotong menjadi enam sampai delapan bagian untuk dibagi, sedangkan temaki disajikan sebagai satu porsi personal yang langsung disantap agar norinya tetap renyah. Ada pula legenda yang mengaitkan gulungan tangan dengan penjudi era Edo, meski tidak didukung sumber primer sehingga lebih tepat dianggap cerita rakyat. Adapun nigiri berbeda lagi, berupa kepalan nasi yang dilapisi irisan ikan di atasnya.
Dilansir dari Bokksu, temaki lekat dengan suasana makan kasual dan kerap muncul saat acara kumpul keluarga karena setiap orang bisa meracik gulungannya sendiri. Selain kecap asin, temaki juga nikmat dengan pelengkap kaya umami seperti saus sashimi yang lebih manis dan kental, saus belut, atau saus cabai. Kalau ingin memperdalam teknik dasar, kamu bisa menengok lebih dulu cara membuat sushi ala restoran Jepang dan panduan lengkap membuat sushi di rumah.
Advertisement
Bahan-Bahan Temaki Sushi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354633/original/028639100_1790057459-3.jpg)
Semua bahan berikut mudah ditemukan di supermarket dan tidak butuh peralatan khusus, sehingga membuat sushi yang praktis di rumah jadi lebih gampang.
Nasi sushi:
- 150 gram beras Jepang berbutir pendek
- 200 ml air
- 2 sdm cuka beras
- 1 sdm gula pasir
- 1/2 sdt garam
- 1 sdt mirin (opsional)
Isian:
- 6 lembar nori, masing-masing potong jadi dua
- 150 gram fillet salmon kualitas sashimi, potong memanjang (bisa diganti salmon asap)
- 1 buah alpukat matang, iris memanjang
- 1 buah mentimun Jepang, buang biji, potong seperti batang korek api
- 1 buah wortel ukuran sedang, potong memanjang tipis
- 4-5 lembar selada atau daun shiso
- Kecambah lobak (kaiware) secukupnya (opsional)
Pelengkap:
- 1 sdm wijen sangrai
- Wasabi secukupnya
- Kecap asin Jepang (shoyu) secukupnya
- Acar jahe (gari) secukupnya
- Mayones Jepang secukupnya (opsional)
Cara Membuat Temaki Sushi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354634/original/039082500_1790057459-4.jpg)
- Cuci beras Jepang beberapa kali sambil diaduk lembut hingga air bilasan bening, lalu tiriskan.
- Masak beras bersama air dalam rice cooker atau panci hingga matang, kemudian diamkan tertutup 10 menit agar tekstur nasi merata.
- Larutkan cuka beras, gula, garam, dan mirin, lalu tuang ke nasi yang masih hangat.
- Aduk nasi dengan gerakan membelah memakai spatula kayu sambil dikipasi hingga nasi mengilap dan suhunya turun menjadi suam-suam kuku.
- Potong salmon memanjang seukuran jari, iris alpukat, mentimun tanpa biji, dan wortel bentuk batang korek api, lalu robek selada sesuai selera.
- Sesaat sebelum menyajikan, potong tiap lembar nori menjadi dua agar tetap renyah saat digulung.
- Letakkan setengah lembar nori di telapak tangan dengan sisi mengilap menghadap ke bawah, pastikan tangan dalam keadaan kering.
- Taruh sekitar 1-2 sdm nasi di sepertiga kiri nori, ratakan tipis membentuk segitiga.
- Susun selada, salmon, alpukat, mentimun, dan wortel secara diagonal di atas nasi, tambahkan sedikit wasabi bila suka.
- Lipat sudut kiri bawah nori ke arah tengah, lalu gulung terus hingga membentuk kerucut yang rapi.
- Rekatkan ujung gulungan dengan menempelkan sebutir nasi sebagai perekat, tekan perlahan hingga menempel.
- Taburi bagian ujung yang terbuka dengan wijen sangrai, lalu sajikan segera bersama shoyu, wasabi, dan acar jahe.
Kalau ini pertama kalinya kamu menggulung, wajar bila hasilnya belum rapi, latihan beberapa kali akan membuat gerakanmu makin luwes, sama seperti saat mempraktikkan cara membuat sushi sederhana lainnya. Sebagaimana disampaikan Feasting at Home, santapan Jepang lazim dibuka dengan ucapan "itadakimasu" sebagai bentuk terima kasih kepada semua yang menyiapkan makanan.
Advertisement
Tips agar Temaki Sushi Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354635/original/049687000_1790057459-5.jpg)
Beberapa teknik kecil berikut membuat perbedaan besar, terutama kalau kamu sudah terbiasa dengan sushi sederhana ala rumahan.
- Pilih beras yang tepat. Berdasarkan Just One Cookbook, nasi sushi atau sumeshi dibuat dari beras Jepang berbutir pendek yang lengket sehingga mudah menyatu saat digulung, bukan beras pera biasa.
- Cuci beras hingga air bening. Membilas beras menghilangkan pati berlebih agar nasi pulen. Nobu Matsuhisa, chef Jepang pendiri jaringan restoran Nobu, dikutip dari Tasting Table, menyatakan, "Beras dicuci setidaknya lima hingga enam kali sebelum dimasak menggunakan air yang sudah disaring."
- Bumbui nasi selagi hangat. Cuka lebih meresap ketika nasi masih panas; kipasi sambil diaduk agar mengilap dan tidak lembek.
- Jaga tangan tetap kering. Nori cepat melempem bila terkena air, jadi gulung dengan tangan kering dan santap segera setelah dibuat.
- Utamakan ikan kualitas sashimi. Bila ragu menyajikan ikan mentah, ganti dengan salmon asap, udang rebus, atau ayam teriyaki yang sudah matang.
Soal menyantap pun ada etiketnya. Nobu Matsuhisa, dikutip dari The National, menyatakan, "Saat menyantap nigiri, kamu harus mencelupkan ikannya, bukan nasinya, ke dalam kecap asin, jika tidak nasinya akan hancur."
Variasi dan Substitusi Temaki Sushi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354636/original/060757700_1790057459-6.jpg)
Versi vegetarian
Ganti ikan dengan kombinasi alpukat, mentimun, wortel, tamago (telur dadar Jepang), dan kaiware. Merujuk Sudachi Recipes, alpukat sebenarnya bukan isian tradisional temaki, tetapi kini digemari karena teksturnya lembut dan cocok dipadukan dengan salmon. Ingin sensasi renyah? Sisipkan isian ala asparagus sushi tempura.
Versi matang tanpa ikan mentah
Untuk keluarga yang belum terbiasa ikan mentah, isi temaki dengan ayam teriyaki suwir, udang rebus, crab stick, atau salmon asap. Kamu juga bisa meniru lelehan gurih dari salmon mentai, dan versi ini aman dijadikan bekal sekolah anak.
Versi taco untuk pemula
Kalau kesulitan membentuk kerucut, pakai seperempat lembar nori, taruh nasi dan isian di tengah, lalu lipat seperti taco. Cara ini paling ramah bagi pemula, mirip langkah pada resep sushi rumahan untuk pemula.
Dengan bahan sederhana dan teknik menggulung yang santai, resep temaki sushi ini bisa jadi andalan akhir pekan bersama keluarga. Sajikan beragam isian di meja, biarkan semua orang meracik kerucutnya sendiri, dan nikmati selagi norinya masih renyah. Kalau ketagihan berkreasi dengan nasi Jepang, lanjutkan eksplorasimu lewat resep onigiri atau bahkan jadikan ide jualan sushi rumahan yang menjanjikan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354631/original/006846400_1790057459-1.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358333/original/007305200_1790331897-68752783-b385-4e79-a9b4-a837c6934f55.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358074/original/090703700_1790322179-25861651-ace8-402a-8417-c4827f1c90ae.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357961/original/061655300_1790315650-ee112932-3e23-4a6e-b50e-76ceb565dc9b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357995/original/038423800_1790318364-HL_Mi_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4209483/original/011549300_1667208215-es-bihun-buko-pandan-foto-resep-utama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357070/original/050395100_1790232695-Gemini_Generated_Image_8i20dc8i20dc8i20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357229/original/039683600_1790238146-78b14e1f-a5ef-4e24-ad87-52afaef7ff87.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357222/original/075123700_1790237671-HL_pangsit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357057/original/062983600_1790231615-b5b35807-5c49-48b9-8fb8-98324ca740b7.jpg)