15 Agustus 1914: Terusan Panama Dibuka, Jalur Strategis Penghubung Atlantik dan Pasifik

Seberapa rumit proses pembangunan Terusan Panama yang diresmiman pada tanggal 15 Agustus 1914?

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Panama City - Sejarah peresmian Terusan Panama, jalur air yang dibangun oleh AS melintasi Tanah Genting Panama dan menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik terjadi pada 15 Agustus 1914 dengan pelayaran kapal AS Ancon, sebuah kapal kargo dan penumpang.

Dikutip dari History.com, Sabtu (15/8/2026), pendorong awal keinginan AS untuk membangun jalur air buatan yang melintasi Amerika Tengah ini lantaran gelombang kedatangan para pemukim ke California dan Oregon pada pertengahan abad ke-19. Pada tahun 1855, AS menyelesaikan pembangunan jalur kereta api yang melintasi Tanah Genting Panama (saat itu adalah bagian dari Kolombia). Hal ini mendorong berbagai pihak untuk mengajukan rencana pembangunan kanal.

Akhirnya, Kolombia memberikan hak pembangunan terusan tersebut kepada seorang pengusaha Prancis yang menyelesaikan pembangunan Terusan Suez di 1869, Ferdinand de Lesseps. Pembangunan terusan setinggi permukaan laut ini dimulai pada 1881. Namun, perencanaan yang tidak memadai, wabah penyakit di kalangan pekerja, dan masalah keuangan menyebabkan perusahaan Lesseps bangkrut pada 1889.

Tiga tahun kemudian, mantan kepala insinyur proyek terusan dan seorang warga negara Prancis, Philippe-Jean Bunau-Varilla, mengambil alih aset perusahaan Prancis yang telah bangkrut itu.

Menjelang pergantian abad, penguasaan penuh atas Terusan di tanah genting tersebut menjadi hal yang sangat penting bagi AS, yang telah memperoleh kekaisaran luar negeri pada akhir Perang Spanyol-Amerika dan berupaya memperoleh kemampuan untuk memindahkan kapal perang serta kapal dagang dengan cepat antara Samudra Atlantik dan Pasifik.

Di 1902, Kongres AS menyetujui pembelian perusahaan kanal Prancis (sembari menunggu penandatanganan perjanjian dengan Kolombia), dan mengalokasikan dana untuk pembangunan terusan tersebut. Pada 1903, Perjanjian Hay-Bunau Varilla ditandatangani dengan Kolombia, yang memberikan hak kepada AS untuk menggunakan wilayah tersebut sebagai imbalan atas kompensasi finansial.

Senat AS meratifikasi perjanjian tersebut. Namun, Senat Kolombia, yang khawatir akan kehilangan kedaulatannya, menolak.

Kemerdekaan Panama dan Pembangunan Terusan

Sebagai respons, President Theodore Roosevelt memberikan persetujuan diam-diam terhadap gerakan kemerdekaan Panama, yang sebagian besar digagas oleh Philippe-Jean Bunau-Varilla dan perusahaan kanal miliknya. Pada 3 November, sekelompok warga Panama mengeluarkan deklarasi kemerdekaan dari Kolombia. Perusahaan kereta api yang dikelola AS menarik kereta-keretanya dari stasiun ujung utara di Colon.

Sehingga, pasukan Kolombia yang dikirim untuk memadamkan pemberontakan tersebut terpaksa tertahan di sana. Pasukan Kolombia lainnya juga tidak melanjutkan perjalanan ke Panama akibat kedatangan kapal perang AS, Nashville.

Kemudian, pada 6 November, AS mengakui Republik Panama, dan pada 18 November, Perjanjian Hay-Bunau-Varilla ditandatangani dengan Panama, yang memberikan hak penguasaan eksklusif dan permanen atas Zona Terusan Panama kepada AS. Sebagai pengganti, Panama menerima US$ 10 juta (Rp 178,3 miliar) dan anuitas sebesar US$ 250,000 (Rp 4,4 miliar) yang mulai dibayarkan sembilan tahun kemudian.

Perjanjian tersebut dinegosiasi oleh Menteri Luar Negeri AS, John Hay dan Bunau-Varilla yang telah diberi kewenangan penuh untuk bernegosiasi atas nama Panama. Tak lama dari situ, perjanjian tersebut dikecam banyak warga Panama sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional baru negara mereka.

Lalu, pada 1906, para insinyur Amerika memutuskan untuk membangun terusan dengan pintu air. Tiga tahun berikutnya dihabiskan untuk mengembangkan fasilitas konstruksi serta memberantas penyakit tropis di kawasan tersebut. Di 1909, pembangunan resmi pun dimulai. Dalam salah satu proyek konstruksi terbesar sepanjang masa, para insinyur AS memindahkan hampir 183,5 juta meter kubik tanah.

Proyek ini menghabiskan hampir US$ 400 juta (RP 7,137 triliun) untuk membangun terusan sepanjang 64,3 kilometer (atau 82 kilometer jika memperhitungkan dasar laut yang diperdalam di kedua ujung kanal). Akhirnya, pada 15 Agustus 1914, Terusan Panama dibuka untuk lalu lintas.

Panama kemudian berupaya untuk membatalkan Perjanjian Hay-Bunau-Varilla dan pada 1977, presiden AS Jimmy Carter dan diktator Panama Omar Torrijos menandatangani perjanjian untuk menyerahkan terusan tersebut kepada Panama pada akhir abad ini. Penyerahan secara damai berlangsung pada tengah hari tanggal 31 Desember 1999.