AS-China Sepakat Turunkan Tarif Barang Rp 1.080 Triliun, Ini Daftarnya

AS dan China sepakat menurunkan tarif barang mencakup mainan hingga produk pertanian.

Diterbitkan 29 September 2026, 13:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) dan China berencana menurunkan tarif barang senilai US$ 30 miliar atau Rp 540 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 18.010) dari masing-masing negara, sehingga total US$ 60 miliar atau Rp 1.080 triliun, diumumkan Senin, 28 September 2026.

"Jika kita melihat pemangkasan tarif benar-benar diterapkan sebelum musim liburan, itu bisa memberi dorongan yang menyenangkan bagi konsumsi AS dan bagi para peritel," kata CEO WPIC Jacob Cooke, dikutip dari CNBC, Selasa (29/9/2026).

Washington selama ini berupaya mengurangi rekor defisit dagang dengan Beijing yang tercatat lebih dari US$ 202 miliar tahun lalu, atau Rp 3.636 triliun.

Cooke, yang membantu merek-merek AS berjualan di China, menyebut daftar impor Beijing turut mencakup kategori yang berkembang pesat, contohnya perawatan rambut dan makanan hewan kemasan, di mana merek China sangat kompetitif melawan produk AS.

"Setiap poin persentase berarti untuk daya saing harga dan menjaga margin," ujar Cooke.

Meski demikian, belum jelas kapan tarif yang lebih rendah itu akan berlaku, dan seberapa besar penurunan bea masuknya. AS dan China tahun lalu mengenakan tarif impor efektif lebih dari 40% dan lebih dari 30% secara berturut-turut satu sama lain.

Kedua negara sebelumnya membatasi kenaikan tarif lebih lanjut setelah gencatan setahun musim gugur lalu, yang kemudian dinyatakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah diperpanjang hingga Januari oleh negosiator.

Pengumuman Senin ini menyusul KTT Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Washington, D.C., yang sepakat membentuk Board of Trade AS-China. Badan ini dijadwalkan bertemu setidaknya satu kali per kuartal, dengan pejabat tertinggi bertemu ketika diperlukan.

 

Daftar Barang Kedua Negara yang Diturunkan Tarifnya

Impor AS atas barang China (77 Item)

  • Dekorasi dan perayaan: Kembang api, lampu dan ornamen pohon Natal, payung taman, bunga tiruan
  • Peralatan rumah tangga dan dapur: Piring, cangkir, mangkuk, piring saji, peralatan makan dan dapur, termos vakum, oven, alat cukur, senter
  • Tekstil dan perlengkapan tidur: Selimut (termasuk elektrik), karpet, sprei, taplak meja, tirai, kantong tidur, bantal
  • Perlengkapan dan mainan anak: Kursi tinggi bayi, area bermain anak, mainan termasuk sepeda roda tiga (kecuali yang terhubung WiFi atau Bluetooth), manik-manik
  • Peralatan olahraga dan permainan: Bola biliar, kapur, meja biliar, kartu remi, raket permainan selain untuk tenis lapangan atau bulu tangkis, bola sepak, bola baseball, softball, bola tenis lapangan, kail, senar pancing
  • Kategori lainnya: Kuas seniman

Impor China atas barang AS (1.619 Item)

  • Ternak dan hewan hidup: Kuda, keledai, sapi, babi, domba, kambing, ayam pembiakan, ternak lain, lebah, ikan hias air tawar hidup
  • Daging dan unggas: Daging babi beku, daging domba beku, ayam atau kalkun utuh (beku, segar, atau dingin), kaki ayam beku, daging kelinci (tanpa kepala), daging sapi (kering, asap, atau asin).
  • Produk perikanan: Tuna segar atau dingin dan salmon Atlantik beku
  • Produk susu dan olahannya, serta minuman: Buttermilk, es krim, dan produk beku lainnya, serta whiskey
  • Kacang dan olahannya, serta kedelai: Kacang panggang serta selai kacang, kedelai untuk benih serta tepung dan bungkil kedelai.
  • Buah dan sayur olahan: Jus tomat dan apel segar

Direktur Jiangsu Green Willow Textile Ryan Zhao memperkirakan penjualan semester II 2026 bisa tumbuh 30% dari 2025 jika pemangkasan tarif diterapkan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6