Sempat Dihentikan, AS Kembali Salurkan Dolar ke Irak

AS setuju mencairkan kembali pengiriman tunai dolar ke Irak setelah sempat dihentikan. Kesepakatan dicapai usai Irak perketat pengawasan valas.

Diterbitkan 28 September 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Irak dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan untuk melanjutkannya kembali pengiriman uang tunai dolar ke Irak, setelah sempat terhenti selama beberapa bulan. Hal ini disampaikan oleh juru bicara pemerintah Irak, Haider al-Aboudi akhir pekan lalu.

Haider al-Aboudi menjelaskan kepada kantor berita resmi Iraqi News Agency bahwa kesepakatan ini berhasil dicapai saat Perdana Menteri Ali Faleh al-Zaidi melakukan kunjungan resmi ke AS.

Menurutnya, pasokan dolar ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan mata uang asing di pasar domestik Irak.

"Pengiriman tahap baru akan tiba dalam beberapa hari ke depan," ujar al-Aboudi dikutip dari Anadolu, Senin (28/9/2026). Meski demikian, ia belum membeberkan nominal maupun tanggal pasti kedatangannya.

Ia menambahkan, kesepakatan ini bisa terwujud setelah Irak mengambil serangkaian langkah tegas: memperketat pengawasan distribusi dolar, menekan penyalahgunaan valuta asing, serta memperluas penggunaan pembayaran elektronik seiring transisi negara tersebut menuju ekonomi digital.

Pengiriman Sempat Dihentikan Sebulan

Sebelumnya, AS menghentikan pengiriman uang tunai dolar ke Irak sejak April lalu, termasuk satu pengiriman bernilai sekitar US$ 500 juta. Langkah tegas Washington ini dilakukan untuk mendesak Baghdad agar membatasi pengaruh kelompok-kelompok bersenjata yang disokong oleh Iran.

Pasokan tunai dolar punya peran yang sangat krusial bagi perekonomian Irak yang masih bergantung pada transaksi tunai. Adapun cadangan devisa Irak sendiri disimpan dalam rekening khusus di Federal Reserve Bank of New York.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6