Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan atau keinginan untuk berkebun secara vertikal di rumah kini bukan lagi penghalang untuk menikmati keindahan alam dan mendapatkan pasokan pangan segar. Konsep tanaman hias yang bisa dimakan, atau edible ornamental, menawarkan solusi cerdas yang menggabungkan estetika visual dengan fungsi praktis. Dengan memilih jenis tanaman hias yang bisa dimakan, Anda tidak hanya mempercantik hunian, tetapi juga memperoleh bahan pangan organik yang sehat dan mudah diakses. Tren menanam jenis tanaman hias yang bisa dimakan semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan, memungkinkan mereka mengubah teras atau balkon menjadi kebun mini yang produktif dan menarik.
Pemanfaatan jenis tanaman hias yang bisa dimakan ini memberikan banyak keuntungan. Selain memperindah lingkungan, tanaman-tanaman ini juga dapat menjadi sumber nutrisi penting bagi keluarga. Bayangkan memiliki kebun kecil yang tidak hanya sedap dipandang, tetapi juga menyediakan bumbu segar, bahan teh herbal, atau bahkan sayuran untuk hidangan sehari-hari.Â
Berikut ini telah Liputan6.com bahas 15 jenis tanaman hias yang bisa dimakan, aman, dan lezat untuk dikonsumsi, lengkap dengan penjelasan mengenai cara mengonsumsinya.
Advertisement
Kelompok Bunga Edible (Edible Flowers)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4501324/original/096810200_1689241809-close-up-viola-tricolor-flowers-flower-bed__1_.jpg)
Bunga-bunga berikut ini tidak hanya mempercantik taman, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat dan menyehatkan.
1. Bunga Telang (Clitoria ternatea)
- Cara Konsumsi: Kelopak bunganya dapat diseduh untuk membuat teh biru kaya antioksidan, atau digunakan sebagai pewarna alami untuk nasi biru (nasi kerabu) dan hidangan penutup lainnya. Daun muda dan polongnya yang masih lunak juga bisa dimakan sebagai sayuran.
2. Bunga Matahari (Helianthus annuus)
- Cara Konsumsi: Bijinya dapat diolah menjadi kuaci, dimakan mentah, dipanggang, atau dikeringkan. Minyak juga bisa diekstraksi dari biji bunga matahari. Kuncup bunga muda dapat direbus atau dipanggang dan disajikan seperti artichoke. Kelopak bunganya yang kuning dapat dijadikan hiasan salad, meskipun beberapa mungkin memiliki rasa sedikit pahit. Daun muda yang lembut juga bisa dikukus dan dimakan seperti bayam.
3. Mawar (Rosa)
- Cara Konsumsi: Kelopak mawar (pastikan bebas pestisida kimia) dapat digunakan dalam salad, sebagai hiasan kue, atau untuk membuat selai, teh, dan sirup. Buah mawar, yang disebut rose hip, sangat kaya vitamin C dan dapat digunakan untuk membuat teh atau selai. Daun mawar juga bisa digunakan dalam campuran teh herbal.
4. Bunga Sepatu (Hibiscus)
- Cara Konsumsi: Kelopak bunganya sering dikeringkan untuk dijadikan teh kembang sepatu yang rasanya segar mirip cranberry. Bunga sepatu juga dapat digunakan dalam selai, jeli, sirup, atau sebagai hiasan salad. Daun muda Hibiscus sabdariffa bisa dimakan mentah dalam salad atau dimasak dalam sup dan semur.
5. Marigold (Tagetes)
- Cara Konsumsi: Kelopak bunga marigold memiliki rasa mirip jeruk pedas atau sedikit pahit dan dapat ditaburkan di atas sup atau salad. Beberapa varietas, seperti Signet Marigolds (Tagetes tenuifolia), dikenal memiliki rasa seperti jeruk. Bunga marigold juga dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk nasi.
6. Lavender
- Cara Konsumsi: Bunganya dapat dicampurkan ke dalam adonan kue kering, sirup, teh, atau minuman dingin untuk memberikan aroma aromatik yang mewah. Daun dan ujung bunga lavender juga bisa digunakan mentah dalam salad atau ditambahkan ke sup dan saus pasta.
7. Nasturtium
- Cara Konsumsi: Seluruh bagian tanaman (bunga, daun, batang, dan polong biji muda) dapat dimakan dengan rasa pedas segar seperti lobak. Bunga dan daunnya cocok ditambahkan ke salad, tumisan, atau dibuat pesto. Polong biji muda dapat diasamkan sebagai pengganti caper.
Advertisement
Kelompok Daun & Herbal Estetik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5034823/original/026418700_1733295660-bunga-pucuk-merah-54__1_.jpg)
Tanaman-tanaman ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menawarkan daun dan herbal yang dapat memperkaya cita rasa masakan dan minuman Anda.
8. Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium)
Pucuk merah sering dijadikan pagar hidup atau tanaman hias pot karena warna daun mudanya yang merah menyala. Daun mudanya dapat diseduh sebagai teh kaya fenolik dan antioksidan.
9. Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
Kumis kucing memiliki bunga putih unik mirip kumis kucing yang sangat estetik di taman. Daunnya dikeringkan untuk teh kesehatan, terutama baik untuk fungsi ginjal.
10. Basil / Kemangi
- Cara Konsumsi: Basil adalah bahan wajib untuk lalapan, pasta pesto, campuran masakan ayam, salad, sup, dan saus. Daun basil juga dapat digunakan sebagai pengganti selada pada sandwich atau sebagai pembungkus.
11. Mint
Mint adalah tanaman penutup tanah yang aromatik dan memberikan kesan hijau segar. Daunnya sangat segar untuk campuran minuman dingin, infused water, atau hiasan hidangan penutup.
12. Rosmarin (Rosemary)
- Cara Konsumsi: Rosemary adalah bumbu utama untuk panggangan ayam atau daging agar aromanya harum. Daunnya dapat ditambahkan ke sup, semur, saus tomat, atau digunakan untuk membuat minyak rosemary dan teh. Rosemary juga dapat dicampur ke dalam adonan roti atau mentega.
Kelompok Sayuran & Tanaman Unik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309642/original/090210900_1754636395-pexels-santaclarastudio-12363201.jpg)
Bagian ini mencakup tanaman yang sering dianggap sayuran atau memiliki karakteristik unik yang membuatnya menarik sebagai tanaman hias sekaligus sumber pangan.
13. Kale Keriting (Curly Kale)
Kale keriting memiliki tekstur daun yang sangat dekoratif, sering dianggap sebagai tanaman hias karena bentuknya yang eksotis. Daunnya bisa dijadikan keripik (kale chips), ditumis, atau bahan smoothie sehat.
14. Cabai Hias (Rainbow Chili)
- Cara Konsumsi: Buah cabai hias tetap memiliki rasa pedas dan dapat digunakan untuk memasak seperti cabai pada umumnya. Tingkat kepedasannya bervariasi, dan buah yang matang dapat diiris tipis sebagai taburan pizza atau salad.
15. Pegagan (Centella asiatica)
Pegagan adalah tanaman merambat rendah dengan daun bulat kecil yang cantik sebagai penutup tanah (groundcover). Sering dijadikan lalapan atau dijus; dikenal baik untuk kesehatan otak dan konsentrasi.
Â
QnA Seputar Jenis Tanaman Hias yang Bisa Dimakan
1. Apa yang dimaksud tanaman hias yang bisa dimakan?
Tanaman ini memiliki nilai estetika sekaligus bisa dikonsumsi, baik bagian daun, bunga, buah, atau batangnya.
2. Contoh tanaman hias yang bisa dimakan apa saja?
Beberapa contohnya seperti bunga telang, bunga rosella, lavender, mint, kemangi, dan stroberi hias.
3. Apakah semua tanaman hias aman untuk dimakan?
Tidak. Banyak tanaman hias justru beracun, jadi penting memastikan jenisnya benar-benar aman sebelum dikonsumsi.
4. Bagian tanaman mana yang biasanya bisa dimakan?
Tergantung jenisnya, bisa daun, bunga, atau buah. Misalnya bunga telang pada bunganya, mint pada daunnya.
5. Apakah tanaman hias edible mudah dirawat?
Umumnya mudah, apalagi yang termasuk tanaman herbal seperti mint dan kemangi yang cepa
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545400/original/051142300_1775187765-Gemini_Generated_Image_8fm8oo8fm8oo8fm8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339733/original/047775700_1757121903-MAROKO_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291692/original/065193500_1783573564-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287421/original/068645400_1783226541-Gemini_Generated_Image_93cz7p93cz7p93cz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2868342/original/096121800_1564538373-julie-johnson-fZrbluoNOZU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291416/original/079780000_1783559938-44e87c23-2a7a-4d77-83ce-ccfff72c720b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290965/original/097201800_1783500233-54ad177e-9b71-47c9-aa81-ab0bcd553953.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291035/original/006212400_1783502441-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289489/original/067820100_1783406531-Sentuhan_Kayu_dan_Pucuk_Merah_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290777/original/080587700_1783495172-ChatGPT_Image_Jul_8__2026__02_18_14_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290644/original/079810900_1783488766-Sirih_Gading_Cepat_Merambat_Memenuhi_Dinding_Rumah.jpg)