Liputan6.com, Jakarta - Olahraga ampuh untuk mengecilkan betis perlu dipadukan dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif agar hasilnya maksimal. Betis besar dapat dipengaruhi faktor genetik, penumpukan lemak, atau massa otot, sehingga proses merampingkannya membutuhkan latihan rutin dan konsisten, bukan cara instan.
Lemak tidak bisa dihilangkan hanya pada satu bagian tubuh karena pembakarannya terjadi secara menyeluruh. Oleh sebab itu, latihan kardio untuk membakar kalori sebaiknya dipadukan dengan latihan kekuatan agar otot lebih terbentuk, tubuh lebih proporsional, dan betis tampak lebih ramping.
Artikel Liputan6.com, Rabu (8/7/2026), ini akan membahas tentang olahraga untuk mengecilkan betis. Betis yang lebih kecil dan kencang dapat diperoleh melalui kombinasi olahraga yang tepat, nutrisi seimbang, serta kebiasaan hidup aktif. Dengan konsistensi menjalankan program latihan dan menjaga pola makan, perempuan dapat memperoleh bentuk betis yang lebih ideal sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh.
Advertisement
Olahraga Kardio
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750252/original/092802700_1708599848-Ilustrasi_olahraga_bersama_pasangan__lari__joging.jpg)
1. Jalan Kaki
Jalan kaki adalah pilihan paling mudah dan paling ramah untuk siapa saja, termasuk pemula yang belum terbiasa olahraga berat. Aktivitas ini rendah risiko cedera karena tidak membebani sendi lutut dan pergelangan kaki secara berlebihan, sehingga aman dilakukan hampir setiap hari.
Jalan kaki rutin minimal 30 menit sehari dapat membantu mengencangkan otot paha dan betis secara bertahap, membentuknya menjadi lebih ramping tanpa membuat otot menonjol berlebihan. Selain itu, aktivitas ini membakar sekitar 150–200 kalori tergantung berat badan dan intensitas langkah.
Agar hasilnya lebih maksimal, cobalah variasikan medan jalan, misalnya jalan menanjak atau menggunakan treadmill dengan kemiringan, karena ini akan melibatkan otot betis lebih intens dibandingkan jalan di permukaan datar. Konsistensi adalah kunci utamanya; jalan kaki 30 menit setiap hari jauh lebih efektif daripada jalan 2 jam sekali seminggu.
2. Jogging atau Lari
Jogging atau lari dengan durasi 30–45 menit merupakan bentuk kardio yang lebih intens dibanding jalan kaki, sehingga pembakaran kalorinya juga lebih tinggi dalam waktu yang sama. Saat berlari, seluruh otot tubuh bagian bawah bergerak aktif dan bekerja sama untuk menopang serta mendorong tubuh ke depan, sehingga memicu pembakaran lemak berlebih yang sering menjadi penyebab paha dan betis terlihat besar.
Jogging secara spesifik menargetkan otot paha depan (quadriceps), paha belakang (hamstring), dan betis (gastrocnemius serta soleus), sehingga ketiga kelompok otot ini bekerja bersamaan dan membentuk kaki yang lebih padat, kencang, serta proporsional. Bagi pemula, disarankan memulai dengan jogging ringan atau kombinasi jalan-lari (interval) sebelum meningkatkan intensitas, agar otot dan sendi punya waktu beradaptasi dan risiko cedera bisa diminimalkan.
3. Naik Turun Tangga
Naik turun tangga adalah bentuk kardio alami yang sangat efisien karena melibatkan gerakan melawan gravitasi, sehingga kalori yang terbakar per menitnya cenderung lebih banyak dibandingkan jalan kaki biasa. Aktivitas ini secara bersamaan melatih otot paha, bokong, dan betis, karena setiap langkah naik membutuhkan dorongan kuat dari otot betis untuk mengangkat tubuh ke anak tangga berikutnya.
Bagi yang tidak sempat atau tidak ingin berolahraga di luar rumah, memanfaatkan tangga di dalam rumah atau apartemen bisa menjadi pilihan praktis yang tidak memerlukan alat maupun biaya tambahan. Untuk hasil optimal, cobalah naik turun tangga selama 10–15 menit tanpa henti, atau selingi dengan naik dua anak tangga sekaligus untuk meningkatkan intensitas latihan pada otot betis.
4. Lompat Tali (Skipping)
Lompat tali atau skipping adalah olahraga kardio berintensitas tinggi yang sangat dianjurkan untuk membentuk betis. Ketika melakukan lompat tali, otot di paha dan betis akan lebih banyak berkontraksi secara berulang dalam waktu singkat, membuat otot-otot tersebut kencang serta membakar lemak berlebih di area tersebut.
Melakukan lompat tali secara rutin selama 20–30 menit setiap hari dapat membakar lemak di betis dan paha secara signifikan, sekaligus melatih koordinasi dan daya tahan kardiovaskular. Karena termasuk latihan berdampak tinggi (high impact), sebaiknya gunakan alas kaki yang mendukung dan permukaan yang tidak terlalu keras untuk mengurangi tekanan pada sendi. Bagi pemula, mulai dengan sesi singkat 5–10 menit lalu tingkatkan durasinya secara bertahap.
5. Berenang
Berenang adalah olahraga low-impact yang dapat meningkatkan kelenturan serta massa otot tubuh secara menyeluruh, termasuk otot di paha dan betis, tanpa membebani sendi seperti olahraga berdampak tinggi. Gerakan menendang air saat berenang, terutama pada gaya bebas dan gaya dada, melatih otot betis secara langsung dan membuat paha serta betis tampak lebih kencang dan kuat.
Selain manfaat pembentukan otot, berenang juga membakar kalori dalam jumlah besar karena air memberikan resistensi alami terhadap setiap gerakan tubuh. Olahraga ini cocok bagi yang memiliki masalah sendi atau ingin variasi latihan yang lebih ringan namun tetap efektif membakar lemak.
6. Bersepeda
Bersepeda adalah pilihan yang baik untuk memperkuat otot-otot kaki, betis, dan paha, sehingga bagian tubuh tersebut bisa tampak lebih kecil dan kencang seiring waktu. Gerakan mengayuh secara berulang membantu meningkatkan daya tahan otot di betis, glutes, paha depan, dan paha bagian belakang (hamstring) secara bersamaan.
Bersepeda juga tergolong olahraga low-impact sehingga cocok dilakukan dalam durasi lebih lama tanpa memberi tekanan berlebih pada lutut. Agar hasil pembentukan betis lebih optimal, variasikan rute dengan jalur menanjak sesekali, karena mengayuh di tanjakan akan melibatkan kontraksi otot betis yang lebih kuat dibanding jalur datar.
7. Senam Aerobik
Senam aerobik bermanfaat untuk membuang kelebihan garam dan cairan yang ada di dalam tubuh melalui keringat, sehingga membantu mengurangi tampilan bengkak pada betis akibat retensi cairan. Senam kardio berirama ini efektif menghilangkan lemak di bagian paha, pinggul, dan betis karena melibatkan gerakan dinamis yang menggerakkan hampir seluruh kelompok otot besar tubuh.
Setiap 30 menit senam aerobik dapat membakar sekitar 250–400 kalori, terutama jika dilakukan dengan intensitas tinggi dan gerakan yang melibatkan lompatan atau langkah cepat. Senam aerobik juga cenderung menyenangkan karena biasanya diiringi musik, sehingga lebih mudah dijadikan rutinitas jangka panjang dibanding olahraga yang terasa monoton.
8. Latihan HIIT
High-Intensity Interval Training (HIIT) adalah kombinasi gerakan intensitas tinggi seperti jumping jacks, high knees, dan squat jump yang dilakukan dalam interval singkat namun maksimal, diselingi jeda istirahat pendek. Metode ini efektif membakar kalori lebih banyak dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan kardio dengan intensitas stabil, karena tubuh terus membakar kalori bahkan setelah sesi latihan selesai (dikenal dengan istilah afterburn effect).
HIIT juga melatih otot kaki secara menyeluruh, termasuk betis, karena banyak gerakannya melibatkan lompatan dan perubahan posisi cepat yang menuntut kontraksi kuat dari otot gastrocnemius dan soleus. Durasi ideal untuk pemula sekitar 15–20 menit, 2–3 kali seminggu, dengan jeda pemulihan yang cukup di antara sesi.
Advertisement
Latihan Kekuatan (Strength Training)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454255/original/085092000_1766554791-IMG-20251224-WA0003.jpg)
9. Squat
Squat adalah salah satu olahraga yang paling efektif untuk mengecilkan paha dan betis karena melibatkan hampir seluruh otot besar pada tubuh bagian bawah dalam satu gerakan. Olahraga ini dapat mengencangkan otot paha dan betis, serta membakar lemak di area tersebut melalui kontraksi otot yang intens saat menahan beban tubuh.
Untuk melakukan squat dengan benar, berdiri dengan kaki selebar bahu, lalu turunkan badan seperti duduk di kursi sambil menjaga punggung tetap lurus dan pandangan ke depan, pastikan lutut tidak melewati ujung jari kaki agar tidak membebani sendi secara berlebihan.
Lakukan 3 set dengan 15 kali pengulangan di setiap set, dan istirahat sekitar 30–60 detik di antara set. Seiring waktu, variasi seperti sumo squat atau squat dengan beban ringan bisa ditambahkan untuk meningkatkan intensitas.
10. Lunges
Lunges juga sangat efektif untuk melangsingkan area-area tertentu pada kaki, terutama karena gerakan ini melatih satu sisi kaki secara bergantian sehingga memberi fokus lebih besar pada keseimbangan dan kekuatan otot individual. Latihan ini dapat mengencangkan otot-otot pada bagian kaki serta membakar lemak yang terkumpul di area tersebut, khususnya pada paha dan betis.
Caranya, berdiri dengan kaki selebar bahu, ambil satu langkah ke depan dan tekuk lutut hingga 90 derajat, dengan paha depan sejajar lantai. Pastikan lutut kaki belakang sejajar lantai dan lutut kaki depan tidak melewati jari kaki agar gerakan tetap aman untuk sendi. Kembali ke posisi awal dan ulangi 10–12 kali, lalu ganti kaki. Variasi seperti walking lunges atau reverse lunges bisa dicoba untuk menambah tantangan sekaligus melatih keseimbangan tubuh.
11. Calf Raises (Angkat Tumit)
Calf raises atau angkat tumit adalah latihan otot betis yang dapat melatih otot betis bagian atas (gastrocnemius) secara spesifik dan terfokus. Latihan ini sangat sederhana dan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bahkan sambil menunggu air mendidih di dapur atau saat menonton televisi.
Caranya, berdiri tegak, jinjit hingga ujung kaki, tahan posisi tersebut selama 2 detik, lalu turunkan tumit perlahan secara terkontrol. Latihan ini membentuk otot betis menjadi lebih padat dan indah jika dilakukan secara konsisten. Untuk intensitas lebih tinggi, lakukan calf raises isometrik dengan menahan gerakan di bagian atas selama mungkin, atau lakukan di tepi anak tangga agar rentang gerak (range of motion) lebih maksimal sehingga otot betis bekerja lebih keras.
12. Jumping Jacks
Jumping jacks (lompat lambai) adalah latihan otot betis yang sekaligus melatih otot jantung, sehingga tergolong latihan gabungan antara kekuatan dan kardio. Gerakan ini melibatkan hentakan yang lebih intensif pada otot betis dibanding gerakan statis biasa.
Caranya, ambil posisi berdiri dengan kaki rapat dan lengan di samping tubuh, lalu secara bersamaan angkat lengan ke atas dan buka kaki ke samping melewati lebar bahu. Lakukan gerakan melompat tanpa terhenti secara berulang, dan pastikan tetap bertumpu pada ujung kaki (bukan mendarat dengan tumit) agar otot betis lebih banyak bekerja dan tekanan pada lutut berkurang. Gerakan ini cocok dijadikan pemanasan sekaligus latihan penutup dalam sesi olahraga.
13. Wall Sit
Wall sit adalah latihan isometrik di mana tubuh bersandar pada dinding dengan posisi seperti duduk, lutut membentuk sudut 90 derajat, dan punggung menempel rata pada dinding. Posisi ini ditahan selama 30–60 detik atau lebih sesuai kemampuan. Karena tidak ada gerakan naik-turun, wall sit melatih kekuatan dan daya tahan otot paha serta betis melalui kontraksi statis yang berkelanjutan, tanpa membuat otot membesar berlebihan seperti latihan angkat beban berat.
Latihan ini sangat cocok untuk pemula karena minim risiko cedera, tidak memerlukan alat, dan bisa dilakukan di rumah kapan saja. Untuk variasi, coba tahan wall sit sambil mengangkat satu kaki secara bergantian guna melatih keseimbangan sekaligus menambah intensitas pada otot betis.
14. Peregangan (Pilates/Yoga)
Peregangan otot juga bisa menjadi salah satu cara mengecilkan betis, seperti melalui gerakan pilates atau yoga yang berfokus pada kelenturan dan kontrol otot. Kedua jenis olahraga ini dapat membantu meningkatkan kelenturan serta kekuatan otot secara bersamaan, tanpa menimbulkan penumpukan massa otot berlebih.
Peregangan yang terpusat pada kaki dapat mengencangkan otot-otot paha hingga bokong tanpa membuatnya jadi besar, sekaligus membantu memperbaiki postur tubuh secara keseluruhan.
Salah satu peregangan yang bisa dilakukan adalah berdiri tegak dengan tangan di pinggul, letakkan kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang. Tekuk lutut kaki kanan hingga membentuk sudut 90 derajat, pastikan lutut tegak lurus dengan punggung kaki. Tahan beberapa detik, rasakan berat badan menekan paha dan betis, lalu kembali ke posisi awal dan ulangi 10 kali, kemudian lakukan pada kaki kiri. Peregangan rutin setelah olahraga juga membantu mengurangi kekakuan otot dan mempercepat pemulihan.
Dukungan Pola Hidup Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288450/original/088456200_1783320774-pexels-iamabdullahsheik-9717268.jpg)
15. Jaga Pola Makan, Kurangi Garam, dan Cukupi Cairan
- Konsumsi makanan padat gizi, rendah lemak dan kalori: sayuran, buah, kacang-kacangan, protein tanpa lemak, dan biji-bijian.
- Kurangi asupan garam harian untuk mencegah retensi air di betis.
- Minum air putih minimal 2 liter sehari untuk mendukung metabolisme lemak.
- (Tambahan) Istirahat cukup dan hindari terlalu lama berdiri atau duduk statis, karena sirkulasi yang buruk bisa memicu pembengkakan di area betis.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Olahraga Mengecilkan Betis
Apakah 'spot reduction' efektif untuk mengecilkan betis?
Tidak, 'spot reduction' atau menghilangkan lemak hanya pada satu area spesifik tidak dapat dilakukan. Pembakaran lemak terjadi secara menyeluruh di tubuh, sehingga upaya mengecilkan betis harus didukung oleh program penurunan lemak tubuh secara keseluruhan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari olahraga mengecilkan betis?
Mengecilkan betis tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan kombinasi antara pola makan sehat, olahraga rutin, dan gaya hidup aktif yang konsisten untuk melihat hasilnya.
Apa saja olahraga kardio yang direkomendasikan untuk mengecilkan betis?
Olahraga kardio yang direkomendasikan antara lain jalan kaki rutin (minimal 30 menit sehari), jogging (30–45 menit), naik turun tangga, lompat tali (20-30 menit setiap hari), berenang, bersepeda, dan senam aerobik.
Selain olahraga, faktor apa lagi yang penting untuk mengecilkan betis?
Selain olahraga, pola makan sehat yang padat gizi, rendah lemak, dan rendah kalori sangat penting. Mengurangi konsumsi garam harian untuk mencegah retensi air dan minum air putih minimal 2 liter sehari juga mendukung metabolisme lemak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531208/original/095842000_1773553370-WhatsApp_Image_2026-03-15_at_12.40.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290385/original/086691300_1783478548-Egypt_s_Mostafa_Zico__11__and_Egypt_s_Haissem_Hassan__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290384/original/064848900_1783478396-Argentina_s_Lionel_Messi_celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8306243/original/097675000_1782171964-000_B7XN2AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259229/original/005106400_1781492480-AP26165671114272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290613/original/091057800_1783487106-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_17.45.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289883/original/050588200_1783417324-05543d80-2bf3-4ab6-a519-5bf7fb0b5446.jpg)