Kaca Kantor BGN Tiba-Tiba Pecah, Tim Inafis Cek Lokasi

Polisi menyelidiki penyebab kaca pecah.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 15:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kaca depan Gedung BGN pecah di Jakarta Pusat, polisi sedang menyelidiki insiden tersebut.
  • Dugaan awal penyebab pecah karena perbedaan suhu ekstrem antara luar dan dalam gedung.
  • Pengelola gedung menyatakan kejadian serupa sering terjadi 1-2 kali setahun saat musim panas.

Liputan6.com, Jakarta - Kaca depan Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, pecah pada Kamis (9/7/2026). Polisi turun tangan melakukan penyelidikan.

Dari video maupun foto yang beredar, satu panel kaca pada bagian atas fasad gedung tampak retak dengan lubang di bagian tengah.

Sebagian kaca terlihat telah pecah dan menyisakan pola retakan menyerupai jaring laba-laba. Pada bagian bawah panel, kaca juga tampak rontok sehingga menyisakan bagian yang hilang.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab insiden tersebut.

Hasil penyelidikan awal, pecahnya kaca diduga dipicu perbedaan suhu antara bagian luar gedung yang panas dan bagian dalam yang menggunakan pendingin ruangan sehingga menyebabkan kaca memuai hingga pecah.

Hal itu diungkap Reynold berdasar keterangan pengelola gedung bernama Martin.

"Pecahan kaca di gedung BGN. Pecahan kaca diduga karena di luar suhu yang panas dan di dalam menggunakan AC sehingga memuai yang mengakibatkan kaca pecah. Disampaikan pihak pengelola gedung an. Martin bahwasanya dalam 1 tahun bisa 1 sampai 2 kali kaca gedung pecah saat musim panas/kemarau,” ujar Reynold dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti pecahnya kaca tersebut.

 

Mobil Inafis Polres Jakpus Cek Kantor BGN

Pantauan Liputan6.com di lokasi, area di sekitar gedung dijaga aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat. Sementara itu, sisa pecahan kaca yang ada di bawah gedung masih berserakan dan telah diberi garis pembatas.

Di lokasi juga terlihat sebuah kendaraan dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) milik kepolisian terparkir di depan gedung. Sejumlah petugas tampak berada di sekitar kendaraan tersebut dan menyiapkan sejumlah peralatan.

Sedangkan, aktivitas lalu lintas di ruas jalan depan Gedung BGN tetap berjalan normal. Sejumlah pengendara dan pejalan kaki terlihat melintas seperti biasa, sementara petugas kepolisian keluar-masuk area gedung.

Salah satu petugas keamanan BGN menceritakan, kaca pecah tiba-tiba sekitar pukul 11.40 WIB dengan bunyi yang cukup nyaring.

“Tadi sekitar pukul 11.40 WIB, tadi tiba-tiba aja cuma dengar suara prakkk, dan itu kencang,” kata petugas keamanan tersebut.

Terpisah, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Erlyn Sumantri, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kebenarannya masih diselidiki,” ujar Erlyn.

Ia juga meminta agar publik menunggu hasil penyelidikan yang tengah dilakukan polisi. “Tunggu kabar hasil penyelidikan ya,” katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6