Nintendo Suntik Mati Mario Kart Tour pada September 2026

Nintendo akan menutup mobile game, Mario Kart Tour selamanya mulai September 2026.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mario Kart Tour mungkin menjadi mobile game terbesar yang rilis dalam koleksi Nintendo. Namun, karena perusahaan mundur perlahan dari mobile, game tersebut dikabarkan akan ditutup pada akhir September 2026, dan akan mati permanen.

Mario Kart Tour pertama kali diluncurkan pada 2019, bersamaan dengan Nintendo menghentikan pembaruan konten pada 2023. Kini, sudah sepenuhnya ditutup permanen.

Dilansir 9to5Google, Kamis (9/7/2026), diberitahukan di media sosial dan melalui halaman dukungan, terkonfirmasi bahwa Mario Kart Tour akan sepenuhnya dihentikan pada Kamis malam, 29 September.

Tidak hanya menghentikan konten atau online multiplayer, secara keseluruhan akan dihentikan selamanya. Nintendo mengatakan tidak berencana merilis versi offline-nya, sehingga game ini benar-benar sudah tamat.

Pemain yang telah berlangganan Gold Pass tidak akan dikenakan biaya lagi, dan seluruh pemain akan mendapatkan manfaat tersebut secara gratis mulai 4 Agustus 2026. Ruby juga tidak bisa dibeli lagi mulai minggu ini.

Nintendo Switch 2 Segera Punya Varian Baru

Di sisi lain, Nintendo akan merilis varian Switch 2 model baru pada 2027. Menariknya, konsol genggam tersebut tidak akan tampil dengan layar lebih besar atau performa ngebut, tapi soal baterai. 

Nintendo mengonfirmasi saat ini sedang menyiapkan Switch versi baru yang mengikuti aturan Uni Eropa soal right-to-repair, sebagaimana dikutip dari Engadget, Jumat (5/6/2026).

Dalam aturan baru tersebut, seluruh perangkat elektronik yang memiliki baterai wajib bisa dibongkar pasang atau diganti lebih mudah oleh pengguna.

Rencananya, aturan tersebut akan mulai diberlakukan mulai 18 Februari 2027. Dalam pengumumannya, Nintendo menyebut sedang menyiapkan produk dengan nomor model berawalan “BEE”. 

Setelah ditelusuri, kode nama itu diketahui berkaitan dengan Switch 2, termasuk hardware, game, dan aksesoris untuk konsol buatan perusahaan asal Jepang tersebut.

Nintendo memang tidak menyebut nama Switch 2 secara terang-terangan. Namun, kode “BEE” membuat arah pengumuman ini mudah dibaca.

Varian baru Nintendo Switch 2 itu juga akan memakai nomor model berbeda dan memiliki tanda “OSM” pada kemasan. Artinya, pembeli di Eropa nantinya bisa membedakan mana Switch 2 reguler dengan versi Uni Eropa.

Banyak pihak meyakini, model Switch 2 ini kemungkinan besar akan dijual sebagai produk terpisah untuk kepetingan regulasi. Jadi, jangan heran bila Switch 2 dengan baterai mudah diganti tidak akan tersedia di semua negara. 

 

Nintendo Fokus pada Switch 2

Nintendo tidak menyinggung kode “HAC”, kode sandi yang selama ini dipakai untuk Switch generasi pertama. Ini berarti, perusahaan tidak ada rencana untuk menyiapkan versi baru Switch lama dengan aturan baterai serupa.

Keputusan itu cukup wajar. Nintendo kini sudah fokus pada Switch 2, konsol generasi baru yang dirilis pada 2025. Dibandingkan model pertama, Switch 2 membawa layar lebih besar, penyimpanan internal lebih lega, dan performa jauh lebih baik.

Bagi sebagian gamer, baterai yang bisa diganti mungkin terdengar seperti detail kecil. Namun, untuk perangkat handheld, ini bisa menjadi hal penting dalam pemakaian jangka panjang.

Nintendo belum mengungkap kapan model baru Switch 2 ini mulai dijual. Harga resminya juga belum diumumkan.

Pertanyaan soal harga cukup menarik, karena Nintendo baru saja menaikkan harga Switch 2 di Uni Eropa pada Mei lalu. Harga konsol tersebut naik dari 470 euro menjadi 500 euro. Nintendo menyebut kenaikan itu dipicu biaya memori dan perubahan kondisi pasar.

Untuk sekarang, varian Switch 2 dengan baterai mudah diganti tampaknya akan lebih dulu menjadi urusan pasar Eropa. Belum ada tanda Nintendo akan membawa model serupa ke wilayah lain.