Kemenhub Pulangkan Pemudik Meninggal saat Macet di Pelabuhan Gilimanuk

Seorang pemudik berinisial RP meninggal dunia saat mengantre di Pelabuhan Gilimanuk menuju Jawa Tengah.

Diterbitkan 19 Maret 2026, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka terdengar di sela-sela macet menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, beberapa waktu lalu. Salah satu pemudik menuju Jawa Tengah, didapati meninggal dunia saat menunggu antrean kendaraan masuk ke kapal penyeberangan menuju Pelabuhan Ketapang.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Heri Junaedi Bakhri, mengaku berduka atas meninggalnya salah satu pemudik di tengah macet panjang Pelabuban Gilimanuk.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya seorang pemudik berinisial RP, seorang ibu rumah tangga, yang tengah melakukan perjalanan mudik dari Bali menuju Jawa Tengah," kata Heri dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Dia menerangkan, penumpang RP diketahui meninggal dunia oleh kru bus pada 18 Maret 2026 pagi hari, saat kendaraan sedang berada dalam perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian negara, Kementerian Perhubungan berkolaborasi dengan stakeholder diantaranya Polri, PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Pelindo memastikan pemulangan jenazah dilakukan dengan layak sampai di rumah duka yang berlokasi di Kebumen.

"Pada pukul 14.00 WITA, jenazah telah dipulangkan melalui KMP. Dharma Kencana 9 dengan rute Gilimanuk-Ketapang," ucapnya.

Selain itu, Kepala Distrik Navigasi Cilacap telah ditugaskan untuk menyambut kedatangan jenazah di rumah duka di Kebumen sebagai representasi kehadiran Kementerian Perhubungan bagi keluarga RP. Ditjen Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo, dan aparat keamanan, untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik di Selat Bali.

"Kepada seluruh pemudik, kami turut mengimbau untuk senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan selama perjalanan, beristirahat yang cukup, serta segera melapor kepada petugas di lapangan apabila merasa kondisi badan tidak sehat. Keselamatan jiwa adalah prioritas yang utama," tandasnya.

 

Kronologi Pemudik Meninggal Dunia

Kelelahan ekstrem akibat kemacetan horor di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, memakan korban jiwa. Rukmini Pamurasih (39), seorang pemudik asal Kebumen, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah pingsan di tengah kemacetan panjang kendaraan yang mengular hingga puluhan kilometer, Rabu (18/3/2026) pagi.

Korban yang menumpangi bus jurusan Denpasar-Jawa Tengah dilaporkan kehilangan kesadaran sekitar pukul 06.45 WITA saat bus tertahan di Simpang Manuver Gilimanuk.

Kondektur bus langsung melapor kepada petugas jaga. Korban sempat dievakuasi ke Kantor Karantina Kesehatan untuk mendapatkan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Meski upaya penyelamatan telah dilakukan, nyawa Rukmini tidak tertolong. Dia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Gilimanuk.

Diduga Kelelahan

Insiden tragis ini diduga kuat dipicu oleh kelelahan hebat (fatigue) setelah korban terjebak dalam antrean yang panjang. Berdasarkan data di lapangan, kondisi cuaca yang panas dan waktu tunggu yang tidak pasti telah menyebabkan sedikitnya 16 pemudik pingsan di jalur menuju pelabuhan.

"Awalnya dievakuasi dari bus oleh anggota, kemudian diarahkan ke Puskesmas. Namun, setelah pemeriksaan tim medis, nyawanya tak tertolong," ujar Danyon C Pelopor Gilimanuk, Kompol I Nyoman Supartha Wiryadarma, Rabu (18/3/2026).

 

Dievakuasi

Saat ini, jenazah warga Kelurahan Kembangsari, Kebumen tersebut masih dititipkan di Puskesmas Gilimanuk sembari menunggu koordinasi dengan pihak keluarga untuk dipulangkan ke Jawa Tengah menggunakan ambulans.

Pihak kepolisian mengimbau agar seluruh pemudik menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan perjalanan jika merasa kurang fit.

Memastikan ketersediaan logistik selama dalam antrean, dan melakukan pengecekan kendaraan secara menyeluruh guna menghindari mogok yang memperparah kemacetan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6