Luhut Nilai Iran Tak Akan Menutup Selat Hormuz Permanen

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, pemerintah Indonesia terus mencermati perkembangan situasi di Selat Hormuz.

Diterbitkan 13 Maret 2026, 21:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak akan ditutup secara permanen meskipun konflik di Timur Tengah masih berlangsung.

Dalam laporan kepada Presiden, Luhut menyampaikan situasi keamanan di kawasan Teluk masih sangat dinamis seiring meningkatnya intensitas operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.

Ia menjelaskan berbagai serangan telah menyasar sistem komando militer Iran serta sejumlah fasilitas strategis lainnya. Namun di sisi lain, Iran juga terus mengembangkan berbagai teknologi pertahanan termasuk penggunaan drone.

"Bapak Ibu sekalian kami juga ingin melaporkan, sistem komando Iran juga dilakukan pengeboman dan juga dari teman-teman di Amerika juga cerita bahwa mereka sekarang juga sedang menyiapkan serangan-serangan lebih efektif, targeted dengan menggunakan B-52 setelah mereka menggunakan B-52 jadi saya pikir situasinya masih fluktuatif, tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi, Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive jadi, Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya,” ujarnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Menurut Luhut, pemerintah Indonesia terus mencermati perkembangan situasi di kawasan tersebut dan menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi dampaknya terhadap ekonomi global maupun domestik.

"Oleh karena itu kami datang dengan berbagai skenario dan kita lihat perkembangan dalam 1-2 minggu ke depan,” tuturnya.

Ia menambahkan dinamika konflik masih akan menentukan kondisi jalur perdagangan energi global dalam waktu dekat.

 

Luhut: Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Mulai Membaik, tapi Biaya Asuransi Masih Tinggi

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan perkembangan terbaru situasi di Selat Hormuz di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam rapat kabinet, Luhut menyebut arus kapal tanker yang melintas di jalur strategis perdagangan minyak dunia tersebut mulai menunjukkan perbaikan. Meski demikian, ketidakpastian keamanan di kawasan masih berdampak pada biaya logistik pelayaran.

"Namun Iran juga cukup cerdik mereka melakukan mobile peluncuran kemudian kalau kita lihat juga larutan kapal keluar masuk selat hormuz juga mulai membaik, tetapi tetap juga masalah asuransi untuk kapal kita lihat masih tinggi dan ini masih tentu ada kekhawatiran yang di apa di berbagai pihak,” ujar Luhut dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, situasi keamanan di kawasan Teluk masih berfluktuasi karena operasi militer yang menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, fasilitas produksi, serta lokasi peluncuran senjata.

 

Sasar Kekuatan Laut Iran

Menurut Luhut, serangan tersebut juga menyasar kekuatan laut Iran yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan jalur pelayaran internasional.

"Angkatan laut Iran itu menjadi sasaran serangan Amerika untuk mengamankan penutupan selat hormuz dan itu telah dilakukan oleh mereka, mereka sudah menghancurkan kapal-kapal angkatan laut dari Iran,” tuturnya.

Ia menambahkan, perkembangan konflik masih terus dipantau pemerintah karena kawasan tersebut menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak global yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6