Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang dinilainya berani mengkritik pekerjaannya sendiri melalui buku berjudul 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia.
Hal itu disampaikan Luhut saat menghadiri peluncuran dan bedah buku tersebut di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Luhut mengaku terkejut melihat Bahlil mampu menyelesaikan buku setebal hampir 400 halaman di tengah kesibukannya sebagai menteri.
Advertisement
"Pak Bahlil telah menulis hampir 400 halaman, saya kaget juga melihat jumlahnya, sambil tetap menjabat menteri," ujar Luhut.
Ia bahkan berkelakar dengan menyamakan energi Bahlil seperti smelter yang beroperasi tanpa henti.
"Jadi saya sampai curiga Pak Bahlil ini nulisnya kapan. Tapi memang begitulah yang saya kenal dari Pak Bahlil, orang yang kerja keras, energinya seperti smelter jalan 24 jam, tidak boleh berhenti, kalau berhenti harganya mahal," kata Luhut.
Menurut Luhut, perjalanan hidup Bahlil juga menjadi inspirasi. Ia mengingatkan bahwa Bahlil berasal dari keluarga sederhana, dengan ayah yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai buruh cuci.
"Anak yang dulu berdiri bersama dengan yang kaya, tak pulang dengan tangan kosong, hari ini menulis buku tentang bagaimana anak-anak seperti dia tidak boleh lagi menjadi penonton di negeri sendiri," ucap Luhut.
"Ini bukan cerita, ini motivasi dari panggung seminar. Itu hidupnya sendiri," sambungnya.
Â
Bukan Sekadar Kisah Sukses
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318648/original/097998000_1786119549-IMG_2760.jpeg)
Luhut menilai kekuatan utama buku tersebut bukan terletak pada kisah keberhasilan Bahlil, melainkan keberaniannya mengakui berbagai tantangan dan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
"Nilai terpenting buku ini bukan pada cerita keberhasilannya. Namun nilai-nilai terpentingnya adalah keberaniannya yang jujur dan tidak pernah menyerah. Banyak pejabat menulis buku yang isinya foto-foto peresmian, semua sama sana-sini," kata Luhut.
Menurut dia, buku tersebut berbeda karena ditulis sendiri oleh Bahlil dan dilengkapi data yang komprehensif.
"Buku ini berbeda. Pak Bahlil menulis sendiri dengan data. Data yang sangat kaya, bahwa pekerjaannya belum selesai tentunya, bagian untuk daerah penghasil belum hadir, pengusaha lokal masih banyak menjadi penonton di rumahnya sendiri," ujarnya.
Luhut menambahkan, Bahlil juga secara terbuka menuliskan persoalan lingkungan dan keselamatan kerja yang masih menjadi tantangan dalam sektor pertambangan.
"Mengkritik orang lain itu gampang. Mengkritik pekerjaan sendiri di buku yang dicerita atas nama sendiri itu yang jarang terjadi. Untuk itu Pak Bahlil saya angkat topi pada Anda. Benar-benar saya bangga melihat Anda karena berani menuliskan apa adanya," jelas Luhut.
Â
Advertisement
Kenang Larangan Ekspor Nikel
Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga mengenang awal penerapan kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang sempat menuai kritik dan gugatan hingga ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
"Saya masih ingat masa-masa awal larangan ekspor bijih nikel, kami dicibir, kami ditekan dari berbagai arah, kami digugat sampai ke WTO. Dan banyak yang bilang Indonesia tidak akan sanggup," ujarnya.
Menurut Luhut, kebijakan hilirisasi kini mulai membuahkan hasil. Ia menilai Bahlil berhasil melanjutkan agenda tersebut sehingga Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi.
"Ada yang menertawakan. Namun sekarang, saya kira Pak Bahlil tegak berdiri mengatakan kami bisa. Sebagian yang dulu mau menertawakan itu justru sekarang antre minta bertemu dengan Pak Bahlil, mau ikut investasi," kata Luhut.
Meski enggan menyebut pihak yang dimaksud, Luhut menegaskan keberhasilan hilirisasi dapat dilihat dari data ekonomi.
"Hasilnya kita bisa lihat dengan angka, bukan retorika. Ekspor produk nikel melonjak berlipat ganda. Morowali dan Halmahera Tengah yang dulu nyaris tidak tercatat dalam peta ekonomi nasional, sekarang tumbuh dua digit dan menjadi bagian dari rantai pasok industri dunia," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318647/original/048524500_1786119533-IMG_2761.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1271620/original/092304900_1466592441-luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3441927/original/080733900_1619589140-058834200_1571731165-20191022-Bahlil-Lahadalia-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5095099/original/035419100_1736914807-Screenshot_20250115_094031_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311957/original/053974000_1785469440-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-31T104301.344.jpg)