Pasar Produk Makanan Ringan Menjanjikan, Industri Ini Bidik Penjualan Tumbuh 20% di 2026

Industri makanan ringan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri makanan ringan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Memasuki 2026, camilan bukan lagi sekadar pengganjal lapar, tapi sudah menjadi bagian dari keseharian dan gaya hidup masyarakat. Permintaan terhadap produk praktis, enak, dan bernilai gizi semakin meningkat.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), industri makanan dan minuman nasional tumbuh sekitar 6,49% hingga kuartal III 2025, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5%.

Sejalan dengan itu, pasar makanan ringan diperkirakan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan kebiasaan konsumsi camilan dalam porsi kecil namun lebih sering.

Momentum konsumsi juga diperkuat oleh momen musiman seperti Ramadhan dan Idul Fitri, serta meningkatnya peran e-commerce yang mendorong transaksi produk FMCG sepanjang tahun 2025.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, produsen camilan legendaris PT Dua Kelinci tetap optimistis menatap pertumbuhan bisnis pada 2026. Brand camilan yang sudah eksis 40 tahun ini, menargetkan penjualan tumbuh 15-20 persen.

Marketing Deputy Director PT Dua Kelinci, Emmanuel Dean, mengakui bahwa industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) tahun lalu masih bertumbuh, namun tidak setinggi ekspektasi.

“Kalau secara ekonomi tahun lalu, FMCG memang ada pertumbuhan namun tak sedasyat yang kita harapkan. Tapi memang ekonomi juga lagi not as good dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Emmanuel dikutip Rabu (11/2.2026).

 

Industri Fast-Moving Consumer Goods

Memasuki awal Januari, kata Emmanuel, bisnis FMCG mulai menunjukkan pertumbuhan bisnisnya. Momen ini diharapkan akan terus berlanjut hingga akhir 2026.

"Kita juga lihat di Januari 2026 (pertumbuhan penjualan) membaik juga. Jadi moga-moga ini uptrend untuk 2026. kita targetnya standar semua FMCG, biasanya growth sekitar 15-20 persen," jelasnya.

Menurutnya, perseroan akan menjadikan tahun ini sebagai momen untuk melakukan pembenahan internal dalam memperkuat fondasi bisnis.

“Jadi saat ini kita fokus ke fondasi bisnis. Kita memperkuat, ini kesempatan bagus untuk rework, reformulasi, ganti-ganti apa yang kita akan ganti dan kita juga lagi fokus ke konsumen,” jelasnya.

 

Strategi Ganti Kemasan, Perkuat Relevansi

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah transformasi kemasan produk. Dua Kelinci resmi memperkenalkan kemasan baru yang lebih segar dan modern, sejalan dengan perubahan preferensi pasar.

Emmanuel menegaskan, perubahan ini bukan sekadar pembaruan tampilan.

“Bukan sekasar ganti baju. Ini brand Dua Kelinci 40 tahun, untuk relevan keluarga Indonesia mulai dari milenial, gen Z. Kita ganti kemasan sesuai situasi market saat ini,” katanya.

Adapun varian produk yang mendapatkan sentuhan baru ini mencakup seluruh lini unggulan, mulai dari Kacang Kulit, Kacang Koro, Kacang Polong, hingga Kacang Campur.

Transformasi tersebut juga menegaskan positioning produk sebagai camilan keluarga yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai fungsional. (*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6