Ini Dampak Buruk Jika Kekayaan Miliarder Meningkat Pesat

Laporan Oxfam mengungkapkan bahwa kekayaan miliarder mencapai rekor $18,3 triliun, sementara ketidaksetaraan semakin dalam.

Diterbitkan 19 Januari 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Liputan6.com, Jakarta - Kekayaan miliarder di seluruh dunia telah mencapai angka yang mencengangkan, dengan total kekayaan mereka menembus rekor USD 18,3 triliun.

Sebuah laporan dari Oxfam, badan amal internasional yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, mengungkapkan bahwa kekayaan orang-orang super kaya ini naik sebesar 16%, atau sekitar USD 2,5 triliun, pada tahun lalu.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa sejak 2020, kekayaan miliarder meningkat 81%, yang menjadikan dekade ini sebagai “dekade terbaik bagi para miliarder.”

Kekayaan yang Tidak Merata

Namun, di balik lonjakan kekayaan tersebut, kemiskinan global justru melambat. Oxfam melaporkan bahwa tingkat kemiskinan dunia tidak banyak berubah sejak tahun 2019, menciptakan ketimpangan ekonomi yang semakin mencolok.

Menurut laporan tersebut, para miliarder kini semakin mengandalkan kekayaan mereka untuk memperoleh kekuasaan politik dan mengendalikan media. Hal ini tercermin dalam berbagai peran yang diambil oleh miliarder seperti Elon Musk, yang terlibat dalam pemerintahan AS, Jeff Bezos yang memiliki The Washington Post, serta Vincent Bollore yang mengakuisisi CNews di Prancis.

Amitabh Behar, Direktur Eksekutif Oxfam, menegaskan bahwa pengaruh luar biasa yang dimiliki miliarder terhadap politik dan media telah memperburuk ketidaksetaraan dan mengganggu upaya-upaya mengatasi kemiskinan.

“Pengaruh yang dimiliki kaum super kaya ini semakin dalam, memperbesar jurang ketidaksetaraan dan membawa kita menjauh dari jalur yang benar dalam mengatasi kemiskinan,” ujarnya dalam laporan yang berjudul Melawan Kekuasaan Orang Kaya: Melindungi Kebebasan dari Kekuasaan Miliarder.

 

Pengaruh Politik Miliarder yang Meningkat

Laporan Oxfam ini dirilis bertepatan dengan pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, yang menjadi ajang bagi sekitar 65 kepala negara dan lebih dari 850 CEO, termasuk Presiden AS Donald Trump. Oxfam memperingatkan bahwa kesenjangan yang semakin lebar antara orang kaya dan sisanya menimbulkan “defisit politik yang sangat berbahaya dan tidak berkelanjutan.”

Pemerintah, menurut Oxfam, sering kali lebih memilih untuk melindungi elit kaya dan mengabaikan kebutuhan rakyat, memperburuk ketidakadilan sosial.Pada tahun 2025, kebijakan ekonomi pemerintahan Trump, yang memberikan keringanan pajak bagi orang-orang berpenghasilan tinggi, semakin memperburuk ketimpangan ekonomi. Warga AS yang berpenghasilan rendah terus bergulat dengan kualitas hidup yang semakin tertekan, dengan banyak dari mereka yang tidak lagi mampu menikmati standar hidup yang layak.

Pajak untuk Para Miliarder dan Perlindungan Lebih Kuat untuk Kebebasan Berekspresi

Oxfam mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk segera merancang rencana nasional untuk mengurangi ketidaksetaraan. Salah satunya adalah dengan mengenakan pajak yang lebih tinggi kepada miliarder dan memperkuat pembatasan antara politik dan kekayaan. Selain itu, Oxfam juga menyerukan perlindungan yang lebih kuat terhadap kebebasan berekspresi di seluruh dunia, terutama di tengah protes-protes besar yang terjadi pada 2024, yang biasanya berakhir dengan kekerasan oleh pihak berwenang.

 

Negara Kaya Percepat Pemangkasan Bantuan

Di sisi lain, laporan Oxfam juga menyoroti fakta bahwa negara-negara kaya semakin mempercepat pemangkasan bantuan internasional mereka, termasuk penutupan USAID, yang dapat berkontribusi pada lebih dari 14 juta kematian pada tahun 2030 jika dibiarkan tanpa penanggulangan.

Solusi untuk Mengurangi Kesenjangan

Oxfam menyarankan agar negara-negara memperkenalkan kebijakan yang lebih adil dan berorientasi pada pengurangan ketidaksetaraan. Dalam konteks ini, kebijakan pajak yang lebih progresif terhadap orang kaya, penguatan sektor publik, dan pembatasan pengaruh miliarder dalam politik menjadi langkah-langkah yang perlu diprioritaskan untuk menciptakan pemerintahan yang lebih adil bagi semua lapisan masyarakat.

Laporan ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun kekayaan para miliarder terus berkembang, kesenjangan sosial yang semakin lebar bisa menjadi ancaman nyata bagi kestabilan politik dan ekonomi global.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6