Deretan Miliarder Arab di Balik Klub Sepak Bola Top Dunia

Sejumlah miliarder Arab menggelontorkan investasi besar di klub sepak bola dunia, mulai dari Al Hilal, Aston Villa, hingga San Diego FC.

Diterbitkan 23 Juni 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sepak bola tidak hanya menjadi olahraga paling populer di dunia, tetapi juga menjadi magnet investasi bagi para miliarder. Bagi sebagian orang, kepemilikan klub merupakan bentuk kecintaan terhadap olahraga tersebut. Namun, bagi yang lain, sepak bola juga menjadi instrumen bisnis dengan potensi keuntungan besar.

Di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, sejumlah miliarder Arab tercatat memiliki atau berinvestasi di klub-klub sepak bola ternama. Dukungan finansial mereka tidak hanya memperkuat klub di dalam lapangan, tetapi juga meningkatkan nilai bisnis dan daya saing secara global.

Berikut daftar miliarder Arab yang berinvestasi di dunia sepak bola dikutip dari Forbes, Selasa (23/6/2026):

1. Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud

Kewarganegaraan: Arab Saudi

Kekayaan: US$ 21,7 miliar

Klub: Al Hilal Saudi Club

Pangeran Alwaleed memimpin Kingdom Holding Company (KHC), yang pada April 2026 menandatangani perjanjian pembelian 70% saham Al Hilal Club Company dari Public Investment Fund (PIF) senilai US$ 224 juta.

Transaksi tersebut mencerminkan valuasi perusahaan sebesar sekitar US$ 373 juta.

Al Hilal merupakan salah satu klub tersukses di Asia dengan koleksi 90 gelar resmi, termasuk empat trofi Liga Champions Asia (AFC Champions League). Klub ini juga memegang rekor juara Liga Arab Saudi terbanyak dengan 21 gelar sejak 1962.

Pendapatan Al Hilal melonjak dari US$ 110 juta pada tahun fiskal 2023 menjadi lebih dari US$ 224 juta pada tahun fiskal 2025 yang berakhir pada Juni.

 

2. Tiga Bersaudara Sawiris

Kewarganegaraan: Mesir

Total Kekayaan: US$ 16,5 miliar

Klub: Aston Villa, Vitória SC, ZED FC, El Gouna FC, dan FC Luzern

Keluarga Sawiris menjadi salah satu dinasti bisnis Arab yang paling aktif di dunia sepak bola.

Nassef Sawiris, bersama miliarder Amerika Serikat dan pendiri Fortress Investment Group, Wes Edens, mengakuisisi 55% saham klub Liga Inggris Aston Villa pada 2018 melalui perusahaan investasi mereka, V Sports.

Nilai investasi awal yang dilaporkan mencapai sekitar US$ 39 juta.

Selain Aston Villa, V Sports juga memiliki kepemilikan minoritas di klub Portugal, Vitória SC.

Nassef juga dikenal sebagai investor besar di Adidas dan dijadwalkan menjadi Ketua Adidas pada Mei 2026. Saat ini ia memiliki sekitar 6% saham perusahaan olahraga asal Jerman tersebut.

Sementara itu, kakaknya Naguib Sawiris mendirikan ZED Sports Club di Mesir melalui ORA Developers Holding Limited. Putranya, Onsi Naguib Sawiris, memimpin ZED Sports Investment yang mengakuisisi mayoritas saham Masr Football Company pada 2020 dengan investasi sekitar US$ 28,4 juta.

Klub tersebut kemudian berganti nama menjadi ZED FC dan berhasil promosi ke Liga Primer Mesir pada 2023. Setahun kemudian, ZED FC mencatat sejarah dengan mencapai final Piala Mesir untuk pertama kalinya.

Adapun adik mereka, Samih Sawiris, merupakan pemilik El Gouna FC yang berdiri pada 2003 dan saat ini berlaga di Liga Primer Mesir. Ia juga membeli saham klub Swiss FC Luzern pada 2011.

 

3. Mohamed Mansour

Kewarganegaraan: Mesir

Kekayaan: US$ 4 miliar

Klub: San Diego FC, FC Masar, dan FC Nordsjælland

Miliarder Mesir Mohamed Mansour juga menjadi salah satu investor terbesar di industri sepak bola internasional.

Melalui kantor keluarga yang berbasis di Inggris, Man Capital, Mansour mengakuisisi grup akademi sepak bola dan pendidikan Right to Dream (RTD) pada 2021.

Melalui RTD, ia menjadi pemilik bersama klub Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, San Diego FC, klub Mesir FC Masar, serta klub Denmark FC Nordsjælland.

San Diego FC menjalani debutnya di MLS pada Februari 2025 sebagai klub ke-30 di kompetisi tersebut. Pada 2026, klub itu masuk daftar tim MLS paling bernilai versi Forbes dan menempati peringkat ke-10 dengan valuasi mencapai US$ 795 juta.

Selain memiliki klub, Mansour juga memperluas jaringan akademi sepak bola Right to Dream. Setelah memiliki akademi di Ghana dan Denmark, jaringan tersebut berekspansi ke Mesir pada 2021 dan ke Amerika Serikat pada 2023.

Pada Oktober 2025, Mansour Group mengumumkan pembangunan akademi Right to Dream baru di Accra, Ghana, dengan investasi bernilai jutaan dolar AS. Akademi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Sejak mengakuisisi RTD, grup tersebut telah menginvestasikan lebih dari US$ 180 juta untuk mengembangkan platform pendidikan dan sepak bola yang mereka miliki.

Investasi para miliarder Arab ini menunjukkan bahwa sepak bola kini bukan sekadar olahraga, melainkan juga industri global bernilai miliaran dolar yang mampu menarik perhatian para konglomerat dunia.

 

Reporter: Hanan Mahira Amani

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6