Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan membuka lowongan kerja mulai 9 Agustus 2026. BI menjaring karyawan melalui seleksi penerimaan Pendidikan Calon Pegawai Asiaten Manajer (PCPM) Angkatan 41.
"Seleksi penerimaan PCPM Bank Indonesia Angkatan 41 kembali dibuka," tulis akun Instagram resmi @bank_indonesia, Sabtu (8/8/2026).
Pendaftaran online bisa diakses pada periode 9-14 Agustus 2026 melalui laman resmi www.rekrutmenpcpmbi.id/41. Laman tersebut baru bisa diakses mulai Minggu, 9 Agustus 2026.
Advertisement
"Hati-hati ya sobat! Bank Indonesia tidak memungut biaya apapun selama pelaksanaan seleksi," tulis BI, seperti dikutip.
Beberapa kualifikasi minimal bagi calon pendaftar yakni, sehat jasmani dan rohani, warga negara Indonesia (WNI), usia maksimal 26 tahun (S1) dan 28 tahun (S2) per tanggal 31 Agustus 2026, telah dinyatakan lulus dengan strata pendidikan minimal S1.
Kemudian, IPK minimal 3,00 dari skala 4,00, diutamakan aktif berorganisasi, tidak sedang menjalani ikatan dinas atau bersedia melepaskan ikatan dinas dengan institusi lain, bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.
Ada beragam latar belakang bidang studi yang bisa ikut Seleksi PCPM BI Angkatan 41. Diantaranya, Studi Ekonomi, Studi Pembangunan, Ilmu Ekonomi Syariah, Agribisnis/Sosial Ekonomi, Teknik Industri, Teknik Lainnya (sipil, elektro, arsitektur, kimia, lingkungan, mesin, fisika), Manajemen, Bisnis/Keuangan.
Akuntansi, Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, Matematika, Aktuaria, Statistika,Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Hubungan Internasional, Psikologi, Ilmu Administrasi, Teknologi Informasi, Sistem Informasi.
Strategi Bank Indonesia Jaga Kestabilan Rupiah
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
Sebelumnya, Bank Indonesia terus berkomitmen menjaga stabilitas sebagai prasyarat utama mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea menuturkan, optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditingkatkan.
“Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam. Berbagai instrume, termasuk triple intervention di pasar valas (Spot, NDF dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing,” ujar Erwin dikutip dari keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Erwin menuturkan, strategi dalam menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan diperketat. “Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam. Berbagai instrumen, termasuk triple intervention di pasar valas (Spot, NDF dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing,” kata dia.
Di sisi lain, Erwin mengatakan, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus diperkuat guna mendorong pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk penguatan mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar transmisi pembiayaan menjadi semakin efektif.
“Selain itu, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran juga terus diakselerasi sehingga makin mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319131/original/040809900_1786186394-1000401625.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303356/original/032748400_1784627628-IMG_5798.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263888/original/074262200_1782028382-Depositphotos_643683280_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4183710/original/033100200_1665113148-Bank_Indonesia_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315822/original/6919500_1785899051-Pejabat_Gubernur_Sementara_Bank_Indonesia__BI__Destry_Damayanti_saat_Konferensi_Internasional_Bulletin_of_Monetary_Economics_and_Banking__BMEB__ke-20_dan_Call_for_Papers_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9315631/original/013834000_1785844405-pg04-isu-bi-masuk-kabinet-acb72b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314737/original/024279100_1785772806-ks3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)