Ekonom Prediksi BI Rate Naik 25 Bps, Ini Alasannya

Ekonom BCA, David Sumual memaparkan, sentimen yang mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate.

Diterbitkan 21 September 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual memprediksi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate 25 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 22-23 September 2026.

David menuturkan, potensi kenaikan BI Rate didorong oleh tekanan inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"BI Rate diproyeksikan akan naik 25 bps seiring dengan tekanan inflasi yang meningkat dan kurs rupiah yang melemah dalam sebulan terakhir ini," kata David ketika ditanya, Senin (21/9/2026).

Selain faktor domestik, kebijakan bank sentral global ikut memperkuat alasan BI untuk mengetatkan kebijakan. David menyebut langkah The Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan (BOJ) yang menaikkan suku bunga membebani mata uang negara berkembang.

"Bank sentral global seperti The Fed dan BOJ juga menaikkan bunga, sehingga memberikan tekanan pada kurs mata uang emerging market seperti Indonesia," ujar dia.

Setelah pertemuan kali ini, ruang kenaikan suku bunga berikutnya masih terbuka. David memperkirakan BI Rate masih bisa naik 25-50 bps hingga akhir 2026, sejalan dengan ekspektasi kenaikan Fed Rate sekali lagi pada Desember.

"Sampai akhir tahun, BI Rate diperkirakan masih ada peluang untuk meningkat 25-50 bps seiring dengan ekspektasi kenaikan Fed Rate sekali lagi di Desember 2026," ujar dia.

Menurut David, publik perlu mencermati arah kebijakan bank sentral dunia dan situasi geopolitik di Timur Tengah.

"Arah suku bunga bank-bank sentral global dan perkembangan geopolitik Timur Tengah serta dampaknya pada harga minyak tetap perlu diwaspadai," tutur dia.

Bank Indonesia Waspadai Inflasi Pangan

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mewaspadai tekanan inflasi pangan meskipun inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2026 turun menjadi 2,88% secara tahunan dari 3,34% pada Juni 2026. BI menilai risiko gangguan cuaca, termasuk El Nino, dapat memengaruhi pasokan dan harga pangan ke depan.

Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan inflasi volatile food melambat menjadi 2,52% yoy pada Juli 2026 karena peningkatan pasokan sejumlah komoditas hortikultura. Kondisi tersebut turut menjaga inflasi umum tetap berada dalam sasaran BI sebesar 2,5% plus minus 1%.

"Inflasi volatile food melambat menjadi 2,52% year-on-year dipengaruhi oleh panen komoditas hortikultura, aneka cabai, dan bawang merah,” kata Destry dalam konferensi pers RDG BI yang disiarkan daring, Rabu (19/8/2026).

BI mencatat inflasi inti pada Juli 2026 tetap terkendali sebesar 2,76% yoy. BI juga mencatat inflasi administered prices sebesar 3,58% yoy seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Destry mengatakan, BI akan memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan. BI akan menjalankan pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) bersama pemerintah.

"Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui TPIP dan TPID dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera atau GPIPS guna menahan inflasi pangan,” ujar Destry.

BI akan mengantisipasi risiko gangguan cuaca terhadap produksi dan distribusi pangan melalui GPIPS. BI menilai langkah tersebut penting untuk menjaga pasokan komoditas pangan dan mencegah kenaikan harga yang dapat mengganggu daya beli masyarakat.

 

 

BI Bakal Perkuat Respons Bauran Kebijakan

Destry mengatakan BI juga akan mempertahankan inflasi dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027 melalui penguatan bauran kebijakan moneter. BI akan menjaga stabilitas rupiah untuk mengurangi dampak imported inflation terhadap harga domestik.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat respons bauran kebijakan moneter agar inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada tahun 2026 dan 2027,” kata Destry.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6