Pemprov DKI Siap Tambah CCTV di Titik Rawan Kejahatan

Penambahan CCTV di kawasan rawan kejahatan diusulkan untuk membantu pengawasan tawuran, peredaran narkoba, hingga kemacetan.

Diterbitkan 06 November 2026, 15:09 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI mendukung usulan DPRD menambah CCTV di area rawan kejahatan dan narkoba.
  • Dukungan ini sejalan dengan upaya kepolisian memberantas narkoba di wilayah rawan.
  • Efisiensi anggaran CCTV dapat memperluas jangkauan pengawasan di titik rawan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakomodir usulan DPRD DKI Jakarta untuk menambah kamera pengawas atau CCTV di kawasan rawan tawuran dan peredaran narkoba.

Pramono menyatakan, Pemprov DKI Jakarta siap memberikan dukungan penuh terhadap penambahan fasilitas tersebut.

“Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan dan support sepenuhnya,” kata Pramono kepada wartawan di Kampung Melayu, Jumat (6/11/2026).

Menurut Pramono, dukungan tersebut sejalan dengan upaya kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba, terutama di wilayah yang dinilai rawan.

“Tanpa menjawab panjang apa yang menjadi usulan dari anggota DPRD untuk menambah fasilitas CCTV di tempat yang rawan, terutama narkoba dan sebagainya. Apalagi kita ketahui bahwa Kapolri Bapak Suyudi yang sekarang ini betul-betul menyatakan perang terhadap narkoba, maka Pemerintah DKI Jakarta mendukung hal itu,” jelas Pramono.

 

 

Usulan Tambahan CCTV

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) memprioritaskan pemasangan CCTV di titik-titik rawan kejahatan di Ibu Kota.

"Ini harus kembali dioptimalkan," kata Inggard, Rabu (4/11/2026).

Inggard menilai Pemprov DKI Jakarta dapat memanfaatkan hasil efisiensi anggaran pengadaan CCTV untuk menambah titik pemantauan di sejumlah wilayah yang membutuhkan.

“Penghematan anggaran itu dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pengawasan, terutama di kawasan rawan tawuran, tindak kejahatan, peredaran narkoba, hingga kemacetan,” jelas Inggard.

Menurut Inggard, efisiensi pengadaan dapat dilakukan dengan menyesuaikan spesifikasi dan fitur CCTV berdasarkan kebutuhan di lapangan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6