Liputan6.com, Jakarta - Menanam alpukat hingga tumbuh subur dan menghasilkan buah tentu membutuhkan kesabaran, tetapi usaha tersebut bisa terganggu ketika tanaman mulai menunjukkan daun berlubang, pucuk mengering, atau buah memiliki bekas tusukan yang tidak biasa. Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kurangnya pupuk atau kesalahan perawatan karena bisa jadi tanaman sedang diserang hama yang bekerja secara perlahan dan baru terlihat setelah kerusakannya cukup parah.
Menariknya, hama yang menyerang tanaman alpukat tidak hanya berupa ulat yang mudah terlihat pada daun, tetapi juga ada serangga berukuran sangat kecil yang bersembunyi di balik daun, mengisap cairan tanaman, merusak buah muda, hingga membuat lubang pada cabang. Karena setiap hama meninggalkan tanda serangan yang berbeda, mengenali jenisnya sejak awal dapat membantu pemilik tanaman mengambil langkah perawatan sebelum kerusakan semakin meluas.
1. Ulat Kipat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309397/original/002385800_1785226530-f6a041fa-fbea-4530-9130-73555e3a8690.jpg)
Ulat kipat atau Cricula trifenestrata merupakan salah satu hama yang dikenal menyerang tanaman alpukat, terutama pada bagian daun. Hama ini termasuk pemakan daun sehingga keberadaannya dapat diketahui dari permukaan daun yang berlubang, tidak utuh, atau mengalami pengurangan jaringan secara bertahap.
Pada serangan yang berat, jumlah daun yang rusak dapat menjadi sangat banyak sehingga tajuk tanaman tampak menipis dan kemampuan tanaman melakukan fotosintesis ikut berkurang. Referensi budidaya alpukat Indonesia bahkan menyebut ulat kipat sebagai hama yang sering ditemukan pada pertanaman alpukat.
Keberadaan ulat kipat juga dapat dikenali dari fase perkembangannya yang berada di sekitar tajuk tanaman, termasuk kepompong yang dapat terlihat bergelantungan pada bagian tanaman. Kerusakan biasanya lebih mudah diamati ketika daun mulai banyak memiliki bekas gigitan dan beberapa bagian daun tampak hanya menyisakan tulang daunnya. Apabila tidak dipantau, ulat yang muncul dalam jumlah banyak dapat menghabiskan daun dalam waktu relatif singkat, terutama ketika kondisi tanaman dan lingkungan mendukung perkembangannya.
Pengamatan secara rutin menjadi langkah penting untuk mengetahui keberadaan ulat kipat sebelum kerusakannya meluas ke seluruh tajuk. Daun yang berlubang sebaiknya diperiksa secara langsung untuk memastikan apakah terdapat ulat atau kepompong, sementara bagian tanaman yang mengalami serangan berat dapat dipantau lebih sering. Pengendalian juga sebaiknya mempertimbangkan keberadaan musuh alami karena pendekatan tersebut dapat membantu menekan populasi hama tanpa langsung mengandalkan penggunaan pestisida.
Advertisement
2. Kutu Dompolan Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311248/original/021354900_1785395278-3.jpg)
Kutu dompolan putih atau Pseudococcus citri merupakan serangga pengisap yang dapat menyerang beberapa bagian tanaman alpukat, mulai dari tunas, daun, tangkai bunga, batang, hingga buah. Tubuhnya biasanya diselimuti lapisan putih seperti tepung sehingga koloni hama sering terlihat sebagai gumpalan putih yang menempel pada permukaan tanaman. Serangan hama pengisap seperti ini dapat mengganggu pertumbuhan karena serangga mengambil cairan dari jaringan tanaman yang digunakan untuk mendukung perkembangan bagian tanaman tersebut.
Keberadaan kutu dompolan putih menjadi lebih mudah dikenali ketika koloni mulai terkumpul pada bagian tanaman yang terlindung atau memiliki permukaan yang cukup rapat. Selain menyebabkan bagian tanaman tampak tertutup lapisan putih, serangga pengisap juga dapat menghasilkan embun madu yang kemudian menjadi tempat berkembangnya lapisan hitam atau jelaga pada permukaan tanaman. Kondisi tersebut bukan hanya mengurangi penampilan tanaman, tetapi juga dapat mengganggu permukaan daun jika lapisan tersebut berkembang cukup tebal.
Tanaman alpukat yang menunjukkan adanya kumpulan serangga putih sebaiknya segera diperiksa dengan teliti agar serangan tidak menyebar ke bagian tanaman lainnya. Pemantauan terutama perlu dilakukan pada pucuk, bagian bawah daun, tangkai, dan area di sekitar buah karena tempat-tempat tersebut dapat menjadi lokasi persembunyian hama. Pengendalian terpadu dengan menjaga kebersihan tanaman dan mempertahankan musuh alami juga penting karena kelompok serangga pengisap pada alpukat diketahui dapat dikendalikan oleh berbagai parasitoid dan predator.
3. Lalat Buah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321291/original/058162900_1786436516-4b9d25bb-1462-4833-9558-600f687faf05.jpg)
Lalat buah merupakan salah satu hama yang perlu diwaspadai karena serangannya langsung berkaitan dengan kualitas buah alpukat. Hama ini dapat menusukkan bagian tubuhnya ke permukaan buah untuk meletakkan telur, kemudian larva yang menetas berkembang di dalam jaringan buah. Referensi budidaya alpukat di Indonesia menjelaskan bahwa serangan lalat buah dapat ditandai dengan adanya bintik atau benjolan pada permukaan buah yang berkaitan dengan bekas tusukan dan peletakan telur.
Kerusakan akibat lalat buah sering kali tidak langsung terlihat parah dari luar karena perkembangan larva berlangsung di bagian dalam buah. Seiring waktu, jaringan yang menjadi tempat perkembangan larva dapat mengalami kerusakan sehingga buah memiliki bagian yang berlubang, berubah kualitasnya, dan lebih mudah mengalami pembusukan. Kondisi tersebut tentu merugikan apabila alpukat ditanam untuk menghasilkan buah konsumsi karena kerusakan bagian dalam dapat menurunkan nilai jual meskipun kerusakan permukaan pada awalnya terlihat kecil.
Pemantauan buah menjadi penting ketika tanaman mulai menghasilkan buah dan memasuki fase yang rentan terhadap serangan. Buah yang menunjukkan tanda tusukan, perubahan permukaan yang mencurigakan, atau kerusakan tidak biasa sebaiknya segera diperiksa dan tidak dibiarkan menjadi sumber perkembangan hama berikutnya. Kebersihan kebun juga perlu diperhatikan dengan mengurangi buah yang sudah rusak atau jatuh karena bagian tersebut dapat menjadi tempat berlangsungnya siklus hidup beberapa jenis lalat buah.
Advertisement
4. Kumbang Bubuk Cabang
Kumbang bubuk cabang atau Xyleborus coffeae menyerang bagian cabang dan ranting tanaman alpukat sehingga gejalanya berbeda dari hama pemakan daun maupun hama yang menyerang buah. Serangan dapat ditandai dengan munculnya lubang kecil pada cabang atau ranting yang kemudian berkembang menjadi semacam terowongan di dalam jaringan kayu. Referensi budidaya alpukat menjelaskan bahwa kerusakan tersebut dapat mengganggu penyaluran makanan menuju daun sehingga bagian tanaman yang terserang akhirnya mengalami kelayuan, kekeringan, dan kematian.
Hama ini perlu diperhatikan karena kerusakannya berada di dalam jaringan cabang sehingga tidak selalu mudah diketahui hanya dengan melihat kondisi daun. Ketika aliran nutrisi dan air menuju bagian tertentu mulai terganggu, daun yang berada di atas atau di sekitar cabang terserang dapat terlihat layu dan kemudian mengering. Apabila lubang penggerek ditemukan pada banyak cabang, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tanaman membutuhkan pemeriksaan lebih menyeluruh untuk mengetahui seberapa luas bagian yang telah mengalami kerusakan.
Cabang atau ranting yang sudah menunjukkan kerusakan berat perlu mendapatkan perhatian khusus agar masalah tidak semakin meluas ke bagian tanaman lainnya. Pemangkasan pada bagian yang terserang merupakan salah satu tindakan yang disebut dalam referensi budidaya alpukat, terutama ketika jaringan cabang sudah mengalami kerusakan parah. Pemantauan juga sebaiknya dilakukan secara berkala pada tanaman yang sedang mengalami pertumbuhan tunas baru agar gejala awal dapat diketahui sebelum cabang kehilangan fungsinya.
5. Ulat Kupu-kupu Gajah
Ulat kupu-kupu gajah atau Attacus atlas termasuk hama pemakan daun yang dapat menyerang tanaman alpukat pada fase larvanya. Sama seperti ulat kipat, hama ini dapat mengurangi luas permukaan daun karena larva memakan jaringan daun untuk memperoleh energi selama pertumbuhannya. Apabila populasi ulat cukup tinggi, kerusakan dapat terlihat dari banyaknya daun yang berlubang atau berkurang bagian permukaannya sehingga tajuk tanaman tampak lebih jarang.
Serangan ulat pemakan daun perlu diperhatikan terutama ketika tanaman sedang membutuhkan banyak daun untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan hasil. Daun merupakan bagian penting dalam proses fotosintesis sehingga kerusakan dalam jumlah besar dapat memengaruhi kemampuan tanaman menghasilkan energi. Kelompok ulat atau serangga pemakan daun memang termasuk kelompok hama alpukat yang perlu dipantau, dan panduan pengelolaan hama alpukat juga memasukkan berbagai jenis ulat sebagai kelompok yang dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman.
Pemeriksaan daun secara rutin dapat membantu menemukan ulat sebelum jumlahnya berkembang terlalu banyak. Perhatikan daun yang memiliki bekas gigitan, bagian tepi yang terkikis, atau permukaan yang tiba-tiba kehilangan jaringan karena gejala tersebut dapat menjadi petunjuk adanya hama pemakan daun. Selain mengamati larvanya secara langsung, keberadaan sisa perkembangan serangga di sekitar tajuk juga dapat membantu memastikan bahwa kerusakan daun memang berkaitan dengan aktivitas ulat.
Advertisement
6. Thrips
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321293/original/086614200_1786436585-1fe5c2aa-f7da-47d9-8917-c9506827690a.jpg)
Thrips merupakan salah satu hama penting pada tanaman alpukat, terutama karena dapat menyerang daun muda dan buah yang masih berkembang. Salah satu jenis yang dikenal sebagai avocado thrips adalah Scirtothrips perseae, yang menurut UC IPM merupakan hama penting dan dapat menyebabkan luka atau bekas parut pada buah. Serangga ini berukuran sangat kecil sehingga keberadaannya sering lebih sulit dikenali dibandingkan ulat, sementara kerusakan pada buah muda dapat baru terlihat jelas ketika buah semakin besar.
Serangan thrips pada alpukat dapat menghasilkan permukaan buah yang tampak memiliki bekas parut atau warna kecokelatan, sedangkan pada daun muda dapat muncul perubahan berupa permukaan yang tampak pucat atau berbintik. UC IPM menjelaskan bahwa hampir seluruh kerusakan pada buah terjadi ketika buah masih sangat muda, sehingga pemeriksaan tidak sebaiknya hanya dilakukan ketika buah sudah berukuran besar. Larva thrips juga dapat ditemukan pada bagian bawah daun muda sehingga pemeriksaan perlu dilakukan secara lebih teliti.
Pemantauan menjadi salah satu cara penting untuk mengetahui keberadaan thrips karena ukuran tubuhnya sangat kecil dan sulit diamati tanpa perhatian khusus. Daun muda dan buah yang baru terbentuk dapat diperiksa secara berkala, terutama ketika tanaman sedang mengalami pertumbuhan baru. Menjaga keberadaan musuh alami juga dapat membantu karena beberapa predator diketahui memangsa thrips, sehingga pengendalian tanaman sebaiknya mempertimbangkan keseimbangan organisme di sekitar tanaman.
7. Tungau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321296/original/067118300_1786436668-64288d2b-b59a-4a78-a4d7-15386d1ae6d2.jpg)
Tungau merupakan kelompok hama berukuran sangat kecil yang dapat menyerang tanaman alpukat, salah satunya Oligonychus perseae atau persea mite. UC IPM memasukkan persea mite sebagai hama penting pada alpukat di sejumlah wilayah dan menjelaskan bahwa tungau ini termasuk kelompok tungau laba-laba yang berukuran sangat kecil. Karena ukurannya, keberadaan tungau sering kali lebih mudah diketahui dari perubahan kondisi daun dibandingkan dengan melihat tubuh hamanya secara langsung.
Daun yang terserang tungau dapat mengalami perubahan warna dan tampilan permukaan, seperti menjadi berbintik, pucat, atau mengalami bronzing, sementara pada beberapa kondisi dapat ditemukan anyaman halus di bagian bawah daun. Serangan yang berat dapat menyebabkan tanaman kehilangan banyak daun sehingga kondisi tajuk menjadi lebih jarang. Oleh karena itu, daun sebaiknya tidak hanya diperiksa dari permukaan atas, tetapi juga dibalik untuk melihat apakah terdapat tanda keberadaan tungau atau jaring halus yang berkaitan dengan aktivitasnya.
Pengendalian tungau perlu dilakukan secara hati-hati karena tanaman alpukat juga memiliki berbagai organisme yang dapat menjadi musuh alami tungau. UC IPM mencatat keberadaan sejumlah predator, termasuk beberapa jenis tungau predator dan serangga pemangsa yang dapat membantu menekan populasi tungau. Artinya, pemantauan populasi dan identifikasi jenis hama perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum menentukan tindakan pengendalian agar organisme yang sebenarnya membantu tanaman tidak ikut terganggu.
Advertisement
8. Kutu Sisik
Kutu sisik merupakan kelompok serangga pengisap yang dapat menyerang bagian tanaman alpukat dengan mengambil cairan dari jaringan tanaman. Kelompok ini dapat ditemukan pada daun, ranting, atau bagian tanaman lainnya dan sering kali memiliki bentuk yang membuatnya terlihat seperti bintik atau lapisan kecil yang menempel kuat pada permukaan. UC IPM memasukkan scale insects sebagai bagian dari kelompok serangga pengisap pada alpukat yang perlu diperhatikan, bersama kutu putih dan kutu kebul.
Tanda serangan kutu sisik dapat berupa keberadaan titik atau lapisan kecil yang menempel pada permukaan tanaman, disertai gejala melemahnya bagian tanaman ketika populasinya tinggi. Seperti beberapa serangga pengisap lainnya, keberadaan kutu sisik juga dapat berkaitan dengan embun madu yang kemudian mendukung munculnya lapisan hitam seperti jelaga. Jika kondisi tersebut terjadi dalam jumlah banyak, permukaan daun dapat terlihat kotor dan aktivitas fisiologis daun berpotensi terganggu.
Pemeriksaan rutin pada daun, ranting, dan bagian tanaman yang tampak tidak sehat dapat membantu menemukan kutu sisik sejak awal. Serangga pengisap pada alpukat memiliki sejumlah musuh alami sehingga keberadaan predator dan parasitoid perlu dipertahankan sebagai bagian dari pengelolaan hama terpadu. UC IPM juga mengingatkan bahwa gangguan terhadap pengendalian biologis dapat berkaitan dengan meningkatnya populasi beberapa serangga pengisap, sehingga pemantauan dan pengendalian yang tepat perlu dilakukan secara berimbang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hama Tanaman Alpukat
1. Apa hama yang paling sering menyerang daun alpukat?
Ulat kipat, ulat kupu-kupu gajah, thrips, dan tungau termasuk hama yang dapat menyerang bagian daun alpukat.
2. Apa hama yang menyebabkan buah alpukat rusak?
Lalat buah dan thrips termasuk hama yang dapat menyebabkan kerusakan pada buah alpukat.
3. Bagaimana mengetahui alpukat terserang lalat buah?
Perhatikan adanya bintik atau bekas tusukan pada permukaan buah yang kemudian dapat diikuti kerusakan dan pembusukan bagian dalam.
4. Apakah tungau dapat menyerang tanaman alpukat?
Ya, beberapa jenis tungau dapat menjadi hama alpukat, termasuk persea mite yang dikenal sebagai salah satu hama penting di wilayah tertentu.
5. Mengapa hama alpukat perlu dikenali sejak dini?
Karena setiap hama menyerang bagian tanaman yang berbeda sehingga pengenalan gejala sejak awal membantu menentukan tindakan pengendalian yang lebih tepat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4804864/original/058141600_1713412064-cek_fakta_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4697744/original/075382200_1703490520-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3341307/original/037033900_1609899603-cek_fakta_kosmetik_cega_covid-19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320548/original/068244200_1786355298-cek_fakta_-_bansos_hut_ri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321285/original/022408000_1786436364-4a930d37-b4b9-455c-9e8c-7052e2899467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316457/original/048946300_1785928872-cc075959-de5d-45fc-8e85-8f4e8710690e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311245/original/089246800_1785395277-Gemini_Generated_Image_9q7dzd9q7dzd9q7d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309948/original/040306900_1785299696-a0551497-5f10-45d2-a4a8-789aab64e2cd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309397/original/002385800_1785226530-f6a041fa-fbea-4530-9130-73555e3a8690.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308980/original/033036400_1785213581-4fa389f1-4512-4add-b474-128c0f83557b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308824/original/035420300_1785204368-baf323f5-3742-4015-8030-6f9bfe433f84.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308748/original/040741300_1785199557-kuning.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290965/original/097201800_1783500233-54ad177e-9b71-47c9-aa81-ab0bcd553953.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2377425/original/002374600_1538984053-20181008-Kutu_Daun.jpg)