Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, bakal membuka ruang bagi calon investor untuk mengembangkan rute kereta api (KA) Trans Kalimantan dan Trans Sumatra. Minat serta kalkulasi bisnis investor menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan kedua mega proyek transportasi tersebut.
Dudy mengatakan, dua proyek ini akan ditawarkan secara terbuka kepada investor, termasuk dalam penentuan trase atau rute yang akan dilintasi. Pihak investor dan pemerintah akan duduk bersama untuk menentukan rute terbaik.
"Nanti masing-masing akan dihitung karena ini kita tawarkan kepada pihak investor. Tentu mereka akan memperhitungkan trase-trase mana saja yang secara ekonomis menguntungkan bagi perusahaan mereka," ujar Dudy di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Advertisement
"Namun, tentu juga kita sesuaikan dengan trase yang akan kita bahas bersama pihak Bappenas, yang sekiranya dapat mendukung perekonomian wilayah di Kalimantan," imbuhnya.
Dudy menambahkan, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ikut serta menentukan arah pengembangan rute sebelum disepakati bersama calon investor.
"Ini akan kita bahas nanti dengan Bappenas. Nanti kita duduk bersama dengan para investor untuk melihat trase mana saja yang bisa kita kembangkan, baik di Sumatra maupun di Kalimantan," urainya.
Mengenai apakah KA Trans Kalimantan akan mencakup akses langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, Dudy belum dapat memastikan. "Nanti kita lihat," sebutnya singkat.
Â
China dan Rusia Dilirik untuk Trans Kalimantan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320205/original/037317100_1786340585-email-attachment_2026_08_10_ariefhakim-at-klyid_sistem-penindakan-terintegrasi-menhub-jamin-pelanggaran-truk-odol-tak-cuma-salahkan-pengemudi_1000403242.jpg)
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan tengah menjajaki peluang masuknya investor dari China hingga Rusia untuk membangun jalur kereta Trans Kalimantan. Langkah ini dilakukan guna memperluas konektivitas jaringan perkeretaapian nasional.
Dudy berharap ada investasi masuk baik dari dalam maupun luar negeri. Rusia disebut sempat dijajaki pada masa pemerintah sebelumnya, sementara China menjadi salah satu negara tambahan yang kini dilirik.
"Belum (pembangunan fisik kereta di Kalimantan). Namun sudah kita jajaki dengan pihak dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya China dan Rusia," ungkap Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Â
Advertisement
Bergantung pada Minat dan Kelayakan Bisnis
Dudy menegaskan, realisasi pengembangan kereta api Trans Kalimantan dan Trans Sumatra akan sangat bergantung pada minat investor, meskipun untuk Sumatra saat ini sudah ada jalur KA logistik yang aktif beroperasi.
"Tentu tergantung investornya, mana yang menurut mereka lebih feasible untuk digarap. Saya lihat untuk Sumatra, dari sisi logistik PT KAI lebih berminat mengembangkannya. Sementara untuk Kalimantan, sepertinya dari China maupun Rusia yang menaruh minat," bebernya.
Ia juga memastikan Badan Pengelola Investasi Danantara akan ikut terlibat, mengingat PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan bagian dari ekosistem di dalamnya. Meski begitu, Dudy mengaku belum memegang hitungan pasti mengenai nilai bisnis dan investasi kedua proyek tersebut.
"Komunikasi sudah berjalan. Pihak mereka pasti sedang mencoba menghitung, lalu nantinya akan menyampaikan proposal kepada kita," kata Dudy.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320159/original/079435700_1786338337-Screenshot_2026-08-10_105856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320206/original/024949500_1786340602-email-attachment_2026_08_10_ariefhakim-at-klyid_sistem-penindakan-terintegrasi-menhub-jamin-pelanggaran-truk-odol-tak-cuma-salahkan-pengemudi_1000403240.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133451/original/029203800_1780985455-AC71B8A2-01A6-456E-8CDA-FBE01AEEC42A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370072/original/013559700_1759488143-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4765591/original/062827800_1709820866-000_32CM849.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370072/original/013559700_1759488143-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4765591/original/062827800_1709820866-000_32CM849.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5735199/original/048787600_1778630516-Untitled.jpg)