Ukraina Serang Rusia dengan Lebih dari 1.000 Drone

Ibu kota Rusia tidak luput dari serangan besar-besaran Ukraina ini.

Diterbitkan 21 September 2026, 00:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Moskow - Pasukan Ukraina meluncurkan lebih dari 1.000 drone ke wilayah Rusia, termasuk ratusan yang diarahkan ke Moskow. Demikian disampaikan sejumlah pejabat Rusia pada Minggu (20/9/2026).

Wali Kota Moskow menyebut gelombang serangan tersebut sebagai serangan drone "terbesar yang pernah terjadi" terhadap ibu kota Rusia. Serangan itu merusak Kilang Minyak Moskow, salah satu dari sejumlah fasilitas yang memasok ibu kota Rusia, serta sebuah bangunan tempat tinggal.

Gubernur Andrei Vorobyov seperti dilaporkan Associated Press mengatakan bahwa di wilayah Moskow, dua orang tewas dan 20 lainnya terluka akibat serangan tersebut. Korban tewas adalah seorang pria berusia 74 tahun dan seorang perempuan berusia 44 tahun.

Dalam unggahan di media sosial, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Kyiv menggunakan berbagai jenis rudal dan drone dalam serangan tersebut. Di antaranya rudal Flamingo dan Pelican buatan Ukraina yang digunakan untuk menghantam fasilitas minyak dan logistik.

"Ini adalah miliaran dolar yang menopang mesin perang," kata Zelenskyy, merujuk pada tekanan finansial yang ingin diberikan Kyiv terhadap perekonomian Rusia.

Zelenskyy mengatakan Ukraina juga terus menghadapi serangan Rusia. Pada Sabtu (19/9), sebuah serangan drone Rusia menghantam biara di wilayah Kherson, Ukraina, menewaskan seorang rohaniwan dan melukai empat orang.

Serangan Rusia di ibu kota Ukraina pada Sabtu malam turut menewaskan dua anak dan ibu mereka, kata Tymur Tkachenko, kepala administrasi negara regional Kyiv. Ia kemudian mengatakan seorang anak lain yang terluka dalam serangan yang sama meninggal di rumah sakit pada Minggu.

 

Pemilu Nyaris Tanpa Oposisi

Serangan terjadi saat Rusia menuntaskan hari ketiga sekaligus hari terakhir pemilu parlemen. Pemungutan suara tersebut praktis berlangsung tanpa oposisi terhadap kebijakan Presiden Vladimir Putin dan hampir pasti akan semakin mengukuhkan dominasi Kremlin.

Rusia pun menggelar pemungutan suara di empat wilayah Ukraina yang dianeksasi Moskow setelah perang dimulai, meski hingga kini wilayah-wilayah tersebut belum sepenuhnya dikuasai Rusia. Pemungutan suara berlangsung pula di Krimea, semenanjung di Laut Hitam yang dianeksasi Rusia pada 2014.

Ukraina mengecam langkah tersebut sebagai tindakan ilegal.

Di bagian wilayah Kherson, Ukraina, yang diduduki Rusia, sebuah serangan Ukraina menewaskan seorang anggota komite pemilihan setempat. Hal ini disampaikan Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Minggu bahwa pasukannya menembak jatuh total 1.110 drone Ukraina di berbagai wilayah, termasuk di Krimea dan perairan Laut Hitam.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan 450 drone dihancurkan saat menuju ibu kota Rusia. Serangan tersebut merusak Kilang Minyak Moskow dan sebuah bangunan tempat tinggal.

Menurut Sobyanin, serangan terhadap Moskow yang disebutnya belum pernah terjadi sebelumnya itu merupakan upaya untuk mengganggu jalannya pemilu.

"Musuh gagal dalam upaya tersebut," katanya.

Â