Konsumsi BBM dan Minyak Tanah Melonjak saat Nataru 2025/2026, Ini Datanya

Pertamina menghitung terjadi realisasi penyaluran BBM, LPG hingga minyak tanah sepanjang masa Nataru 2025/2026 yang berlangsung sejak 13 November.

Diterbitkan 02 Januari 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mencatat adanya peningkatan konsumsi energi jenis bahan bakar minyak (BBM) dan juga minyak tanah, selama pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang berlangsung sejak 13 November hingga 31 Desember 2025.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi peningkatan konsumsi energi tersebut melalui penguatan pasokan dan pengawasan distribusi di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami menyiagakan seluruh infrastruktur energi dan personel operasional untuk menjamin pasokan BBM, LPG, dan Avtur dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru," ujar Baron, Jumat (2/1/2025).

Pada periode Nataru 2025/2026, konsumsi BBM ritel mengalami kenaikan dibandingkan rerata konsumsi pada bulan September hingga Oktober 2025. Konsumsi Gasoline (bensin) meningkat lebih dari 0,7 persen, Gasoil (solar) naik sekitar 0,6 persen, serta Kerosene (minyak tanah) meningkat signifikan lebih dari 9,7 persen.

Peningkatan konsumsi Kerosene berada di wilayah yang belum dilakukan konversi minyak tanah ke LPG yakni di sebagian Kalimantan Timur (Kotim), Papua, Maluku, NTT, dan kepulauan terpencil dimana trend kegiatan masyarakat meningkat saat merayakan Natal.

Selain BBM, Satgas Nataru Pertamina juga mencatat kenaikan konsumsi LPG sebesar 3,2 persen, yang mencerminkan peningkatan aktivitas rumah tangga dan sektor usaha kecil selama masa libur panjang.

 

Konsumsi BBM untuk Pesawat Naik

Di sektor aviasi, seiring pemberian diskon 10 persen dalam periode Nataru, konsumsi Avtur tercatat meningkat sebesar 3,9 persen. Hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penumpang transportasi udara pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dalam mengantisipasi lonjakan hingga lepas Tahun Baru 2026, Pertamina terus mengupayakan agar pasokan energi nasional tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar serta aman sampai masa satgas selesai pada 11 Januari 2026.

"Di awal 2026, diperkirakan aktivitas masyarakat masih meningkat karena masih masa libur sekolah, serta adanya kebijakan pola kerja fleksibel (Work From Anywhere/WFA)," kata Baron.

 

Sumatera Dapat Perhatian Khusus

Baron menambahkan, Satgas Nataru kali ini Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada wilayah terdampak bencana di sejumlah daerah di Sumatra.

"Di wilayah yang terdampak bencana, Pertamina tetap mengupayakan distribusi BBM dan LPG agar terus mengalir secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pemulihan aktivitas masyarakat dan memastikan layanan energi tetap tersedia," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6