Liputan6.com, Jakarta - Doa Nabi Yunus la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin adalah salah satu doa paling istimewa dalam khazanah spiritual Islam. Doa ini merekam momen paling genting yang dialami seorang nabi ketika terperangkap dalam perut ikan besar di dasar lautan, dalam keadaan antara hidup dan mati.
Kisah Nabi Yunus AS dalam Jurnal Kisah Nabi Yunus AS dalam Al-Qur'an karya Misteri dkk. menggambarkan bahwa beliau meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah karena keputusasaan, tanpa perintah dari Allah SWT. Keputusan tergesa-gesa ini membawa beliau pada ujian berat, yakni ditelan ikan besar setelah kapal yang ditumpanginya diterpa badai dan undian menempatkan namanya sebagai penumpang yang harus dilempar ke laut.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah menegaskan bahwa Rasulullah SAW menjamin pengabulan doa ini bagi setiap Muslim yang membacanya dalam kesulitan. Doa ini mengandung tauhid, tasbih, dan pengakuan dosa yang menjadi fondasi utama pertolongan Allah.
Advertisement
Imam Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa doa ini mengandung kesempurnaan tauhid, pensucian Allah dari segala aib, dan pengakuan hamba terhadap kezaliman diri.
Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menyebutkan doa Nabi Yunus sebagai zikir yang diajarkan untuk dibaca ketika berada dalam kesusahan.
Bacaan Lengkap Doa Nabi Yunus
Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)
Riwayat Doa dari Kacamata Sejarah
Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menceritakan bahwa Nabi Yunus bin Matta AS diutus Allah kepada penduduk Kota Ninawa (Nainawi), sebuah kota besar yang terletak di wilayah Mosul, Irak. Nabi Yunus menyeru mereka untuk menyembah Allah SWT, namun mereka menolak dan terus dalam kekekafiran.
Karena merasa kecewa dan marah, Nabi Yunus AS meninggalkan mereka sebelum datang perintah dari Allah SWT, bahkan mengancam akan datangnya azab dalam waktu tiga hari.
Dalam perjalanan meninggalkan kaumnya, Nabi Yunus AS menaiki sebuah kapal. Di tengah laut, kapal yang ditumpanginya diterpa badai hebat. Nahkoda memutuskan untuk melakukan undian guna mengurangi beban kapal. Undian dilakukan tiga kali, dan setiap kali nama Nabi Yunus AS yang keluar. Karena hasilnya tidak berubah, Nabi Yunus AS pun harus dilemparkan ke laut. Atas kehendak Allah, seekor ikan besar (paus) menelannya.
Di dalam perut ikan, Nabi Yunus AS berada dalam tiga lapis kegelapan: gelapnya malam, gelapnya lautan, dan gelapnya perut ikan. Dalam kondisi yang sangat genting ini, beliau memanjatkan doa penuh kerendahan hati: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn. Allah SWT mengabulkan doa tersebut dan menyelamatkan Nabi Yunus AS dari kesulitan yang dihadapinya (QS. Al-Anbiya: 88).
Keutamaan doa Nabi Yunus dan Kandungannya
Rasulullah SAW bersabda: "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam suatu perkara melainkan Allah akan kabulkan baginya." (HR. Imam Ahmad dan At-Tirmidzi)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya aku sangat mengetahui satu kalimat, yang mana tidak mengucapkan kalimat itu, orang yang tengah bersedih, kecuali Allah SWT memberikan kelapangan dan solusi dari kesedihan itu. Yakni kalimat dari saudaraku Yunus AS." (HR. At-Tirmidzi)
Kandungan Makna Mendalam Doa Nabi Yunus
1. Tauhid: Pengakuan atas Keesaan Allah
Kalimat lā ilāha illā anta (tidak ada tuhan selain Engkau) adalah inti dari tauhid. Nabi Yunus AS memulai doanya dengan menegaskan bahwa hanya Allah-lah yang berhak disembah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan: "Di dalam doa ini, Nabi Yunus 'alaihissalam mengakui kesempurnaan dan keesaan Allah dalam hal peribadahan yang khusus untuk-Nya, menyucikan-Nya dari segala macam bentuk kekurangan, aib, dan cacat. Serta mengakui diri sendiri sebagai seorang yang berlaku zalim (berbuat salah)."
2. Tasbih: Pensucian Allah dari Segala Kekurangan
Kalimat subḥānaka (Mahasuci Engkau) mengandung pengakuan bahwa Allah Mahasempurna dan bebas dari segala aib. Al-Hakim At-Tirmidzi dalam Nawadir Al-Ushul fii Ahadits Al-Rasul menyebutkan keutamaan doa ini: "Tatkala seorang hamba mengesakan Allah, tidak melakukan kesyirikan, kemudian menyucikannya dari segala macam keburukan, dan mengakui dirinya sebagai hamba yang zalim, maka Allah akan muliakan ia dan beri keutamaan."
3. Pengakuan Dosa: Kerendahan Hati di Hadapan Allah
Kalimat innī kuntu minaẓ-ẓālimīn (sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim) adalah pengakuan tulus bahwa diri sendiri telah berbuat salah. Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, Nabi Yunus AS menyadari kekhilafannya karena meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah. Imam Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa doa ini mengandung empat perkara yang menjadi wasilah kepada Allah: tauhid, pensucian Allah dari segala aib, penghambaan diri kepada Allah, dan pengakuan hamba terhadap dosa.
Hikmah Doa Nabi Yunus AS
1. Tauhid adalah Kunci Pertolongan Allah
Nabi Yunus AS memulai doanya dengan tauhid sebelum memohon pertolongan. Ini mengajarkan bahwa sebelum meminta perubahan keadaan, seorang hamba harus terlebih dahulu menata hubungannya dengan Allah. Al-Hakim At-Tirmidzi menyebutkan bahwa doa ini mengandung pengakuan akan kesempurnaan uluhiyah Allah, dan itulah tujuan diciptakannya manusia.
2. Pengakuan Dosa Membuka Pintu Ampunan
Kalimat innī kuntu minaẓ-ẓālimīn mengajarkan pentingnya mengakui kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna, dan pintu taubat selalu terbuka. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa pengakuan ini bukan berarti menghina diri sendiri, melainkan bentuk kerendahan hati yang disukai Allah.
3. Doa Mustajab untuk Segala Kesulitan
Rasulullah SAW menjamin bahwa tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa Nabi Yunus AS dalam suatu urusan, melainkan Allah akan mengabulkannya. Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menekankan bahwa doa ini adalah senjata ampuh bagi setiap mukmin yang menghadapi kesulitan.
4. Optimisme terhadap Rahmat Allah
Kisah Nabi Yunus AS membuktikan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Allah mengabulkan doa beliau dan menyelamatkannya dari perut ikan. Ini menjadi pengingat bahwa kondisi buntu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari pertolongan Allah bagi mereka yang bersabar dan bertawakal.
5. Kekuatan Spiritual dalam Menghadapi Musibah
Dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengandung tauhid, pensucian Allah, dan pengakuan dosa, yang mana hal ini merupakan obat yang sangat mujarab di kala mendapat kesusahan, kesedihan, dan kegundahan. Sebagaimana dijelaskan dalam Jurnal Suluf (Vol. 16, No. 1, Juni 2023), doa ini menjadi wasilah yang sangat baik kepada Allah untuk memenuhi segala kebutuhan.
Pertanyaan Seputar Doa Nabi Yunus
1. Apa arti doa Nabi Yunus la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin?
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87). Doa ini dipanjatkan Nabi Yunus AS ketika berada dalam perut ikan paus.
2. Apa keutamaan membaca doa Nabi Yunus?
Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa Nabi Yunus AS dalam suatu urusan, melainkan Allah akan mengabulkannya (HR. At-Tirmidzi). Doa ini juga dapat menghilangkan kesedihan, kesusahan, dan mendatangkan kelapangan hati.
3. Di mana doa Nabi Yunus terdapat dalam Al-Qur'an?
Doa ini terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya ayat 87. Allah SWT berfirman: "Maka dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, 'Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.'"
4. Bagaimana cara mengamalkan doa Nabi Yunus?
Doa ini dapat dibaca kapan saja, terutama ketika menghadapi kesulitan dan kesedihan. Dalam kitab Fathul Mu'in karya Al-Imam Zainuddin bin Abdul 'Aziz Al-Malebari disebutkan bahwa membaca doa ini sebanyak 40 kali saat sakit dapat memberikan ganjaran seperti syuhada jika meninggal, atau ampunan jika sembuh.
5. Mengapa Nabi Yunus disebut Dzun Nun?
Dzun Nun berarti "sahabat ikan" atau "pemilik ikan paus." Gelar ini diberikan kepada Nabi Yunus AS karena peristiwa ditelannya beliau oleh ikan paus sebagai ujian dari Allah SWT.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350031/original/038888200_1789552849-cek_fakta_-_Bank_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4657921/original/028000900_1700615514-Pintu_Pendakian_Gunung_Lawu-.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337988/original/040303300_1788269238-IMG-20260901-WA0020_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349237/original/065267700_1789485947-459929.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350193/original/008484100_1789573718-1000637077.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350189/original/030321400_1789573250-461083.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350179/original/043210800_1789572419-461062.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350162/original/034980200_1789569111-460660.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350160/original/001698500_1789567400-1001673076.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350141/original/056340600_1789565200-1001673249.jpg)