Donald Trump Mencalonkan Kembali Jared Isaacman untuk Pimpin NASA

Presiden AS Donald Trump mencalonkan kembali Jared Isaacman untuk memimpin NASA, meski sebelumnya menarik pencalonannya.

Diterbitkan 07 November 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mencalonkan miliarder dan pengusaha Jared Isaacman untuk menjabat sebagai memimpin NASA, meski sebelumnya menarik pencalonannya beberapa bulan lalu. Langkah ini menimbulkan tanda tanya besar terkait perubahan keputusan yang mendalam.

Mengutip BBC, Jumat (7/11/2025), Presiden AS Donald Trump mengumumkan pencalonan kembali miliarder dan pengusaha Jared Isaacman untuk memimpin NASA, badan antariksa Amerika Serikat. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, karena hanya lima bulan sebelumnya Trump menarik pencalonan pertama Isaacman yang dilatarbelakangi oleh peninjauan menyeluruh atas hubungan mereka  termasuk perseteruan dengan Elon Musk.

Isaacman, yang kekayaannya diperkirakan mencapai USD 1,9 miliar atau Rp 31,73 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.700), memiliki latar belakang yang tak biasa untuk memimpin lembaga pemerintah seperti NASA.

Ia dikenal sebagai pendiri Shift4 Payments dan seorang pilot jet amatir yang juga pernah menjadi astronot non-profesional pertama yang berjalan di luar angkasa pada misi SpaceX yang ia biayai sendiri. Meski belum memiliki pengalaman di dunia politik, Isaacman dianggap memiliki semangat dan dedikasi tinggi terhadap eksplorasi luar angkasa, yang dinilai sesuai dengan visi Trump untuk NASA.

Perubahan Mendalam dalam Keputusan Trump

Pada Mei 2025, pencalonan Isaacman untuk jabatan Administrator NASA secara mengejutkan ditarik. Gedung Putih mengungkapkan pencabutan ini dilakukan setelah “peninjauan menyeluruh atas hubungan sebelumnya,” meskipun rincian lebih lanjut mengenai hal tersebut tidak diungkapkan secara spesifik. Keputusan ini terjadi dalam waktu yang tidak lama setelah Elon Musk, yang memiliki hubungan erat dengan Isaacman, terseret dalam perseteruan publik dengan Trump.

Donald Trump Dukung Isaacman

Namun, dalam pengumuman terbaru, Trump menyampaikan dukungannya terhadap Isaacman melalui platform media sosial Truth Social. Ia menyebutkan, senang mencalonkan Jared Isaacman untuk memimpin NASA. Trump memuji semangat Isaacman terhadap luar angkasa, pengalamannya sebagai astronaut, dan visinya untuk memajukan ekonomi luar angkasa.

Dukungan dan Tantangan dari kongres Sebagai Calon Pemimpin NASA

Partai Republik yang menguasai mayoritas majelis tinggi  dengan 53 kursi berbanding 47 kursi akan menjadi kunci bagi keberhasilan pencalonan ini. Meski pemerintah AS masih mengalami penutupan sebagian, majelis tinggi tetap dapat melanjutkan sidang konfirmasi calon presiden.

Isaacman sendiri menyatakan rasa terima kasihnya kepada Trump dan para pendukungnya dalam sebuah postingan di platform X Dalam pesan tersebut, ia juga mengungkapkan rasa terhormatnya dan komitmennya untuk memenuhi harapan dari komunitas luar angkasa yang mendukungnya.

 

Masa Depan NASA di Tangan Isaacman?

Jared Isaacman, yang sebelumnya tidak terlibat dalam politik, tampaknya akan menghadapi lebih banyak pertanyaan dari kongres terkait kemampuannya untuk memimpin NASA, terutama karena ketidakpastian tentang dampak hubungan dekatnya dengan Elon Musk dan SpaceX. Isu konflik kepentingan juga sempat menjadi topik panas dalam sidang konfirmasi sebelumnya.

Isaacman, yang menanggapi pertanyaan mengenai pemotongan anggaran dan prioritas misi, pernah mengatakan ia percaya NASA bisa mengejar dua tujuan besar yaitu eksplorasi Bulan dan Mars. Ini menanggapi kekhawatiran fokus pada Mars bisa mengorbankan misi yang telah lama direncanakan untuk kembali ke Bulan.

Pencalonan kembali Jared Isaacman oleh Trump untuk memimpin NASA menandakan babak baru dalam perjalanan lembaga antariksa AS ini. Meski mendapat kritik dan skeptisisme, Isaacman memiliki visi besar untuk eksplorasi luar angkasa yang dapat membawa dampak signifikan terhadap arah masa depan NASA.

Namun, tantangan dari Senat dan isu konflik kepentingan kemungkinan akan terus membayangi pencalonan ini. Hanya waktu yang akan menunjukkan apakah miliarder ini dapat memimpin NASA menuju era baru eksplorasi luar angkasa yang lebih berani.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6